
Seorang pria tampak memasuki sebuah loby perusahaan besar bersama dua orang pria lain di belakang nya. Para karyawan yang melihat kedatangan nya langsung berbaris rapi menyabut kedatangan pria tersebut.
Ia melewati para karyawan yang menunduk hormat pada nya, tanpa membalas sapaan dari mereka.
Pria itu adalah Axce, CEO ELZA GROUP ia berjalan dengan memasang wajah datar.
Sesampainya di ruangannya di lantai 42, ia langsung memasuki ruangan itu dan duduk di kursi kebesaran nya. Sedang kan kedua pria yang tadi berada di belakang nya yaitu Anton dan Max juga langsung menuju ruangan mereka yang berada di lantai yang sama juga.
Axce langsung berkutat dengan pekerjaan nya, tapi dia nampak tidak fokus mengerjakan pekerjaan tersebut. Kemudian ia bersandar pada sandaran kursi dan mengetuk ngetuk sisi meja kerja nya dengan jari telunjuk, seperti sedang memikirkan sesuatu.
Kemudian ia mengambil ponsel yang berada di atas meja dan menghubungi seseorang yang tak lain adalah Anton.
"Keruangan ku sekarang!" Titah nya pada Anton ketika sambungan itu sudah terhubung. Tanpa menunggu jawaban dari seberang, ia langsung memutus kan sambungan itu secara sepihak, membuat orang yang di sebrang sana menggerutu dibuat nya.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu di ketuk oleh seseorang dari luar, tanpa menunggu jawaban orang itu langsung masuk ke dalam ruangan terlihatlah Anton berjalan mendekati Axce yang menatap kedatangan Anton.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya Anton berdiri di depan meja kerja Axce.
"Bagaimana?" Hanya pertanyaan itu yang keluar dari mulut Axce.
Seolah mengerti dengan pertanyaan tuan nya yang selalu menanyakan itu Anton pun langsung menjawab nya.
"Belum tuan, sangat sulit untuk menemukan nya" Anton menjawab sambil menunduk kan kepalanya.
"Ini sudah 6 tahun dan kalian masih belum menemukan nya. Anton, apa kau memperkerjakan orang yang tidak berguna?" Hardik Axce.
"Maaf tuan, tapi sangat sulit menemukan orang yang tuan maksud"
Axce menhela nafas berat, sudah 6 tahun lama nya tapi ia masih belum menemukan wanita itu.
"Di mana Max? Mengapa kau datang sendiri?" Tanya Axce ketika ia tak menemukan Max bersama Anton.
"Ia sedang keluar tuan, tadi setelah menerima telepon dari seseorang ia langsung pamit pada saya" Jawab Anton.
Axce memgerut kan kening, mendengar jawaban Anton.
"Kemana?" Tanya Axce penasaran
"Saya juga tidak tau tuan, Max tidak memberi tahu kemana ia akan pergi" Jawab Anton.
__ADS_1
"Mmm kau bisa keluar sekarang" Ucap Axce sambil mengibaskan tangan nya.
"Baik tuan" Anton mengangguk dan berlalu keluar ruangan tersebut.
Axce masih duduk di kursi nya tanpa mengerjakan pekerjaan nya, sudah 6 tahun berlalu tapi dia masih belu bisa melupakan kejadian itu. Dia masih terus berusaha mencari di mana keberadaan wanita yang tidur bersama nya 6 tahun lalu.
Suara dering telepon membuyar kan lamunan Axce.
Ia melirik nama yang tertera di panggilan itu ternyata adalah Daddy nya. Kemudian langsung mengangkat dambungan telepon itu.
"Hallo Dad" Sapa Axce ketika sampungan nya telah terhubung.
" Bagaimana keadaan daddy?" Tanya Axce
"baik, kau sendiri bagaimana keadaan mu?" Tanya daddy Elvart di seberang sana.
"Aku baik dad, Daddy kapan kembali ke negara ini?" Tanya Axce lagi.
"Pekerjaan daddy sudah selesai di sini, besok daddy sudah akan kembali lagi ke sana" Jawab nya
"Baik lah besok aku akan menjemput Daddy di bandara"
Setelah percakapan mereka berakhir, Axce pun menutup sambungan telepon itu.
Hari sudah beranjak gelap, matahari sudah kembali keparaduan nya, tetapi seorang anak manusia masih belum beranjak dari kursi dan meja kerja nya meskipun jam kerja telah usai.
Jam sudah menunjukan pukul 8 malam waktu setempat, Axce baru menyelesai kan pekerjaan nya. Kemudian mematikan laptop yang menemani hari hari nya selama di kantor.
Ketika akan bangkit dari kursi nya, seseorang mengetuk pintu ruangan nya dari luar. Kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut.
Axce mengangkat sebelah alis nya, ketika melihat Max masuk keruangannya dengan senyum mengembang, secerah mentari pagi.
"Ada apa kau kemari?" Tanya Axce kembali duduk di kursinya.
Max masih mengembang kan senyum nya sembari berjalan mendekat ke arah Axce.
"Ada ada informasi bagus yang pasti akan mambuatmu berterima kasih pada ku" Ucap Max percaya diri.
"Cih.. cepat katakan saja ada apa, jangan membuang-buang waktu ku" Decih Axce.
__ADS_1
Kemudia Max menyodorkan amplop coklat di atas meja kerja Axce. Dia masih mengembang kan senyum manis nya.
Axce mengerut kan kening, meminta penjelas tentang amplop itu.
"Wanita itu!" Jawab Max dengan mengangkat tinggi dagunya.
Seketika Axce langsung meraih amplop itu dan membukanya.
Di dalam nya ada foto seorang wanita dan data dirinya. Senyum Axce mengembang kala melihat data itu semua.
" Jelas kan!" Titah Axce.
"Namanya Gerania Caramella S. Wanita itu saat ini tidak ada di negara ini. Aku mendapatkan informasi dari salah satu anak buah ku yang berhasil meretas seluruh cctv di hotel waktu itu. Dalam rekaman itu, dia melihat seorang wanita yang keluar dari dalam kamar hotel tuan saat iru. kemudian dia meyakini bahwa wanita itu adalah orang yang tuan maksud. Dan mencari dan meretas semua data wanita itu, memang awal nya sulit tapi dia berhasil mengumpulkan semua data tentang wanita itu" Jelas Max panjang lebar.
Axce mengembangkan senyum nya, seperti oase di tengah gurun pasir. Membuat nya segar seketika.
"Kerja bagus, kau bisa keluar sekarang" Ucap Axce tanpa rasa bersalah.
Seketika senyum Max luntur mendengar ucapan Axce yang meminta nya keluar.
"Hanya itu?" Tanya Max penuh harap.
Axce mengangkat alis nya
"Sudah tidak ada lagi, kau bisa keluar"
"Hiiiis kau ini" Max kesal melangkah keluar ruangan Axce dengan menghentak hentak kan kakinya seperti anak kecil.
Axce hanya mengangkat bahu nya acuh, kemudian kembali melihat data di tangan nya.
"Akhir nya aku menemukan mu gadis kecil" Gumam Axce sambil tersenyum tipis.
Bonus visual
Gerania Caramella Siandra
Axce Gional Marverigo
__ADS_1
~Typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam memilih bacaan.