One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Kehidupan baru


__ADS_3

Enam tahun kemudian....


"Ella, Ellson, Ellton turun nak, mommy sudah menyiapkan sarapan untuk kalian!" panggil seorang wanita kepada ketiga anaknya.


"mommy kenapa berteriak! Kita tidak sedang berada di hutan!" protes salah satu anaknya yang bernama Ellson.


"maafkan mommy son, ayo lekas kita sarapan. setelah itu mommy akan mengantar kalian ke sekolah" ucap wanita itu yang tak lain adalah Gerania.


Ya setelah penyatuannya malam itu bersama seorang pria yang tak di kenalnya, ternyata ia mengandung. Terbukti bahwa pria yang tidur bersamanya itu sangat subur. Hanya dengan sekali penyatuan saja telah menumbuhkan tiga benih sekaligus. Anak-anaknya bernama Cruella Egrha, Cruellson Graver, dan Cruellton Graver.


"oh god.. mommy tak perlu mengantar kami. Kami akan naik bus ke sekolah" ucap Ellton yang tau sifat mommy nya yang selalu menyempatkan diri untuk mengantar mereka ke sekolah, meskipun dia sendiri sedang terburu - buru.


"benar kata Ellton, mommy berangkat saja ke kantor mu mom. Kami akan pergi ke sekolah dengan naik bus" timpal ellson.


"no son. Mommy yang akan mengantar kalian, titik tidak ada penolakan!" ucap Gera tak mau di bantah.


"oh mommy selalu saja menganggap kami masih kecil. ayolah mom, kami sudah cukup besar untuk pergi sekolah sendiri" Ellson tak menyerah membujuk mommy nya agar mengijinkan mereka pergi sekolah sendiri.


"Ishhh kalian ini, jadilah anak yang manis dan penurut oke". Ucap Gera sembari menggigit roti yang telah di berinya selai ke dalam mulutnya.


Sementara Ella, dia hanya diam sembari menikmati sarapannya. Tidak ada niat untuk bicara atau berdebat seperti kedua saudara kembarnya, Ella adalah satu - satu nya putri Gera, dan dia adalah anak pertama Gera yang berarti dia adalah kakak dari Ellson dan Ellton.


Ella memang berbeda dari kedua saudara kembarnya, dia punya sifat pendiam dan cendrung dingin, serta bicara seperlunya. Hidupnya terkesan datar untuk anak seusianya, tidak seperti kedua adiknya yang terkesan aktif.


Namun meskipun begitu, dia sangat menyayangi kedua adiknya dan mommy nya tentunya. Dia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mereka yang dia sayangi.


Ella menjadi kakak yang sangat tegas terhadap kedua saudara kembarnya, meskipun dia seorang gadis tapi dia sangat keras mendidik kedua adiknya agar menjadi orang yang tidak lemah dan tidak mudah di tindas. Mungkin gen ayahnya lebih dominan pada gadis ini.


Sedangkan Ellson dan Ellton dua anak lelaki itu sangatlah berisik dan cerewet. Meskipun anak laki-laki tapi sifat mereka yang sembarangan dan ceroboh sangat membuat Gera pusing di buatnya, tapi mereka berdua memiliki IQ di atas rata-rata anak seumurannya. Jadi mereka berdua sering mengikuti olimpide nasional di negara tersebut. Sedang kan Ella, jangan di tanya. Meskipun IQ nya tak jauh beda dengan kedua saudaranya, tetapi dia tidak pernah mau mengikuti olimpiade seperti itu. Baginya menjadi anak yang jenius saja sudah cukup untuknya, dia tak mau harus bersusah payah bersaing untuk menentukan siapa yang lebih unggul.


"Aku sudah selesai mom!" ucap Ella datar, setelah menyelesaikan sarapannya ia langsung berlalu keluar menuju mobil mommynya.


"oh gadis itu, tidak bisakah bicara seperti gadis seusianya. Nada bicaranya datar sekali seperti tembok saja" gerutu Gera merasa heran dengan anak gadisnya itu.


"Mom jangan mengumpati kak Ella, dia kakak kami!" ucap Ellton tak terima.


"Kau bisa menilainya sendiri son" kemudian dia berdiri karena sudah menyelesaikan sarapannya.


"Apa kalian selesai?" tanyanya lagi pada kedua putranya.


"hmmmm" keduanya menjawab dengan deheman saja.

__ADS_1


Gera pun mengantarkan ke tiga anaknya ke sekolah. Setelah itu ia melajukan mobilnya menuju kantor tempatnya bekerja.


__


__


__


"Bagaimana persiapan kita, apakah semua sudah beres?" tanya Axce pada Max dan Anton.


"sudah siap tuan, kita tinggal menuju tempat transaksinya saja" jawab Anton.


"hmmm" jawab Axce.


"tapi tuan, apa kau tidak curiga pada tuan Alex. Dia memaksa kita untuk melakukan transaksi di pinggiran hutan tempat landasan helikopter?" tanya Max yang merasa ada kejangggalan dalam transaksi senjata ilegal mereka kali ini


" Aku tau, maka dari itu aku meminta kalian untuk membawa beberapa anak buah kita untuk memantau kita dan berjaga-jaga jika mereka menyerang secara tiba-tiba saat bertransaksi. Jika mereka melakukan kecurangan, aku tidak segan segan akan membunuh mereka!" ucap Axce yang sudah bersiaga terlebih dahulu.


"Baik kalau begitu, kami akan memerintahkan beberapa anak buah untuk mengikuti kita dari belakang" ucap Max lagi.


Setelah itu mereka bertiga berangkat menuju tempat yang di sepakati untuk bertransaksi senjata ilegal.


Setelah sampai di tempat tersebut, mereka bertiga sudah melihat keberadaan tuan Alex dan beberapa anak buahnya serta sebuah helikopter, yang mungkin milik tuan Alex.


" aku tidak suka berbasa basi. langsung saja, mana uangnya dan ini senjatanya" ucap Axce dingin sekenanya.


Tuan Alex yang mendengar itu merasa agak gugup, tapi dia berusaha menutupi kecanggungannya itu denagn tertawa hambar.


"hahaha...... santai saja tuan Axce. Uangnya sudah saya siapkan" kemudian ia melirik salah satu anak buahnya untuk mendekat, dan membawa sebuah tas berisi uang.


"ini uangmu tuan, dan mana senjata saya" ucapnya lagi seraya menyerahkan tas berisi uang tersebut pada Axce.


Max yang melihat nya langsung menyambut tas itu dan mulai membukanya.


"bagaimana tuan Max, apakah uangnya kurang?" tanya Alex saat melihat Max menghitung uang tersebut.


"sudah cukup" ucap Max dan menyerahkan tas tersebut pada Anton.


"kalau begitu saya pamit dulu tuan Axce, terimakasih senjata anda memang sangat bagus" ucap Alex lagi. Kemudian ia bangkit dari duduknya setelah menerima senjata tersebut.


"hmmm" ucap Axce, sambil terus menatap Alex yang mulai berjalan menjauhinya menuju helikopter yang ada di sana.

__ADS_1


Kemudian Axce langsung mengambil tas yang dipegang Anton dan membuka tas berisi uang yang di berikan oleh Alex tadi. Setelah mengeluarkan semua uang yang ada di dalamnya iya mulai mengoyak tas tersebut yang masih terasa berat meskipun semua uang yang ada didalamnya sudah dikeluarkan.


"sudah kuduga!" ucap Axce setelah berhasil mengoyak tas tersebut, ternyata terdapat bom yang terpasang di dalamnya.


Max dan Anton terbelalak kaget setelah melihat apa yang ada di tas tersebut.


"kurang ajar Alex itu!" ucap Anton yang emosi ketika melihat helikopter yang di tumpangi Alex telah terbang, meninggalkan tempat tersebut.


"kau rupanya ingin main main dengan ku!" ucap Axce dengan smirk devilnya.


"bagaimana ini tuan waktunya hanya tersisa dua menit lagi" Anton panik ketika melihat timer waktu bom itu meledak tinggal beberapa menit lagi.


Kemudiam Axce mulai membuka dan mengotak atik bom tersebut dengan santai.


"selesai" ucapnya setelai berhasil menjinakkan bom tersebut.


"kau memang luar biasa tuan!" ucap Max dan Anton bersama, mereka merasa takjub atas kemampuan Axce yang dengan mudahnya menjinakan bom tersebut.


"hanya bom abal-abal seperti ini sangat mudah di jinakkan" ucapnya kemudian mulai pergi beranjak dari tempatnya berdiri.


"bagaimana dengan uangnya tuan?" tanya Anton yang melihat Axce berlalu tanpa membawa uang tersebut.


"itu uang palsu" Axce berujar tanpa menoleh kepada dua orang itu.


"shiit, kurang ajar si Alex itu" ujar Max seraya mengikuti langkah Axce disusul Anton.


Saat ini mobil Axce telah sampai di markas mereka bersama beberapa anak buah yang ikut ke tempat transaksi tadi.


Axce tampak keluar dari mobilnya di susul oleh Max dan Anton di belakangnya. Para anak buah yang melihat kedatangan tuannya, menunduk hormat ketika Axce melewati mereka.


Mereka bertiga langsung masuk keruangan khusus milik Axce di markas tersebut.


"apa rencanamu tuan?" tanya Anton membuka suara.


"kita akan menyerang markas Alex" ucapnya datar. " aku tidak akan membiarkan dia hidup karena telah berani bermain main denganku!" ucapnya dengan senyum menyeringai.


Anton dan Max yang melihat itu, bergidik ngeri. Sudah dipastikan jika tuan mereka tersenyum seperti itu pasti akan ada darah yang akan di tumpahkan.


"kapan kita akan mulai menyerang markas Alex, tuan?" tanya Anton lagi.


"secepatnya!. Aku yakin mereka pasti sudah tau kalau aku belum mati kerena bom bodoh mereka. Pasti di saat ini mereka sedang memperkuat pertahanan markas mereka. Kita akan mengatur strategi untuk menyerang markas mereka. Ketika mereka lengah disaat merasa keadaan mereka sudah mulai aman kita akan langsung menyerang markas mereka" ucap Axce mengaratur strategi.

__ADS_1


"tempatkan beberapa mata-mata di sekitar markas Alex, untuk mempermudah kita memantau pergerakan mereka" lanjutnya lagi.


"baik tuan!" ucap Anton dan Max kompak.


__ADS_2