
Matahari pun mulai menyinari kamar dua orang tersebut.begiitu aneh kamar itu terlihat asing bagi nazwa yang beda dengan kamar nya, nazwa dia membalikan badan dan tersadar ada orang yang tidur di samping nya.
"aaaaaa... arkkkkk!!!" teriak nazwa begitu terkejut.
"kenapa baby, telinga ku sakit sekali kau berteriak" ujar hajir terkejut karena nazwa berteriak.
"katakan padaku, kenapa jadi seperti ini kita sudah berapa kali kaya gini tau gak" nangis nazwa.
"kenapa kenapa?" tanya hajir begitu santai.
"kita itu belum halal taugak kamu malah merebut mahkota kuu... hiks...hikss" tangisan nazwa begitu takut akan terjadi hal yang aneh aneh.
"tidak apa apa, kalau kita nikah aku malah senang" kata hajirr, nazwa pun mendengar itu semakin menjadi jadiii.
"hikss....hiksss kau ke enakan saja aku malu tau gak, nanti mama sama papah aku kecewa banget sama aku hikss...hiks" kata nazwa menangis kencang.
"tunggu di sini" perintah hajir dan berjalan ke luar kamar nya.
Nazwa pun melihat lihat sekeliling kamar hajir, dan melihat robot hajir dia merasa tidak asing dengan robot robotan nya itu, dia sedikit mengingat tapi apalah yang terjadi malah bikin pusing kepala nazwa.
"dasarr anak ini, sudah besar masih main robot robotan" kata nazwa sambil tertawa.
Beberapa menit kemudian.
hajir pun datang membawa makanan untuk sarapan pagi.
"makan lah ini" ujar hajir memberi ke nazwa.
"tapii yang semalam tadi kau tidak apa apa kan aku kann!!!" kata nazwa gugup.
"ya mestiii lahh!!" senyum jahil hajir.
__ADS_1
"kau beneran merebut mahkota kuuu!! hiksss... hiksss aku tidak mauuu" ujar nazwa menangis.
Dan hajir pun tertawa kecil, hajir mendekatkan mulut nya ke telinga nazwa dan berkata "sudah ku bohongi kau percaya aja dengan ku, ternyata kau mudah di bohongi" bisik hajir tertawa.
"apa kau bilanggg!!!!" kata nazwa mencubit pipi hajir dengan kencang dan hajir berteriak kesakitan.
****
"sayanggg cepatlah bangunn kita akan kuliah nanti, dan rion bangunkan juga" teriak nadin yang sedang memasak di dapur.
"anak ituu, belum bangun juga ya" kata nadin berjalan menuju kekamarnya.
"heyyy, sayang bangunnn dongg cepatt nanti kita terlambat" kata nadin menggoyangkan badan arham.
"emm ciumm duluuu " pinta arham yang masih menutup mata.
"dasarrrr baiklah asalkan kau bangun" sambung nadin mencuim pipi arham, dan arham pun bersemangat bangun.
"eh aunty, rion udah bangun nih nihh" kata rion membuka lebar lebar matanya.
"sangat menggemaskan, marilah mandi dan makan ke bawah, soal seragam sekolah mu, aunty sudah mengambil nya di rumah mu" ujar nadin mencubit lembut pipi rion.
Setelah beberapa menit kemudian, arham, nadin, dan rion pun makan bersama di meja makan, mereka bertiga bercanda tawa.
****
"heyy sayang apa kau sudah siapp, mari ke kampus" ajak renaldi begitu senang melihat amel sudah rapi untuk menuju kampus.
"emmm sayang, aku sangat merindukan muu" peluk amell.
"hah, kan barusaja kita bertemu malam tadi" kata renaldi membalas pelukan amel.
__ADS_1
"iya rindu, aku jadi tidak sabar kalau kita nanti menikah, dan bertemu setiap hari" bahagia amel.
"ya aku sangat tidak sabar menunggu pernikahan itu" ungkap renaldi mengusap puncak kepala amel.
"sabar ya sayang, tinggal 2 hari lagi" kata amel mencubit ujung hidung renaldi.
"mari berangkat sayang" ujar renaldi yang tampak bahagia.
" baiklah ayo " sambung amel tersenyum.
****
Terdapat Nazwa yang begitu lahap memakan makanan yang di berikan hajir, hajir hanya tersenyum melihat tingkah nazwa yang sangat menggemaskan.
"emm apa kau sudah lama memiliki robot itu" tunjuk nazwa kepada robot yang di dapatkan nazwa tadi.
"yaaaa, itu mainanku waktu kecil, aku sangat menyayangi nya, waktu dulu aku bermain robot robotan di taman, sedirian, terus aku berlarian di taman itu dan aku terjatuh terdapat seorang anak perempuan yang se umuran dengan ku menolong ku dia sangat baik dan sangat cantik dia membawa sebuah boneka beruang berwarna pink, dan kami tidak sempat kenalan, karena anak gadis itu di panggil orang tuanya. aku masih saja mencari di mana keberadaan nya." jelas hajir kepada nazwa.
"whattt!!! apa yang di maksud hajir itu aku,tapi tidak mungkin" kata nazwa mengingat masa lalu.
"apa boneka beruang nya memiliki baju berwarna merah maron??" tanya nazwa meyakinkan hajir.
"iya itulah yang ku ingat, kenapa??" sambung hajir.
"ouhhhh!! kauuu ternyata kau orang yang ku cariii" teriak nazwa berpelukan dengan hajir.
"jadi kauu yang anak kecil itu, yang sangat cantik , dan bertubuh mungill!!!" ujar hajir begitu tidak percaya.
" yaa!! kita bertemu lagi" peluk nazwa kepada hajir dan di balas dengan hajir, hajir tidak menyangka kalau anak kecil yang di cari carinya yaitu iyalah wanita yang dia sukaiii??.
Like, komen, dan kasi vote temab temanš„°ā¤
__ADS_1