Pacar Frelance Tuan Muda

Pacar Frelance Tuan Muda
Episode 19


__ADS_3

Laura menuju rumah paman nya, hatinya berdebar, dia sama sekali tidak mengenal paman nya, akan tetapi hanya dialah satu-satunya keluarga nya saat ini dan Laura masih mempunyai saudara kandung yang bernama Angga. Laura bahagia ternyata dia gak sendiri didunia ini, dia masih mempunyai keluarga. Laura sangat tidak sabar untuk mengetahui kakak kandungnya itu.


“Selamat sore.”


“Iya sore, cari siapa ya?” Tanya ibu paruh baya yang membuka pintu pada Laura.


“Apa benar ini rumahnya pak Suprapto.”


“Iya benar, mbak ini siapa?”


“Perkenalkan saya Laura, saya anak dari pak Handika dan bu Ifa.” Kata Laura. Dan ucapannya membuat wanita paruh baya itu tidak dapat berkata apa-apa sampai ada suara seorang laki-laki yang muncul.


“Siapa yang datang Lin.” Suara laki-laki itu semakin dekat dan menuju pintu, Laura memandang bapak paruh baya itu tampak gagah, sama seperti foto ayahnya, rasanya Laura ingin memeluknya.


“Iii ini dia bilang anaknya mas Handika?” kata istrinya terbata, bapak paruh baya itu juga tampak sangat terkejut.


“Apa? kamu anak nya Handika?”


“Iya om.”


“Punya bukti apa kamu mengaku anak kakak saya.” Tanya pak suprapto.


“Ini om.” Laura menyodorkan foto yang dia bawa. Istri pak suprapto menerima foto itu dengan tangan  yang gemetar, sementara pak Suprapto langsung menyahut fotonya.


“Iya sudah ayo masuk.”


Saat Laura masuk, istri pak Suparpto menutup intu rapat-rapat.


“Siapa nama kamu?” tanya nya, laura hampir tidak percaya kalau om nya sendiri lupa nama keponakan nya, tetapi mungkin karena sangat lama jadi wajar kalau om nya lupa.


“Laura Om.”


“Begini Laura, saya sangat terkejut dengan kedatangan kamu, mengingat kabar kakak saya yang sudah meninggal belasan tahun yang lalu.”


“Iya Om”


“Apa yang membawamu datang kemari dan selama ini kamu tinggal dengan siapa?.”


“Selama ini saya tinggal di panti asuhan om, dan saya mencari orang tua saya karena saya sama sekali tidak tahu kabar orang tua saya, saya ingin bertemu kakak kandung saya dia tinggal bersama om kan?” Laura bertanya pada Om nya, sementara om dan tantenya hanya saling pandang.


“Begini Laura, kakak kamu sudah lama pergi ke kota dan tidak pernah kembali kesini, om juga tidak tahu dimana dia tinggal, dia tidak pernah menemui saya lagi.”


Laura tampak bingung, wajah om dan tantenya tampak menyembunyikan sesuatu.


“Kalau boleh tahu kapan kakak saya pergi.”


“Oh itu sudah lama sejak lulus sekolah, dia merantau ke kota, tetapi sampai saat ini tidak pernah datang, sekitar 7 tahun yang lalu.”

__ADS_1


“Apa om sama sekali tidak tahu alamatnya di kota, nomor hp nya mungkin?”


“Kami tidak tahu Laura, kakak kamu tidak pernah menghubungi kami lagi.”


“Kalau begitu saya minta no hp nya om, mungkin suatu saat kakak saya datang kesini, om dan tante dapat memberi kabar saya.”


“Oke, tapi saya rasa kakak kamu tidak akan datang kesini lagi.”


“Kenapa om?”


“Yah, mungkin saja kakak kamu tidak mau merepotkan kami.”


Laura menghela nafas, apa yang sebenarnya terjadi pada keluarganya.


“O iya om, apa om tahu dimana makam orang tua saya.”


“Tidak, warga disini menolah jenasah orang tua kamu setelah itu kita tidak tahu dimana ayah kamu di makam kan.”


“Kenapa om tidak membela ayah Laura om.”


“Kita bisa apa Laura, warga disini terlalu banyak, nanti malah om dan tante yang di usir, lagian ayah dan ibumu itu meninggal karena mencuri sertifikat tanah seluruh warga sini, kalau om ikut-ikut, warga sini akan menyeret om ke polisi.”


Laura tempak terdiam.


“Lebih baik kamu tidak usah datang kemari lagi sama seperti kakak kamu, warga disini benci dengan orang tua kalian, nanti kalian bisa di usir.”


“Lebih baik kamu pulang, ini keburu malam.”


“Om apa Laura tidak boleh menginap disini.”


“Tidak, om tidak mau warga sampai tahu om menerima kembali anak penjahat disini.”


“Om, Cuma om satu-satunya yang Laura punya om.”


“Sudahlah Laura, pahami kondisi kita, sebaiknya kamu pulang ya, kalau ada kabar dari kakak kamu kita akan menghubungi kamu, sebelum sertifikat tanah warga disini kembali sebaiknya kamu jangan kesini ya?” kata tante Laura.


Laura tidak bisa berpikir lagi, kenapa sikap om dan tantenya keluarga satu-satunya itu begitu padanya. Akhir Laura keluar rumah om dna tantenya dengan perasaan yang kecewa. Tapi Laura berjanji akan meluruskan semua masalah yang ada disini, terutama kesalahpahaman warga pada orang tuanya, Laura ingin orang tuanya tenang di alam sana.


****


“Lihat! Apa yang kamu perbuat sekarang, ini akibatnya.” Kata pak suprapto marah pada istrinya saat Laura telah pergi dari rumah nya.


“Kamu sengaja kan meninggalkan jejak pada anak itu ha, aku kan sudah bilang  kalau buang anak itu di panti tanpa jejak sedikitpun agar dia tidak kembali.” Pak Suprapto sangat marah.


“Aku sudah melakukan hal yang benar.” Kata Istrinya dengan isak tangis, dia ingat sekali kalau pada waktu itu dialah yang membawa Laura ke panti asuhan, dia juga yang membawakan foto dan identitas dirinya. Karena dia tahu suaminya sangat licik.


“Apa maksud kamu.”

__ADS_1


“Selama ini aku tahu, aku sangat tahu, tetapi aku diam saja. Laura dan Angga bukan lah saudara kandung.”


“Apa maksud kamu.”


“Kamu pikir aku tidak tahu perselingkuhan kamu dengan Ifa mas, kamu diam-diam selingkuh dengan Ifa, dan angga adalah anak kalian bukan?”


Pak Suprapto terdiam.


“Kita tidak selingkuh, kita sudah lama saling mencintai, orang tua ku menjodohkan Handika dan Ifa, dan saat itu Ifa sedang mengandung anak ku.”


“Keterlaluan kamu, dan itu kenapa sebabnya kamu sangat sayang pada Erlangga.”


“Tentu, dia adalah jagoan ku yang akan membalaskan dendam ku, karena Handika telah menyiksa Ifa dan membunuhnya.”


“Apa maksud kamu, Handika menyiksa Ifa dan membunuhnya.”


“Waktu itu Handika mengetahui semuanya, saat aku bicara pada ifa tentang kebenaran anak kami, dan Handika sangat marah, dia tidak mau menceraikan Ifa, Handika sangat marah dan menyerat ifa untuk melakukan tes dna pada Laura membuktikan bahwa Laura apakah anaknya atau bukan, hahaha sungguh raut wajahnya sangat lucu waktu itu, padahal sejak aku menikahimu kita tidak pernah lagi saling berhubungan meskipun kamu tidak memberiku keturunan.”


“Jahat sekali kamu mas?”


“Dalam perjalanan mereka terus bertengkar, hingga kecelakaan itu terjadi, dan bodohnya Handika  berhasil menyembunyikan sertifikat tanah warga yang sebenarnya ingin aku jual.”


“Apa, jadi ini semua ulah kamu dan rencana kamu, maka dari itu kamu tidak suka dengan Laura dan memintaku menghilangkan jejak orang tua Laura, karena kamu tidak ingin Laura mengetahui kejahatan kamu.”


“Diam!”


Pak Suprapto membentak istrinya.


“Karena kebodohan kamu semua berantakan, bagaimana jika Erlangga gagal mendapatkan sertifikat itu, kita tidak jadi kaya raya, dan jika Laura yang menemukan, Laura akan mengembalikan pada warga.”


“Tuhan benar-benar membiarkan Laura hidup untuk ini.”


“Diam kamu, ini semua gara-garamu.”


“Iya ini semua gara-gara ku, karena aku tahu kejahatanmu dari awal, aku sangat bersyukur meninggalkan foto itu untuk Laura, dan saat ini Laura datang dan akan mencari kebenaran nya.”


“Kebanaran apa? kamu tidak usah sok pintar, aku juga sudah tahu kalau kamu memberikan identitas pada Laura, maka dari itu kenapa aku memberitahukan pada anak ku tentang Laura, dan selama ini anak ku sudah berada di dekat Laura, setelah sertifikat itu berada di tangan Erlangga, Laura akan segera aku singkirkan.”


“Kamu benar-benar licik sangat licik.”


“Tutup mulutmu atau aku akan menghabisimu.”


Pak Suprapto terlihat sangat marah, dia bahkan berteriak dan terdengar mengikuti langkah istrinya yang masuk kedalam kamar. Dan tanpa disadari oleh mereka, Laura mendengar semuanya, semuanya. Laura yang tadi kembali ingin mengambil foto orang tuanya yang ketinggalan akhirnya hanya berdiri di depan pintu saja mengetahui


kenyataan yang menyakitkan, bahkan untuk pergi dari situ rasanya Laura tidak punya kekuatan.  Dia benar-benar tidak menyangka jika hidupnya dan ayah nya dipermainkan oleh om nya sendiri, dan ternyata Erlangga.  Laura menitikan air mata, Erlangga bukan lah anak ayah nya, melainkan anak dari om nya, jadi selama ini Erlangga sudah diam-diam mengikuti nya, dan memantau dirinya agar tidak ikut campur dalam urusan keluarganya. Dan selama ini ayah nya yang dibenci oleh warga.


Laura melangkah perlahan meninggalkan rumah om nya dan menuju penginapan, hatinya snagat hancur dan sangat hancur, lebih hancur saat dia mengetahui kalau dia hanya seorang diri di dunia ini.

__ADS_1


Saat ini, Laura belum tahu akan mulai dari mana semuanya.


__ADS_2