One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Aset


__ADS_3

Suasana di dalam mobil Range Rover yang melaju membelah jalanan lenggang di tengah malam itu begitu hening, tak ada yg bersuara karena dua kurcaci sedang tertidur di kursi penumpang belakang, sedang kan satu kurcaci lain nya sibuk dengan Ipad di tangan nya. Mereka bertiga sama sama memilih duduk di kursi belakang, membuat Axce benar benar terlihat seperti supir pribadi mereka.


Sesekali Axce melirik tiga bocah itu dari spion tengah, ia memperhatikan gerak gerik salah satu bocah yang masih terjaga di sana. Membuat bulu kuduk nya meremang dan bergidik ngeri mengingat kejadian beberapa waktu lalu yang hampir membuat nya kehilangan aset berharga dalam hidup nya.


Kejadian di hotel sebelum nya....


Dua bocah laki laki memperhatikan seorang pria dewasa dari atas tempat tidur dengan raut wajah penasaran. Mereka duduk dengan kaki di lipat kebelakang membentuk huruf W dan tangan di tumpukan di depan tubuh mereka. Sedang kan satu bocah perempuan berdiri di depan pria dewasa itu sambil menyilang kan tangan di depan dada.


Tatapan bocah perempuan itu begitu mengintimidasi nya. Hanya bisa nyengir kuda suasana di dalam kamar itu membuat nya kikuk seketika, menggaruk tengkuk nya yang tak gatal sambil berdehem menghilang kan kecanggungan yang ada.


"ehemmm hemm hemm, uhuk uhuk uhuk"


Dari deheman pelan sampai batuk yang membuat kerongkongan kering sudah ia lakukan, kini tatapan ketiga bocah itu semakin aneh pada nya. Ohh ayolah Axce! Mereka hanya tiga bocah kecil yang sering kau sebut kurcaci, mengapa sampai se-grogi ini. Kemana jiwa Mr. Mafia yang di takuti dan CEO ELZA GROUP yang di segani itu? Menghadapi tiga bocah kurcaci saja membuat ke wibawaan nya lenyap seketika.


"Aku kemari menjemput kalian bertiga untuk menemui mommy kalian" Ucap Axce


"Menjemput kami?"


"Menemui mommy?"


"Di mana mommy?"


Ucap mereka bertiga bersamaan.

__ADS_1


Axce jadi bingung mau menjawab yang mana terlebih dahulu. Axce mengangkat kedua tangan nya di depan dada.


"Sabar, sabar, satu-satu" Ujar nya.


"Di mana mommy?!" Kali ini suara Ella saja yang terdengar, kedua adik nya lebih memilih membiar kan kakak nya itu yang bertanya.


"Dia ada bersama ku!" Jawab Axce


"Bersama mu?" Tanya Ella memastikan lagi.


"Ya!"


"Mana bukti nya?" Tanya bocah itu lagi, seakan tidak puas jika hanya mendengar jawaban dari pria ini saja.


Kemudian ia mengeluar kan ponsel nya dari saku celana nya, mencari rekaman cctv dari dalam kamar di mana dia mengurung Gera. Berharap dengan menunjukan rekaman itu bocah kurcaci di depan nya ini akan langsung percaya dan ikut dengan nya.


"Nah, lihat!" Ujar Axce sembari menyodor kan ponsel berisi rekaman cctv itu pada Ella, sementara kedua adik nya Ellson dan Ellton menggeser tubuh nya mengesot ke pinggir ranjang agar lebih dekat dengan Ella supaya bisa ikut melihat rekaman itu.


Bola mata bocah perempuan itu hampir keluar dari wadah nya, kala melihat rekaman mommy nya sedang menggedor gedor pintu sambil berteriak agar di bukakan pintu.


Sejurus kemudian, tendangan maut mendarat mulus di tulang kering milik Axce, membuat sang empu nya menjerit dan spontan mengangkat sebelah kaki yang di tendang Ella sambil melompat lompat dengan satu kaki ia memegang bagian kaki nya yang di tendang Ella. Penderitaan itu tak hanya berlangsung sebentar, sebelah kaki nya yang masih melompat lompat ria itu juga mendapat kan jatah tendangan maut dari Ella.


Tubuh Axce tersungkur dengan lutut mencium lantai keramik, masih dalam keadaan duduk. Tak bisa berkata-kata, hanya menatap nanar Ella, dia masih bisa menahan sakit nya saat ini, bahkan dia saja pernah merasakan yang lebih sakit dari ini, dia hanya terkejut atas tindakan tak terduga dari bocah itu. Tak sampai di situ, kini air mata sialan itu berhasil lolos dari mata nya di sertai jeritan penuh kesakitan yang menggema di dalam kamar hotel itu.

__ADS_1


"ASET KU!!!" Jerit Axce sambil memegangi aset masa depan nya setelah mendapat kan salam kenal dari lutut Ella.


🐾🐾🐾


Axce mengerjab kan mata nya beberapa kali, mengangkat tangan ke atas untuk menghalau cahaya yang menyilaukan dari lampu ruangan. Terasa punggung nya dingin pertanda dia dalam keadaan tertidur di lantai. Ia menatap lurus ke atas, melihat wajah tiga bocah mengelilingi kepala nya sambil menunduk kan kepala karena posisi Axce yang masih berbaring.


Ya benar, Axce pingsan setelah mendapat kan pelajan keramat dari Ella, tapi itu tak berlangsung lama hanya sekitar 5 menit ia pingsan, kini Axce sudah membuka mata nya.


Tak ada rasa ingin bangkit dari posisi nya ini, melihat wajah-wajah kurcaci yang hanya menunjuk kan tampang tak berdosa sama sekali, hanya mengerjab kan mata polos mereka beberapa kali.


"Kata nya mau mengantar kami menemui mommy? Ayo!" Ujar Ella tanpa rasa bersalah setelah melukai harga diri bos mafia itu.


-


-


-


~*Bersambung.


Maaf kalo othor nya kasih kata dikit aja, soal nya othor lagi kurang sehat di tambah nulis nya harus subuh-subuh*.


Love You All.😘😘

__ADS_1


__ADS_2