One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Anak Biawak


__ADS_3

Axce menatap tajam pada Anton, dia tidak bisa menerima informasi yang di sampaikan oleh Anton.


"Tidak!! Pasti kalian salah. Tidak mungkin dia sudah memiliki anak. Ahkkk ahh" Axce menjambak rambut nya prustasi. Tidak bisa di pungkiri, perasaan nya jadi kacau saat ini.


"Jika dia sudah memiliki anak, otomatis dia..." Axce tidak melanjutkan ucapan nya melain kan menatap dua orang pria di depan nya.


"Ya, otomatis dia punya suami" Timpal Max.


Axce langsung menatap Max, dia tidak suka atas jawaban itu.


"Kalau pun sudah bersuami, akan aku rebut dia dari pria itu!" Axce menyeringai membayangkan rencana yang akan di lancarkan nya. Entah terlalu tegila gila atau terlalu terobsesi yang jelas saat ini Axce benar benar tidak waras.


"Yang benar saja, jadi kita akan punya seorang bos pebinor?" Ucap Max yang di angguki Anton.


"Ehh iya ya, masa seorang bos mafia dan CEO terkenal jadi pebinor, ahhh gak elite" Gumam Axce membenarkan ucapan Max.


"Tuh tau!"


"Jadi aku harus apa?" Axce mendadak frustasi.


"Tapi Axc, aku masih belum mendapatkan informasi tentang siapa suami nya, bisa jadi dia seorang janda, atau anak itu bukan anak nya--"


"Atau anak itu adalah anak mu!" Sambar Max memotong ucapan Anton.


Secara spontan Axce menatap Max, dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.


"Ya kau benar, bisa jadi itu adalah anak ku. seingat ku, aku mengerluarkan nya di dalam. Kemungkinan itu adalah bibit ku!" Axce berucap penuh harap.

__ADS_1


"Sekarang juga kalian selidiki lagi dia, semua tentang nya termasuk anak nya, jangan sampai ada yang terlewat!"


"Baik" Anton dan Max pun keluar dari ruangan Axce.


"Kau benar benar membuat ku gila, gadis kecil!" Gumam Axce tersenyum tipis.


Siang kini berganti petang, Axce akan pulang ke mansion nya. Ketika tiba di parkiran, ponsel Axce berdering menandakan ada panggilan masuk.


Setelah memastikan siapa penelpon nya, Axce pun mengangkat sambungan itu.


"Iya ada apa?" Ucap Axce sambil berjalan menuju mobil nya.


"........"


"hmmm kau langsung ke mansion saja, aku akan pulang"


Sambungan pun terputus, mobil yang di tumpangi Axce melaju menuju Mansion keluarga Marverigo.


Daddy Elvart yang duduk di ruang tamu sembari meminum kopi, mengernyitkan dahi nya kala melihat putra nya itu masuk ke dalam mansion sambil bersiul siul ria, jangan lupakan senyum dan wajah khas orang kasmaran tercetak di wajah nya.


"Hei kau bujang lapuk! Apa yang membuat mu menjadi calon ODGJ? Sebegitu frustasi nya kah kau karna tak laku laku?" Pertanyaan menohok daddy Elvart membuat senyum di bibir Axce luntur seketika.


"Hei kau pak tua! Si bujang lapuk ini akan segera menemukan tambatan hati nya" balas Axce sengit.


"Benarkah? yang benar saja, apa masih ada gadis yang mau dengan mu?"


"Tidak ada gadis, janda pun jadi!"

__ADS_1


Axce mendudukan diri nya di sebelah daddy nya, kemudian meminum kopi daddy nya yang ada di atas meja tanpa rasa bersalah.


"Anak kurang ajar!!! ihhh aku tak mau meminum nya lagi. Bekas bibir mu, ambil kembali. Habiskan!!!" Daddy Elvart menyodorkan gelas kopi yang di kembalikan Axce ke tempatnya semula ke arah Axce.


"He he he, haus dad. Lagi pula salah mu juga dad, anak mu yang tampan ini pulang bekerja bukan nya di sambut, malah di ajak berdebat" Axce dengan senang hati menerima gelas kopi itu kemudian menyesap nya kembali.


"Ahhh ahh nikmat nya.." Axce sengaja menggoda daddy nya dengan mengusap lehernya tanda kepuasan.


"Kurang ajar! Kurang ajar kau!!! bisa bisa nya aku memiliki anak se laknat ini. Aku tidak mau tau, kau harus membuat kopi itu lagi. Cappuccino Ekspresso dengan 4 jenis biji kopi yang berbeda dari Mongolia harus mengandung daun min sebanyak 24 mg, dengan bau gula aren asli dari pulau Kalimantan di Indonesia!!!"


Byurr rrr rr


Axce menyemburkan kopi di dalam mulut nya ke kaki daddy Elvart, kemudian mengusap sisa air kopi yang masih berada di sudut bibir nya dengan punggung tangan. Ia menatap daddy nya dengan mata melotot.


"Berani kau memelototi ku seperti itu! ku colok mata mu dan akan ku berikan pada Guby untuk makan malam nya" Ucap daddy Elvart sambil mengarahkan dua jari nya ke meta Axce.


"Heh kau benar benar ya dad, aku jadi ragu aku ini anak mu atau bukan!" Axce menggeser tubuh nya menatap daddy nya penuh keraguan.


"Ya, kau memang bukan anak ku. Aku menemukan mu hanyut di sungai amazon saat sedang bersembunyi di sana. Mungkin saja kau anak biawak yang hanyut" Ucap daddy Elvart dengan wajah di buat seserius mungkin.


"DADDY!!!!"


"Tidak ada anak biawak setampan diriku!" Axce benar benar kesal dengan daddy nya itu.


"Dih benar benar kepedean. Itu karna kau hasil dari perawatan ku dan istri ku yang berhasil mengubah anak biawak seperti mu menjadi anak manusia"


"DADDY!!!"

__ADS_1


"Jangan panggil aku daddy, kau itu bukan anak ku. Kau itu anak biawak!"


~Typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam memilih bacaan.


__ADS_2