Pacar Frelance Tuan Muda

Pacar Frelance Tuan Muda
Episode 12


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Laura terdiam, perasaan nya berkecamuk. Dia tidak berani menatap Dimas. Malu dan marah menjadi satu, pun Dimas dia juga terdiam menatap jalanan. Entah apa yang dia lakukan tadi pada Laura, itu adalah hal yang salah. Laura hanyalah pacar kontrak nya, bukan pacar asli nya.


“Aku.....Gue.” Mereka mengucap bersamaan nya.


“Mas aja dulu.”


“Lo dulu aja.”


“Aku sudah gak apa-apa kok, aku akan temani Mas ke tempat reuni.”


“Oh, gak usah ga apa-apa, lo istirahat aja,.”


“Mas mau pergi sendiri?”


“Enggak,  gue gak jadi pergi, gue langsung pulang aja nanti.”


“Ga apa-apa aku temani.”


Laura mengeluarkan alat make up nya dari tas, Dimas tidak berkomentar dengan sikap


Laura, cewek memang aneh, tadi dia marah tidak mau menemani, eh sekarang


giliran dia yang mengalah, malah gantian dia yang nawarin diri mau nemanin.


Dimas memandang Laura yang membersihkan wajah nya lalu bermake up kembali


tipis-tipis. Dimas melirik Laura menggunakan lipstik pink di bibir mungil nya


yang tadi di kecup Dimas. Ah bibir itu sangat manis. Laura menambah kelentikan


bulu matanya, sisa tangisan nya masih ada di mata indah nya, dengan sentuhan


maskara itu tentu saja menambah kecantikan Laura. Terakhir Laura merapikan


rambutnya yang terurai panjang, dia menyisirnya dengan rapi dan sedikit


menggulung bagian bawah nya. Setelah semuanya selesai Laura menambahkan parfum


khas nya di sekitar lehernya yang putih mulus. Dimas merasa gerah dengan setiap


apa yang dilakukan Laura. Jika dia tidak ingat dia pacaran kontrak dengan


Laura, dia pasti menyergap Laura saat itu juga.


“Sudah?”  Tanya Dimas dengan nada sedikit menggoda, sementara laura melihat ke arah Dimas


dengan malu-malu.


“Bagimana?”


“Apa?”


“Cantik  gak?” Laura bertanya seolah-olah Dimas adalah pacar nya saja. Dimas batuk


kecil, dan tidak menjawab pertanyaan Laura.


“Eh  maaf, maksud aku, udah rapi belum.” Ralat Laura.


“Cantik.”  Jawab Dimas singkat.


Laura  hanya diam, entah kenapa setiap kali dia ingin menghindari Dimas dia selalu


tidak bisa, semarah apapun dia, dia pasti luluh kembali. Atau Laura jatuh cinta


pada Dimas, enggak Laura tidak boleh bermimpi seperti itu.


“Sudah  yuk.” Dimas mengajak Laura untuk turun ketika sudah sampai ke tempat reuni,


ternyata banyak banget orang nya.


“Mas,  kok orang nya banyak banget, katanya satu gank kamu aja.”


“Iya  mungkin mereka mengajak pacar nya juga, dan keluarganya, ga apa-apa ayo.” Dimas


turun duluan dan membuka pintu untuk Laura.


Dimas  menggandeng tangan Laura, meskipun Laura berusaha untuk melepas. Tetapi Dimas


semakin erat menggegam tangan Laura.


“Hai  Bro, Dimas wow.” Sapa seseorang.


“Hai,  apa kabar lo.”


“Iya  gue sehat, siapa tuh.”


“O  iya ini Laura, Laura ini Julian teman aku.”


Laura  dan Julian saling berjabat tangan. Berikut dengan teman-teman yang lain nya.


“Cantik  cewek lo bro, terus gimana si Sindi” Kata Julian berbisik. Dimas tahu kalau

__ADS_1


Julian masih sepupuan sama Sindi


“Lo kan tahu sendiri gue ama Sindi udah lama lost kontak.”


“Haha  iya sih,.”


Dimas  hanya tersenyum, dia melihat ke arah Laura yang cepat sekali akrab dengan


teman-teman nya. Banyak teman yang memuji Laura,.


Laura dan Dimas memasuki mobil setelah acara selesai, Laura tampak terlihat gembira.


“Kenapa?”


“Enggak,  aku belum pernah lo merasakan reuni begitu, dulu aku di sekolah tidak punya


teman, ya tidak ada yang mau berteman dengan anak panti asuhan seperti aku,


jadi kalaupun mereka mengadakan reuni, pasti aku adalah orang paling


dilupakan.” Cerita Laura.


“Rugi  sekali mereka.”


“Kenapa?”


“Melupakan  teman seperti lo, cantik, mandiri dan hebat.”


“Itu  semua karena Bunda panti, aku belajar banyak hal dari bunda panti, makanya aku


bisa seperti ini.”


“Kapan-kapan  ajak gue bertemu Bunda Panti ya.”


“Buat   Apa,”


“Mau ngucapin terimakasih karena sudah membentuk kamu seperti ini.”


“Seperti  apa, Bunda panti hanya mengajari aku cara membuat kue, selebih nya aku pelajari


di kampus dan di yutube hehe.” Laura tersenyum sendiri saat mengingat awal mula


dia belajar tutorial make up dan cara jalan yang anggun.


Dimas  tersenyum, apapun itu wanita di sebelahnya adalah wanita kreatif, mandiri, dan


tentunya cantik.


***


Dimas. Kenapa Laura tidak menyesali itu, Laura merasakan kalau Laura sudah


jatuh cinta pada Dimas. Di tempat yang sama Dimas juga merasakan hal yang sama,


dia teringat akan apa yang dilakukan nya pada Laura. Dimas benar-benar dilema,


rasa sepinya dan kerinduang pada Sindi tidak seharusnya dia lampiaskan pada


Laura.


Malam  itu di bawah langit yang berbintang, Laura dan Dimas sama-sama memejamkan


matanya dengan bayangan satu sama lain.


“Kriiiingggggg”


Suara  alarm yang nyaring membangunkan Dimas dari mimpi indah nya.


“Dimas,  ayo bangun, tumben banget kamu bangun terlambat, tidak kekantor hari ini.” Kata


Mamanya, tidak biasanya Dimas bangun terlambat.


“Kamu  kenapa? Sakit?” Mama Dimas meraba kening anak kesayangan nya.


“Emmm  enggak ma, cuma Dimas susah tidur aja semalam,”


“Susah  tidur, ada masalah?”


“Iya  gitulah ma.”


“Masalah  apa, masalah pekerjaan apa masalah hati?”


“Masalah  hati bagaimana ma?”


“Iya  kalau dilihat kamu semalam pulang senyum-senyum sendiri terus sekarang


terlambat bangun pasti kamu ada masalah hati.”


“Mama  suka ngaco deh, udah ah Dimas mau mandi.”


“Malam  nanti ajak Laura makan malam dirumah ya, Mama kangen sama dia.”

__ADS_1


“Hemmm.”  Dimas menjawab Mama nya dengan malas.


Mama  Laura tersenyum gemas melihat anak semata wayang nya saat ini terlihat bahagia


kembali, setelah sekian lama terlalu serius dalam hidup.


***


Laura  bersiap di meja kerjanya, mendata semua penjualan yang masuk hari itu, sudah


ada beberapa hotel yang minta kerja sama dengan nya. Laura merasa puas dengan


hasil kerja kerasnya ini.


“Permisi.”  Sapa seorang kurir pada Laura.


“Iya.”


“Mba  Laura.”


“Iya  saya sendiri mas.”


“Ini  ada kiriman bunga untuk Mba Laura,”


“O  iya terimakasih ya.” Laura menerima bunga yang indah dengan rasa penasaran.


“Dari  siapa ini ya.” Laura berbicara sendiri dan membuka kartu dalam bunga nya. Dan


ternyata dari Rio. Bunga nya memang kesukaan Laura, akan tetapi perasaan Laura


merasa biasa aja menerima bunga itu, andai saja bunga itu datang dari Dimas.


“Duh  mbak Laura pagi-pagi sudah ada yang mengirimkan bunga, seneng nya.”


“Tika  kamu ngagetin aja.”


“Hehe  maaf.”


Laura  meletakan bunga di meja kerjanya sembari melihat ke arah Tika dan Lusi yang


menyusun kue-kue nya. Tidak lama setelah itu terlihat mobil Dimas datang, “Mau


apa dia pagi-pagi datang kemari.”


“Mba  Laura, ada mas ganteng.” Kata Tika yang melihat Dimas turun dari mobil membawa


bunga.


“Laura.”


“Iya  mas, tumben pagi-pagi udah kesini.”


“Iya  gue mau ke kantor jadi gue mampir dulu, ini buat lo.” Kata Dimas sembari


memberikan bunga ke Laura. Laura menerima bunga dengan terheran-heran, kenapa


dia membawa bunga untuk nya.


“Itu  ucapan terimakasih gue karena lo kemarin sudah temani gue dan berakting dengan


baik di depan teman-teman gue.”


“Oh  repot-repot aja, itu kan sudah tugas saya, santai aja.”


“Gue  gak merasa di repotkan kalaupun harus kirim setiap hari asal lo suka.” Ucap


Dimas yang membuat Laura tersipu.


“O  iya tar malam Mama ngundang lo untuk makan malam, tar gue jemput ya.”


Laura  hanya mengangguk.


“Iya  udah kalau gitu gue pergi.”


“Eh  tunggu.” Kata Laura lalu pergi mengambilkan kue kesukaan Dimas, saat Laura


pergi itulah Dimas melihat ada buket bunga di meja kerja Laura.


“Ini  bawa ke kantor ya, ucapan terimakasih juga buat bunganya.”


“Emm  sepertinya gue bukan satu-satunya yang kirim bunga hari ini.” Dimas mulai


penasaran dengan bunga yang ada di meja Laura, Laura paham akan maksud Dimas,


setelah melirik bunga dari Rio, Laura berkata.


“Tapi  kamu satu-satu nya yang dapat kue spesial ini secara gratis.” Ucap Laura


tersenyum.


Dimas  membalasa senyuman Laura lalu pamit pergi. Meskipun Dimas tersenyum, tetap saja

__ADS_1


dihatinya masih ada rasa penasaran, bunga dari siapa yang ada ditempat Laura.


__ADS_2