
"apa kata kau orang marah marah kau sebut imut???"kata nazwa dengan kesal.
"aku suka cewek galak" lanjut hajir mengelus pipi nazwa.
"ekhemm" jar rion dia merasa tidak di pedulikan di situ.
"eh sayang, ini gara gara dad kamu nih, yuk pulang" ujar nazwa mebawa anak kecil itu.
"eh main bawa aja, wait!!!" kata hajir.
"dah ya, dad mau pulang dulu" pamit hajir mencium pipi rion.
"oke daddy, see you" jar rion tersenyum. dan mencium pipi hajir.
******
"Oh no, kalian menunggu di sini" tanya nazwa datang kembali ke tempat meri dan arley tapi meri dan arley sangat kekenyangan karena terlalu banyak makan.
"aunty meri" panggil rion memeluk meri yang masih kekenyangan itu, "hii rion" sambung meri mbalas pelukan rion.
"uncle arley?" panggil rion kepada arley.
"i miss you" lanjut arley mengusap kepala rion.
"Ya nazwa bolehkah aku menginap di rumah mu dengan arley, aku sangat bosan menginap di hotel terus, boleh ya" kata meri memohon.
"baiklah boleh, kalian boleh menginap di rumah ku" sambung nazwa memperboleh kan.
"thankyou friends" kata meri memeluk nazwa "sama sama" jar nazwa. arley hanya tersenyum karena dia bisa dekat lagi dengan nazwa.
Mereka pun akhirnya pulang, dan sesampainya...
"wowwww, ini rumah mu, gede banget" ucap meri melongo.
"hehehe terimakasih, ayo masuk" jar nazwa mempersilahkan meri dan arley masuk.
"eh mama?" tanya nazwa, "papa?" , "papa sama mama datang?" kata nazwa bertanya.
"wah tante nama saya meri , paman, halo aku temannya nazwa" ujar meri tersenyum, "saya juga teman nazwa nama saya arley" kata arley tersenyum.
"baiklah, nazwa ajak teman mu masuk dan antar ke kamar nya masing masing" jar mama nazwa.
"nenek" panggil rion memeluk mama nazwa.
__ADS_1
"haii riom cucu nenek" kata mama nazwa.
"kakek?" lanjut rion memeluk papa nazwa.
"kakek sangat rindu kepada cucu kakek" jar papa nazwa.
"wah anak ganteng kaya bule, mari masuk eh arley dan meri silahkan masuk" puji mama nazwa.
"oke tante terimakasih" ucap meri dan arley.
kamar nazwa."mom taugak, aku punya temen loh, perempuan lagi" jar rion sambil menulis.
"wah siapa tuh siapa" sambung nazwa kepo.
"itu meira, kami jadi sahabat" ucap rion tersenyum. "wah ternyata kalian jadi sahabat, gini ya kalian gak boleh saling ninggalin ya" lanjut nazwa mengusap puncak kepala anak kecil itu. "oke mom" jar rion lanjut menulis.
Ke esokkan harinya...
tok...tok...tok
"woahhh, siapa sih pagi pagi udah ngetok pintu kamar " ujar nazwa menguap.
"ya bentar, sabaran coba jangan ketuk mulu" lanjut nazwa berjalan ke pintu dan membuka nya.
"hoaaaaa, pagi pagi begini emang ngapain sih" kata nazwa kembali menguap.
"aku ingin masuk ke kamar mu boleh" sambung hajir menerobos masuk.
"hey aku belum mengizinkan mu, dasar pria menyebalkan" jar nazwa kesal. nazwa pun kembali merebahkan tubuhnya untuk tidur kembali soal hajir bodo amat baginya hanya angin lewat,yang penting tidur.
"wowww" ucap hajir melihat nazwa yang sudah tertidur. hajir berisaha diam diam ikut merebahakan tubuhnya di kasur nazwa.
"sangat imut" kata hajir tersenyum.
lalu hajir memeluk pinggang nazwa begitu erat.
cup" ya begitulah hajir me*um*t b*b*r nazwa dengan lembut. nazwa langsung terkejut dan berusaha memdorong dada hajir dia tidak bisa karena hajir begitu erat memeluk nazwa.
nazwa memukul mukul dada hajir karena dia kehabisan nafas, hajir pun langsung melepas ci*m*n nya itu.
"huhhhh" nazwa mengatur nafasnya.
"dasar kau brengsek, beraninya merebut ciu*an pertama ku!" ujar nazwa cemberut.
__ADS_1
"bibir mu sangat manis" jawab hajir tersenyum. nazwa hanya marah, hajir terlalu gemas dengan perlakuan nazwa, lalu hajir mendekat kan bibir nya kembali ke nazwa. nazwa mudur.
"hay m-o-m-m-y, haaa daddy ada di sini juga horeee" ujar rion membuka pintu kamar nazwa.
"rion kok gka ketuk dulu" jar nazwa dia tidak mau anak nya itu melihat perlakuan orang dewasa.
"tadi rion udah ketuk pintunya, tapi gak ada jawaban dari mom jadi rion masuk" jelas rion.
"untung tadi gak sempat ci*m*n " kata nazwa mengusap dada nya.. "hey jangan senang dulu, lain kali aku akan melakukannya lagi" bisik hajir tersenyum, "dasar kau!!" sambung nazwa.
"ayo mom dad, di suruh sarapan sama nenek" ajak rion mebawa mom dad nya.
ruang makan keluarga pratama. "selamat pagi" ucap nazwa kepada semua orang.
"eh nazwa, kok ada pria itu lagi?" tanya meri kepada nazwa. "oh dia datang tadi" jar naxws cuek.
"wah kau hajir ahmad?" tanya mama nazwa.
"bagaimana kabarmu nak hajir?" tanya papa nazwa.
"baik pa" kata hajir tersenyum.
'itukan pria yang di rumah sakit kemaren' gumam arley. mereka semua pun makan bersama. lalu selesai makan.
terlihat dua orang pria sedang berebut untuk masuk duluan ke kamar nazwa. hajit dan arley.
"bisakah kau minggir" ujar hajir kesal.
"kau yang minggir" jawab arley. mereka tampak berebut pintu untuk masuk. tidak di sangka nazwa duluan mebuka pintu dengan pakaian dokter.
"Oh ya ampun, bisakah kalian tidak usah berkelahi di sini, kalian berkelahi saja sana di lapangan, jangan di rumah ku" kata nazwa kesal.
"eh nazwa mari berangkat bareng"tawar arley.
"baby, ayolah kita mengantar anak kita ke sekolah" ujar hajir, arley terkejut dengan kata "anak kita".
"tuan hajir, dan tuan arley, saya pergi mengenakan mobil sendiri saja makasih dengan tawaran nya." lanjut nazwa meninggalkan hajir dan arley.
"nazwa jangan menolak" ujar arley.
"i don't care" lanjut nazwa kembali berjalan untuk menuju ke kamar rion, hajir hanya tersenyum karena nazwa mengabaikan arley.
author: Hay teman teman, disini aku mau minta maaf kalo aku gak sering up maaf banget, tapi makasih yang udah like komen dan di kasih vote. plis di kasih like, komen , dan vote karena author tambah semangat nulisnya. oke teman teman makasih banyak๐๐๐
__ADS_1