
"kurang aja banget lo alena!!!" amarah hajir mendorong tubuh alena hingga tetsungkur ke bawah, hajir sangat lah marah karena wanitanya di celaka kan, nazwa hanya berteriak "tolongggg!!! kaki gue lemas" teriak nazwa yabg terus meminta tolong seperti orang yang mau tenggelam, hajir pun bergegas melepas jass nya dan menolong nazwa, nazwa yang tidak sadarkan diri di gendong hajir, semua orang pun panik, terutama amel dan nadin, nazwa pun di bawa menajuh dari kolam renang , hajir merebahkan nya di lantai.
"duhh , din gue kawatir bangett" kata amel memeluk nadin.
"iya gue juga semoga nazwa tidak apa apa ya" ujar nadin bersedih.
"nazwa kenapa mel? duh siapa yang buat nazwa kaya gini !!" panik mama amel.
"alena tante" lanjut nadin.
"mommy kenapaa mommyyy!!!" teriak rion menangis dan memeluk tubuh nazwa.
"mana mana alena!!!!!" amarah hajir yang ber frustasi mengacak ngacak rambutnya. yang pasti si alena sudah kabur.
Hajir pun menekan dada nazwa supaya air yang di dalam tubuh nya keluar, dan berhasil di mulut leluar air yang banyak hingga nazwa terbatuk batuk, nazwa yang bergetar kedinginan langsung memeluk tubuh hajir.
nadin yang berlari ke arah pembantu rumah amel dan menyuruh pembantu untuk mengambilkan selimut. pembantu itu pun berlari ke arah nadin "terimakasih" ucap nadin langsung berlari ke arah kolam.dan memberikan selimut itu ke hajir, dan hajir melilit ke tubuh nazwa. dan gendong nazwa.
"kalian lanjutkan saja acara ini, biar aku yang mengantar nazwa pulang, dan rion titip rion dengan mu arham. " ujar hajir yang masih menggendong nazwa.
"baik lah jir, hati hatiii" kata renaldi.
"iya hati hati bawa nazwa nya" perintah amel.
Hajir pun keluar dari rumah amel, dan berjalan ke arah mobil nya, hakir sedikit berpikir dan hajir ingin membawa nazwa ke rumah nya itu.
****
"semua nya selamat menikmati hidangan kami" ujar renaldi berkata di mikrofon.
__ADS_1
"aku takut nazwa terjadi apa apa mell" kata nadinn.
"tidak apa apa kan ada hajir, marilah makan banyak banyak" ajak amel.
"yukk yaudahh" kata nadin.
"sebentar lagi kalian menjadi suami istri seperti kami" kata arham.
"iya hamm jadi gak sabar menjelang pernikahan" ujar renaldi tersenyum bahagia.
****
Penjaga pun membuka gerbang yang sangat besar itu, seoertinya tuan nya sudah datang.
"selamat malam tuan muda" ujar seorang penjaga yang sedikit gagah namun umur nya kayanya sudah mendekati (60 thunan).
Hajir pun langasung melewati penjaga dan para bodyguard yang banyak itu. dan hajir mengendong nazwa dan membawanya masuk ke rumah mewah nya itu.
"ah itu mah, ituu.. dia tenggelam di kolam" ujar hajir menjelaskan.
"apa yang kau lakukan dengan calon menantuku" ujar mama hajir marah.
" udah ah mah, hajir mau bawa nazwa dulu" kata hajir membawa nazwa melewati pintu lift
"jangan kau apakan anak gadis!!" teriak mama hajir.
Hajir pun membawa nazwa ke kamarnya. dan merebahkan nazwa kekasur hajir.
***
__ADS_1
acara lamaran amel dan renaldi sudah berakhir.
"sayang sangat melelahkan bukan, ini acara aku bhagia banget kalau sahabat aku bahagia" ujar nadin menuju arah pulang dari pesta tadi.
"ya sayang, aku sangat bahagia, kita tinggal menunggu nazwa menikah dengan hajir" ujar arham yang sedang fokus menyetir mobil.
"iya tu sayang, aku sangat heran dengan tu anak belum juga ya cinta sama hajir padahal hajir udah lama deketin dia" shaut nadin.
"yaudah pasti mereka akan menikah" ujar arham senyum kepada istri nya itu nadin.
"anak ini ganteng juga ya sayang" ujar nadin mengusap ngusap pipi rion yang tertidur itu.
"iya sayang bahkan aku ingin memiliki nya, tapi sudah di miliki hajir" laniut arham.
****
"aku harap setelah kau menikah dengan putri bungsu ku in kau menajaga nya dengan baik nak" tutur ayah amel.
"iya pasti om" kata renaldi tersenyum.
***
"sepertinya peri kecil ini sudah tidur" kata hajir mengusap ngusap pipi nazwa.
"ini semua gara gara alena awas aja nanti" emosi hajir.
Hajir pun bernjak ke tempat lain, namun nazwa menahan tangan hajir.
"jangan pergiii, temanii akuuuu, jangan pergiii!!" ujar nazwa melemah.
__ADS_1
"hmm, baiklah jika ini maumu" ujar hajir merebahkan dirinya di samping tubuh nazwa yang masih nyenyak tertidur. dan hajir memeluk nazwa.
"aku sangat mencintaimu" ujar hajir mengusap rambut nazwa yang harum strobery. "sangat wangi aku sangat suka bau strobery" ujar hajir.