
Bunyi bell di depan pintu membuat tubuh kecil Ella yang memang belum tertidur turun dari ranjang. Sejenak memerhatikan kedua adik nya agar tidak terganggu dengan pergerakan nya, berfikir yang datang adalah Laura yang telah kembali bersama mommy nya.
Tapi fikiran nya melayang, mengapa tidak langsung masuk saja jika itu benar Aunty Laura dan Mommy Gera, bukan nya mommy nya punya akses masuk? Kenapa harus memencet bell?
Di tepis nya pikiran itu lebih baik keluar dan melihat siapa yang datang.
Ella mengernyit kan dahi ketika membuka pintu kamar hotel mendapati seorang pria dewasa tersenyum ke arah nya.
🐾🐾🐾🐾
setelah berhasil mengurung Gera di dalam kamar nya, Axce melangkah dengan hati riang menuruni tangga. Sambil bersenadung kecil mengiringi langkah nya keluar mansion.
"Mau kemana kau?" Tanya daddy Elvart dari atas tangga ketika ia melihat Axce hendak melangkah keluar Mansion.
"Bertemu kurcaci-kurcaci ku!"
Daddy Elvart tersenyum miring, kemudian menuruni tangga dan melangkah mendekati Axce. Menepuk sekilas pundak putra nya itu kemudian berkata.
"Jangan membuat cucu-cucu ku takut dengan menampak kan wajah psyoco mu itu!" Ucap daddy Elvart tepat di telinga Axce.
__ADS_1
Seketika senyum di wajah Axce luntur begitu saja, bagai terhempas ombak samudra Hindia, apa maksud nya pak tua ini? mengata kan wajah nya yang tampan bak dewa Yunani ini akan membuat takut kurcaci-kurcaci nya. Tidak bisa di biar kan.
"Hei pak tua, wajah ku ini begitu tampan dan memesona. Bagai mana mungkin membuat mereka takut, bahkan mereka pasti akan sangat tersanjung akan memiliki daddy setampan diri ku" Jawab Axce narsis.
"Cihh, coba saja" Kemudian daddy Elvart berlalu pergi menuju kamar nya.
"Cihh cibi siji" Cibir Axce kemudian melanjut kan langkah nya keluar mansion.
Sepanjang jalan di dalam mobil Axce tak henti henti nya mengembang kan senyum manis yang membuat orang ketika melihat nya akan bergidik ngeri. Sesuai ucapan daddy Elvart senyum itu terlihat seperti senyum seorang sikopet setelah mencincang tubuh korban nya.
Ia membelok kan kemudi mobil itu di parkiran hotel yang dari informasi Anton adalah tempat Gera dan Kurcaci-kurcaci nya menginap.
Dia memasuki lobby hotel yang sudah lumayan sepi karena waktu menunjuk kan hampir pukul tengah malam. Dia memasuki kotak besi tanpa jendela itu dan menekan angka di mana lantai kamar itu berada. Tak menunggu lama pintu lift pun terbuka, sesegera mungkin keluar dan melangkah menuju kamar hotel.
Ia mengembangkan senyum termanis nya, berusaha bersikap seramah mungkin yang dia bisa. Namun hanya di tanggapi bocah itu dengan mengangkat sebelah alis nya sambil besedekap dada.
"Hallo kurcaci!" Sapa Axce. mendapat kan tatapan tajam setelah nya karena memanggil Ella dengan sebutan kurcaci.
"Siapa kau?" Tanya Ella tak ramah.
__ADS_1
Axce berusaha mempertahan kan senyuman nya setelah mendengar nada tak ramah dari Ella.
"Aku Axce!" Jawab nya.
"Ada apa?" Lagi, tak ada perubahan dari suara itu.
"Aku akan mengantar kalian bertemu dengan mommy mu"
"Man--" Ucapan Ella terpotong dengan panggilan Ellson pada nya.
"Kak Ella, Mommy!"
Segera mungkin Ella kembali masuk ke dalam kamar, meninggal kan Axce di depan pintu, menjadi kan nya kesempatan untuk masuk ke dalam kamar tersebut mengikuti langkah kecil Ella.
-
-
-
__ADS_1
*Typo bertebaran di mana-mana mohon bijak dalam memilih bacaan.
~Bersambung