One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Gara-gara Paha Ayam


__ADS_3

"Kau menggangguku!"


Nyesss...


Hati Nuers mencelos mendengar suara dingin nan berat milik nona muda kecil nya itu.


Ohh apa-apaan ini? Bagai mana anak kecil itu punya pembawaan berat seperti itu.


Nuers menundukan kepala nya hormat pada Ella, sebelum menyampai kan maksud nya datang dan *mengganggu* makhluk ini.


"Maaf lancang nona, makan malam sudah siap. Anda di tunggu di meja makan" Ujar Nuers.


Tanpa menjawab ucapan Nuers, Ella langsung menutup pintu kamar itu dan berjalan mendahului Nuers.


*sabar... itu anak boss. Kalau anak ku sudah ku pites bites jadi butiran debu* Batin Nuers meratap.


Sesampai nya di meja makan, semua orang sudah berkumpul menunggu kedatangan makhluk kecil yang di sebut Axce dengan kurcaci. Gera tersenyum menatap kedatangan putri sulung nya itu ke meja makan.


Ella langsung duduk di kursi yang masih kosong di sebelah Ellson yang sedang berebut paha ayam dengan Ellton.


"Ini milik ku! Kau harus mengalah pada kakak" Ujar Ellson pada adik nya.

__ADS_1


"Karna kau kakak, jadi kau yang harus mengalah" Ujar Ellton tak mau kalah.


Semua orang di meja makan tersenyum melihat perdebatan kedua anak laki-laki itu. Ruang makan terasa lebih hidup setelah kedatangan mereka ke mansion ini.


Hap..


Paha ayam yang jadi bahan rebutan itu kini telah berubah posisi berada di piring Ella. Ke dua bocah itu hanya menatap nanar pada ayam yang sudah berubah tempat kepemilikan itu.


Tak berani mengambil nya kembali dari piring sang kakak tertua, apalagi melihat tatapan tajam dari gadis kecil itu.


"Tidak ada paha ayam malam ini!!! Makan sayur!" Ucap Ella dingin.


Axce yang meilhat kelakuan ke tiga bocah kurcaci itu hampir tak bisa menahan tawa nya, jika Gera tak segera mencubit pinggang nya.


Shttt...


"Jangan di tertawakan!" ucap Gera pelan.


Sebenar nya Axce salut, pada bocah perempuan itu yang berarti mengajar kan kedua adik nya itu agar tidak berisik saat makan. Tapi cara nya yang terkesan membuat takut itu yang membuat Axce hampir tak dalat menahan tawa nya.


Sedang kan daddy Elvart yang melihat adegan itu, hanya mengulum senyum. Melihat kelakuan mereka yang terlihat seperti keluarga harmonis, dengan perdebatan kecil.

__ADS_1


"Di sini ada banya paha ayam. Tidak perlu berebut" Ujar daddy Elvart menengahi.


"No, kakek. Only vegetables! Tidak yang lain" Ucap Ella tegas, menatap tajam pada kedua adik nya yang menunduka kan kepala. Meskipun menentang ucapan daddy Elvart.


Daddy Elvart hanya tersenyum melihat keberanian dan ketegasan Ella, sangat persis Axce yang tak mau di bantah. Kemudian ia hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ella.


"Baik lah, terserah pada mu"


Finally, acara makan malam di lanjut kan dengan Ellson dan Ellton yang hanya memakan sayuran sebagai lauk nya.


--


--


--


~Hari ini aku dobel up ya... Kasih dukungannya juga yang semangat dungg, supaya aku up nya smgat juga ...


Btw aku juga mau kasih bocoran nih yeee,, cerita aku gk panjang-panjang amat dan konflik nya gk berat-berat amat supaya reader nya othor gak pusing mikirin konflik yang bikin sakit kepala dab tidak berkesudahan.. Selesai novel ini nanti Ai juga udah siapin cerita baru buat klean semuahhh ...


Salam cinta ai, umuachh emuachh 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2