
Mobil itu berhenti tepat di depan ku, aku begitu penasaran siapa yang ada di dalam mobil itu?????? Apakah mobil salah satu teman sekelasku?????? Yang aku tau itu tidak mungkin mobil Rika.
Akhirnya rasa penasaran ku terjawab sudah, saat dia membuka kaca mobilnya. Aku sangat kaget dan tidak menyangka mengapa bisa dia ???????? Di saat kondisi ku sangat kusam begini, rambut ku sangat lepek dan bau keringat akibat panasnya cuaca siang ini . Aku sangat tidak percaya diri untuk berhadapan dengan dia sekarang.
"Mobil kamu kenapa??????? tanya nya
"Mogok dek, sepertinya battrynya harus diganti" ucap pak toto
Aku hanya bisa terdiam dan tidak berani menatapnya. Tiba- tiba dia membuka pintu mobilnya dan turun dari mobil sambil berjalan ke arah ku.
" Udah telpon ke bengkel gak pak???? ucapnya ke pada pak Toto dengan posisi berdiri di depan ku.
" Udah, ini lagi nunggu mekaniknya aja datang " jelas pak Toto
"Mau aku antar gak dis???? ucapnya
" Gak usah kenly , gadis gak mau merepotkan" Yah dl laki- laki itu adalah kenly, teman sekelasku yang terkadang membuat aku sering kali salah tingkah jika berhadapan dengannya.
"Non, mending minta anterin temannya ??? soalnya mekaniknya juga belum tau kapan datang?? Biar pak Toto aja yang jemput nyonya ke bandara. Kasihan non gadis kepanasan nunggu di sini" ucap pak toto
Sebenarnya apa yang di katakan pak Toto benar, aku merasa sangat lelah apa lagi cuacanya sangat panas. Seakan matahari itu tepat berada di atas kepalaku sekarang. Namun, aku juga tidak mungkin menebeng dengan kenly, hubunganku dan dia juga tidak sedekat itu.
" Yaudah dis, ayok kenly antar aja . Kenly gak merasa kerepotan " ucapnya sambil membukakan pintu mobil untuk ku.
Aku sangat kaget ,melihat dia membukakan pintu untuk ku. Jika sudah seperti ini mana mungkin aku menolak tumpangan dari nya.
" Pak Toto gak apa- apa gadis tinggal ??? ucapku
" Ya, gak apa- apa non " ucap pak toto sambil tersenyum.
Aku pun pergi berjalan meninggalkan pak Toto dan masuk kedalam mobil kenly.
" Kita gerek sekarang??? sambil melihat ku
" Ia " ucapku
Selama di mobil aku hanya berdiam diri. Aku yang jarang berbicara dengannya ,tiba- tiba berada di dalam mobilnya dan dia akan mengantarku pulang. Dia adalah laki- laki yang pertama tau di mana aku tinggal, karena sebelumnya Novi dan Dwi pernah mengantarku pulang. Perasaan ku begitu aneh, entah kenapa jatung terus berdetak begitu cepat. Apakah aku menyukai nya?????? Tidak, mana mungkin aku suka dengan laki- laki yang belum aku kenal. Setidaknya ketika kita menyukai seseorang, kita harus mengenalnya terlebih dahulu karena aku tidak pernah percaya cinta pada pandangan pertama. Cinta pada pandangan pertama tidak akan pernah ada, tetapi tertarik pada pandangan pertama itu mungkin terjadi.
" Gadis.... gadis.... " panggilnya
Suara itu membuat ku tersadar....
"Akhhh, ia kenly kenapa? ucapku
" Kamu mikirin apa??? tanyanya
__ADS_1
" Gadis cuma mikirin gimana pak Toto sekarang" ucapku ( aku mulai berbohong)
" Oh, tenang aja pasti mekanik nya udah tiba sekarang, kamu gak usah cemas ya" ucapnya dengan menenangkan ku.
" Ia kenly" ucapku dengan tersenyum kepadanya
" Rumah kamu di mana dis??? tanyanya
"Oh ,rumah gadis di jalan Cempaka blok B no 37 " saut ku
" Oh, oke"ucapnya
Keheningan di antara kami kembali terjadi, selama perjalanan menuju ke rumahku kami jarang berbicara .Kami hanya berbicara untuk hal - hal tertentu saja. Mungkin karena kami berdua saling canggung satu sama lain. Aku hanya fokus pada jalan yang kami lewati dan berharap cepat segera sampai di rumah, karena aku tidak menikmati kondisi ku sekarang terjebak dengan kenly teman sekelas ku yang baru beberapa hari ku kenal.
**Bebrapa menit kemudian**
Akhirnya kami sampai di depan rumahku, dia memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah ku.
" Sudah sampai dis" ucapnya sambil tersenyum melihat ke arahku
" Ia ,makasih ya kenly????? ehmmm, kamu mau mampir duluh??? ucapku (basa-basi dan berharap dia mengatakan TIDAK)
"Lain kali aja ya dis, kenly Masi ada urusan soalnya" ucapnya
"Yaudah ,kenly gerak ya dis" ucapnya
" Oke , hati- hati" ucapku sambil melambaikan tangan ke arahnya.
Akhhhhh, rasanya begitu sangat lega. Akhirnya aku terlepas dari situasi yang membuat aku sangat gugup berada di dekatnya . Aku berjalan masuk ke dalam rumah dan mencari bi Ijah.
" Bi Ijah..... bi Ijah...." teriak ku dari luar rumah.
"Loe, non gadis udah pulang????? Gak jadi ikut jemput mama ke bandara???
" Gak bi, mobil nya tadi mogok" ucapku sangat kesal.
" Loe ,terus non gadis pulang sama siapa??
"Sama teman sekolah gadis tadi" entah mengapa yang terlintas di pikiranku wajah kenly sepertinya aku sudah tidak waras.
" Yaudah ,non ganti baju duluh. Biar bibi siapin makan siang nya"
Aku berjalan ke lantai dua rumah ku dan menuju ke kamarku. Di dalam kamar aku merebahkan badanku rasanya sangat lega sekali.Entah kenapa hari ini aku merasa sangat lelah. Ketika aku mulai menutup mataku. Sebuah teriakan membangunkan ku.
"Non gadis, makan siang duluh" yaaaa, itu adalah suara bi Ijah ,dia sangat bawel jika aku tidak makan.
__ADS_1
Aku pun turun dan berjalan menuju meja makan. Mulai nanti malam aku tidak akan makan sendiri di meja makan ini. Membayangkan nya membuat ku sangat bahagia. Setidaknya aku bisa merasakan ke hangatan keluarga walaupun kurang lengkap tanpa papa yang masih memiliki urusan pekerjaan.
Aku mulai mengambil nasi dan beberapa lauk pauk yang di sediakan bi Ijah, saat aku sedang menikmati makan siangku. Satu panggilan masuk dari Rika di hp ku."Ada apa Rika menelepon ku??? pikirku dalam hati.
" Halo ,rikaaa????? Ada apa???? Tanyaku dari telephon .
"Gadis Wijaya........(teriak Rika)
Aku begitu kaget ketika mendengar teriakan Rika.
"Kenapa rika???...
" Sejak kapan kamu jalan sama kenly dis?????
Aku sangat kaget mendengar pertanyaan Rika, mengapa tiba- tiba dia bertanya seperti itu.
" Kok kamu nanya gitu?????? ucapku
" Ia di grup kelas lagi pada heboh, katanya kamu lagi ngedate sama kenly.Ada yang lihat kalian gitu. Kok kamu gak certa sama aku sih dis" ucap Rika
"Astaga Rika, gadis gak ada hubungan apa- apa sama kenly. Ia tadi gadis diantar pula sama kenly karena mobil gadis mogok kebetulan tadi dia lewat" ucapku sambil berusaha menjelaskan kepada Rika.
"Oh gitu, jadi yang di bicarakan di grup it bohong ya, Rika cuma kecewa aja kalau sampe itu benar tapi gadis gak cerita sama rika. Yaudah deh besok Rika mau dengar penjelasan gadis langsung"ucapnya
"Oke Rika" ucapku dan telepon pun terputus .
Nafsu makan ku mendadak jadi hilang, apa yang terjadi grup apa yang di maksud Rika. Itu yang sekarang terus terpiki di kepala ku. Aku sepertinya melupakan bahwa aku tadi sedang berjalan dengan salah satu laki- laki yang populer di sekolah ku dan di kelasku. Aku pun meninggalkan makananku di meja makan dan kembali ke kamarku untuk menenangkan diri.
Beberapa jam kemudian sura bi Ijah membangunkan tidur ku, karena terlalu banyak berpikir tanpa ku sadari aku tertidur.
"Non gadis , lihat siapa yang datang non teriak bi Ijah.
Sontak saja aku langsung bangkit dari tempat tidur ku.
"Mama, ucapku sambil berlari turun kebawah.
Saat aku turun ke bawah aku begitu sangat senang, mama ku sudah datang. Aku langsung berlari kegirangan menghampiran mamaku sambil memeluknya.
"Miss You Mom, ucapku sambil memeluknya begitu sangat erat.
"Me too honey " ucap mama sambil menciumi ku.
Hari ini aku merasa bahagia dan juga setres. Bahagia karena mama ku datang dan setres mengingat bahwa aku sedang di bicarakan di grup kelasku. Jujur saja aku tidak tau apa yang akan terjadi kepadaku besok di sekolah, tapi aku tidak terlalu memikirkan hal itu karena aku sekarang begitu sangat bahagia.
Bersambung....
__ADS_1