One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Menikah?


__ADS_3

Axce membuka pintu penumpang bagian depan, setelah membuat tubuh Gera masuk dan duduk ia menutup pintu mobil kemudian memutar mobil menuju pintu kemudi.


Mobil itu membelah padat nya jalanan kota, hanya kebisuan yang tercipta di dalam mobil, tidak ada yang mau mulai bicara lagi. Axce semakin menekan pedal gas menambah kecepatan mobil nya agar lebih cepat sampai pada tempat tujuan.


Sekitar setengah jam perjalanan mobil yang mereka tumpangi, mobil itu kini memasuki kawasan mansion keluarga milik Axce.


Setelah memarkir kan mobil nya, Axce membuka pintu mobil nya kemudian keluar dan membukakan pintu penumpang tempat Gera.


Gera bingung, harus kah dia ikut pria ini atau tidak.


Gera bergeming mengabaikan uluran tangan Axce yang menyambut nya keluar.


Merasa tak di indah kan, Axce langsung menarik lengan Gera membuat wanita itu tersentak kaget.


"Sa-kit.." Gera tercekat mendapat cekalan di tangan nya membuat nya sedikit merintih kesakitan karna cengkraman yang terlalu kuat.


Axce tak peduli itu, dia tetap menarik lengan wanita itu memasuki mansion. Gera masih berusaha melepas kan cekalan di tangan nya.


Para pelayan yang melihat itu, tidak berani menatap nya mereka hanya menunduk kan kepala mereka ketika Axce lewat sembari menarik lengan seorang wanita.


Kini Axce tiba di depan pintu ruangan kerja daddy Elvart, tanpa mengetuk pintu itu terlebih dahulu Axce langsung memutar knop pintu dan melengos masuk ke dalam ruangan itu sambil masih mencekal lengan Gera.


Daddy Elvart terkejut ketika seseorang masuk ke dalam ruangan nya tanpa permisi, lebih tekejut lagi ketika melihat Axce masuk sambil menarik lengan seorang wanita di belakang nya. Alangkah kaget nya lagi daddy Elvart dan Gera ketika tatapan mata mereka bertabrak kan.


"Gerania!"


"Tuan!"


Ucap mereka bersamaan membuat Axce mengangkat sebelah alis nya, menatap bergantian daddy nya yang berada di depan nya dan Gera yang kini sudah berada di samping nya.




Kini mereka bertiga telah duduk di sofa ruangan kerja daddy Elvart. Axce duduk bersisian dengan Gera yang terus menunduk bingung mau mengataka apa. Sedang kan daddy Elvart duduk di sofa tunggal di hadapan mereka berdua, tatapan nya seolah mengintimidasi kedua nya.



"Katakan!" Seru daddy Elvart memecah keheningan.



"Kami akan menikah secepat nya!" Jawab Axce cepat membuat mata Gera melotot sempurna ke arah Axce. Sedang kan daddy Elvart di buat cengo oleh apa yang di ucap kan Axce pada nya.



"Apa!!!" Pekik Gera menggelar membuat dua pria beda usia itu menutup telinga nya dengan kedua telapak tangan.


__ADS_1


Gera menggeleng kan kepala nya tidak percaya.



"Jangan gila tuan! Apa maksud mu dengan semua ini?" Gera tak bisa lagi menyembunyi kan kekesalan nya pada Axce. Pria ini tiba tiba menarik dan membawa nya dalam sebuah masalah. pikir Gera.



"Apa yang salah? kau akan menikah dengan ku!" Itu terdengar seperti sebuah pernyataan yang seperti nya tidak tebantah kan.



Gera tercekat, kemudian menyandar kan tubuh nya dengan kasar ke sofa. Benar benar tak habis fikir.



Oh ya ampun! Dia hanya befikir untuk tau siapa dan di mana ayah dari anak anak nya supaya jika di tanya yang mana ayah mereka di bisa menjawab. Tidak pernah terfikir akan menikah atau mendapat pengakuan dari pria yang berada di samping nya ini.



Gera menggeleng kepala nya tidak percaya. Yang benar saja? secepat itu kah? Batin Gera terus bermonolog.



Daddy Elvart masih tercengang atas pernyataan anak nya itu. Belum selesai rasa terkejut nya akibat melihat Axce datang bersama Gera, ini di tambah dengan anak nya itu yang ingin menikah dengan wanita itu. Ada apa sebenar nya ini?




"Apa kau sudah memikir nya baik baik son?" Tanya daddy Elvart memastikan nya. Dia sih setuju setuju saja jika itu memang pilihan putra nya. Hanya masih belum percaya dan ingin memastikan lebih jelas atas apa yang putra nya itu katakan.



///



Ella menatap jalanan kota dari balkon hotel. Sudah hampir jam sepuluh malam, namun mommy nya belum juga kembali. Tadi bukan kah mommy nya hanya izin ke minimarket untuk membeli cemilan, dan beberapa kebutuhan nya. Namun mengapa sudah selarut ini tak kunjung kembali? Rasa takut melanda gadis kecil itu. Kedua adik nya sudah tertidur duluan dengan saling berpelukan.



Sungguh ia tak bisa tidur memikir kan keadaan mommy nya di luar sana yang tak kunjung kembali sampai saat ini ke hotel.



Sesekali ia melirik jam dan ke arah kedua adik nya, takut terbangun dan mencari keberadaan mommy nya.


__ADS_1


Tak tahan menunggu lagi, Ella pun melangkah keluar kamar hotel. Ia berjalan menuju kamar Laura yang berada di sebelah kamar milik mereka.



*tok tok tok*..



Ella mengetuk pintu kamar Laura, tak lama setelah nya, terdengar sahutan dari dalam menyuruh menunggu.



*Ceklek*.



"Ohh hey, ada apa Ella? malam malam kemari, apa kau butuh sesuatu?" Tanya Laura sambil berjongkok mensejajar kan tinggi nya dengan tubuh kecil milik Ella.



"Bisa minta tolong?" Bukan nya menjawab Ella malah bertanya lagi.



Laura mengerut kan kening sebelum mengangguk-anggukan kepala nya.



"Ya kau butuh bantuan?"



"Tolong bantu aku cari mommy!"



\-



\-



\-



~*Bersambung*.....

__ADS_1


__ADS_2