
Mobil yang di kendarai Axce kini memasuki kawasan mansion, tepat pukul 1 dini hari.
Sebelum turun dari mobil, Axce menengok kebelakang memastikan keadaan tiga kurcaci yang ternyata terlelap, Ella yang terakhir kali di lihat nya masih asik bermain Ipad nya, nampak sudah tertidur.
Tak tega membangun kan tiga bocah itu meski pun telah membuat nya kesakitan, Axce memiliih menggendong tubuh mungil itu satu persatu masuk ke dalam mansion.
Suasana mansion sudah sangat sepi, karena sudah lewat tengah malam. Setelah memindah kan ketiga bocah itu ke kamar, Axce langsung menuju kamar di mana ia mengurung Gera, di buka nya perlahan lahan pintu agar tak menimbul kan suara, ternyata sang wanita telah tertidur lelap, mungkin karena lelah ia meringkuk di atas tempat tidur itu.
Axce melangkah kan kaki nya mendekat ke arah Gera tidur, di pandangi nya wajah teduh yang sedang terlelap itu.
Senyuman simpul terbit di bibir nya, setelah sekian lama mencari akhir nya masa ini datang juga. Melihat wajah cantik wanita yang telah melahir kan tiga kurcaci itu.
Puas menikmati wajah cantik Gera, Axce memilih keluar dari kamar itu menuju kamar nya yang berada di sebelah kamar tersebut. Tak mau mengambil kesempatan untuk tidur bersama wanita pujaan nya, takut di bilang modus dan juga takut tak bisa mempertahan kan pertahan nya, apalagi cara tidur Gera yang terkesan sexy di mata nya.
heh heh, Gera tidur kaya kodok aja, mungkin Axce tetap bilang sexy. Mata buaya emang.😁
Pagi hari menyapa di kediaman mansion keluarga Marverigo, cahaya pagi menyeruak masuk ke celah gorden kamar membuat manusia yang tertidur di dalam nya terusik.
Ketukan pintu di sertai suara seseorang meminta izin masuk, dan tak lama setelah nya knop pintu di putar, seorang wanita dengan pakaian khas pelayan masuk, membawa nampan yang di perkira kan Gera adalah sarapan.
"Pagi nona, saya bawakan sarapan untuk anda" Ucap pelayan tersebut.
Gera tersenyum tipis, sebelum menjawab.
__ADS_1
"Simpan saja di situ" Ucap Gera menunjuk nakas di samping tempat tidur.
"Kata tuan, beliau akan kenari nanti"
"Dia sudah kembali?"
"Iya, nona di minta untuk sarapan terlebih dahulu"
"Baik lah"
Pelayan itu keluar dari kamar tesebut, menyisakan Gera yang menatap nya berlalu keluar, setelah punggung pelayan tersebut telah hilang di balik pintu, ia mengalih kan pandangan nya pada segelas susu dan roti yang telah di olesi selai di atas nakas. Melirik jam yang berada di dinding, sudah menunjukan pukul 8 pagi.
Ia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersih kan diri terlebih dahulu. Memakai kembali pakaian yang di kenakan sebelum nya, karna berfikir takut tak ada ganti nya.
Ia kembali menuju ranjang nya, kemudian mulai memakan sarapan yang sudah di bawa kan pelayan tadi.
"Mommy!"
Setelah pintu terbuka di sambut dengan ke datangan ke tiga anak nya bersama seorang pria yang membuat nya harus terkurung di kamar ini berjalan masuk di belakang mereka.
Gera merentang kan kedua tangan nya menyambut ke tiga bocah itu yang berlari memeluk nya. tak ketinggalan bagian, Axce juga ikut masuk ke dalam pelukan itu, membuat Gera membulat kan mata nya.
puk
__ADS_1
Gera memukul lengan pria yang masuk ke dalam pelukan nya itu.
Gera melotot kan mata nya, tapi malah di pandang imut oleh Axce.
"Kenapa sayang?" Goda Axce.
Bocah-bocah itu malah jadi penonton kelakuan Axce dan Gera. Sesekali mata mereka berkedip kedip ketika Axce mencoba menggoda Gera yang masih memasang wajah garang nya.
"Kok aku tidak yakin ya, uncle ini daddy kita" Ujar Ellton yang di angguki kedua saudara nya.
"Uncle ini malah membuat mommy seperti singa" Ujar Ellson di angguki lagi kedua saudara nya.
"Apa kita bisa mempercayai ucapan uncle ini tadi?" Kata Ella.
"tapi wajah nya mirip kita" ujar mereka bertiga serempak membuat Axce dan Gera sontak menoleh ke arah mereka bertiga.
"Ahh my sweet heart, i miss you. Apa kalian tak rindu pada mommy?" Ucap Gera menghilang kan fokus nya pada Axce yang masih menggoda nya.
"Tidak!"
-
-
__ADS_1
-
~Bersambung...