
"dasar ni orang berhati beku" kata nazwa pelan. di dengar oleh hajir dan revan, revan hanya menahan tertawa.
"apa kau bilang??" tanya hajir kepada nazwa.
"eh eh gakpapa" jawab nazwa terkejut dan menahan tertawa.
Akhirnya mereka betiga telah makan siang. nazwa makan dengan lahap membuat hajir ternsenyum dan menggelengkan kepala.
drtttt...drtttt...drtttt.... suara bunyi hp nazwa.
"eh bentar ya gue angkat telpon dulu" pamit nazwa kepada hajir dan revan. "y" jawab hajir dengan singkat.
telpon!
Nazwa: ya hallo? ini siapa ya?
Meri: oh hai, aku meri , apa kamu ingat?
nazwa: omg!!! apa kau bisa berbahasa indonesia?
Meri: iya, aku sedikit belajar bahasa indonesia, cepat ke rumahsakit mu , aku di sini..
Nazwa: oh baiklah bye..!!
tut...tut..
"Oh maaf jir, aku kerumah sakit dulu ya, teman ku datang " pamit nazwa tidak enak kepada hajir dan revan.
"baiklah aku antar " ujar hajir , nazwa hanya mengangguk.
__ADS_1
Hajir, nazwa, dan revan pun menuju kerumah sakit pratama.
****
"sayang apa kau masih marah dengan ku" tanya renaldi.
"ah tidak aku hanya melamun saja" jawab amel.
"kita jalan jalam yok yang" ajak renaldi.
"wah ide bagus ayo aku sudah lama tidak jalan jalan" kata amel tersenyum. amel dan renaldi berjalan jalan mengelilingi kota. dan tampak amel melihat seorang berjualam gulali.
"yang aku mau itu" kata amel ingin memakan gulali.
"baiklah tunggu di sini ya " iya renaldi dan membelikan amel gulali. akhirnya renaldi pun kembali.
"ammm enak banget makasih yang, kamu mau" kata amel memakan gulali berwarna warni.
"i love you so much" sambung amel memeluk badan renaldi sambil memakan gulali.
"i love you to" jawab renaldi tersenyum manis.
*****
"emm istriku lagi masak nih" kata arham memeluk pinggang nadin dari belakang.
"eh sayang nii liat aku masak rendang" jawab nadin fokus memasak.
"ehh pasti enak tuh" lanjut renaldi mencium leher nadin.
__ADS_1
"jangan di sini dulu sayang aku lagi masak entar malam aja ya" kata nadin dia sudah tau apa yang ingin di lakukan arham.
"yaudah iya sayang ku" jawab arham.
****
"hallo meri apa kabar mu" tanya nazwa datang ke arah meri di ikuti oleh hajir dan revan.
"baik ini rumah sakit kau besar banget" jawab meri melihat sekeliling.
"hai nazwa apa kau masih ingat aku" kata arley mengejutkan nazwa dan memeluk tubuh nazwa.
"aku ingat kok " sambung nazwa membalas pelukan arley. hajir hanya diam dia merasa tidak di perlukn nazwa di situ.
"lepass kan " bentak hajir melepas peluka arley dan nazwa. lalu hajir menarik pergelangan tangan nazwa. "eh eh , hentikan" ujar nazwa berusaha berhenti. "ikut aku!!" bentak hajir terlihat ngeri bagi nazwa. "kaliam tunggu di situ ya, aku pergi sebentar nanti aku kembali" teriak nazwa kepada meri dan arley.begitu pula revan menunggu duduk di kursi.
"lepasin sakit tau" ujar nazwa , hajir pun melepas tangannya.
"siapa pria itu?" tanya hajir berteriak.
"oh jadi karna itu? dia teman ku sewaktu di paris dan perempuan itu teman ku juga" jaeab nazwa begitu santay.
"kau kenapa berpelukan sama dia?" tanya hajir berteriak.
"dia kan temanku baru datang ya tentu lah kami berpelukan" kata nazwa.
"apa pria itu pacar mu?" tanya hajir.
"eh tidak!! dia hanya teman ku" jawab nazwa menenangkan diri.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen, dan kasih vote ya, maaf kalo aku jarang update maaf ya teman teman❤