
"nenek kakek kue ini enak sekali?" ujar meira bercandaan dengan nenek kakek nya yang bersama membuat kue. sedangkan arham dan nadin mereka berdua hanya tersenyum melihat mereka akur.
"sayang mereka sibuk membuat kue, lebih baik kita bemain di kamar" ajak arham berbisik krpada istri nya itu.
"sorry sayang, kita tidak bisa meniggalkan mereka" jawab nadin. "sayang ayolah" sambung arham memohon.
"baiklah ayo" kata nadin, arham tersenyum dan menggendong tubuh istrinya itu ke kamar untuk bermain. yang terjadi ya begitulah.
toktoktok,ketukan pintu kamar nadin dan arham, sepertinya ada orang yang mengetuk kamar arham dan nadin.
"shit!!" jar arham karena aktivitasnya terganggu. "oh ya siapa" tanya nadin dan mebuka kan pintu.
"maafkan saya telah menggangu, nyonya besar menyuruh saya untuk memanggil anda dan suami anda untuk makan bersama" kata pembantu tidak enak.
"baiklah terimakasih bi" jar nadin.
"sayang maaf kan aku mari makan" ajak nadin tersenyum melihat suaminya kesal.
"oh maafkan kami telah mengganggu aktivitas kalian di dalam kamar" kata mama nadin.
"tidak apa apa ma" jawab nadin, tapi arham masih kesal. arham dan nadin pun berduduk di meja makan.
"apa kalian berencana buat cucu baru ya?" tanya papa nadin membuat nadin tersedak.
"tentu saja pa" jawab arhan tersenyum.
"tidak tidak nanti saja" jar nadin malu.
*****
"hey sayang, rumah sepi sekali " kata amel sangat bosan.
"apa kau mau kita membuat baby, biar kau tidak kesepian" lanjut renaldi tanpa basa basi.
"baiklah tapi lain kali saja ya sayang" kata amel tersenyum.
"mari kita bermain di luar" kata renaldi kepada amel.
"ayo mari kita bermain tapi bermain apa ya??" jar amel bingung.
"oke kita bermain bola saja" sambung renaldi tersenyum.
__ADS_1
"sayang jika aku hamil, kau mau anak perempuan atau laki laki?" tanya amel tanpa basa basi.
"boy" jawab renaldi.
"aku maunya perempuan" lanjut amel.
"boy!!" sambung renaldi.
"no, perempuan!!" tolak amel.
"terserah kau saja sayang" ujar renaldi pasrah.
******
"dokter apakah kau sedang tidak enak badan?" tanya suster.
"oh mungkin cuman masuk angin" kata nazwa.
"sebaiknya dokter bersistirahat saja di rumah" lanjut suster itu.
"baiklah sus, aku pulang!" jar nazwa kepalanya sangat pusing.
Di rumah nazwa. terlihat dua orang pria yang sedang menunggu kedatangan nazwa. yaitu hajir dan arley.
"ouh ya ampun, bisakah kalian tidak menggangguku? dasar dua pria menyebalkan" ujar nazwa kesal.
"hay nazwa, ayo masuk" ajak arley kepada nazwa dan memegang pergelangan tangan nazwa.
"hey lepaskan dia" kata hajir kesal.
"ayo masuk dengan ku, atau aku ci*m kau di sini" bisik hajir kepada nazwa.
"oh yayayaya, baiklah" jar nazwa takut di ci*n lagi dengan hajir. hajir dna nazwa pun masuk sedangkan arley mengikuti di belakang nazwa. dua pria itu berebutan untuk dekt dengan nazwa.
"bisakah kalian tidak berkelahi seperti anak kecil di sini???!!" kesal nazwa. dan mereka bertiga beduduk di ruang tamu.
"sepertinya rumah ini sepi? kalian tau di mana mama dan papa ku?" tanya nazwa kepada hajir dan arley.
"tadi mama dan papa mu pergi berbelanja ke mall" jar arley.
"terus di mana para pembantu lainnya?" tanya nazwa bingung.
__ADS_1
"mama mu mengajak para pembantu untuk ikut berbelanja" sambung arley, tapi hajir kelihatan cuek dia hanya melihat ke layar hp.
"Oh" jawab nazwa singkat.
"sayang, tolong buatkan aku kopi" pinta hajir kepada nazwa.
"aku juga aku" lanjut arley.
"hanya satu gelas saja,kepala ku lagi pusing sekarang kalian adu suit siapa yang menang aku buatkan"
"baiklah siapa takut" jar arley. hajir dan arely pun suit dan yang menang adalah... hajir.
"Oh my god, ternyata hajir yang menang" gumam nazwa dalam hati.
"baiklah yang ku buatkan itu hajir" jar nazwa.
"tidak bisa hajir curang!!" kata arley, "kau!!" ujar hajir geram kepada arley.
"ini sudah deal yang ku buatkan hajir" nazwa berjalan ke dapur. nazwa tersenyum licik berniat untuk menajahili hajir, dia membuat kopi dan memasukan banyak garam ke kopi.
"ups maaf" kata nazwa tertawa kecil. lalu nazwa menuju ke ruang tamu. dan memberi kopi itu ke hajir. "terimakasih sayang" jar hajir.
"hey yang seharusnya minum itu tuh aku" kata arley mencoba merebut minuman itu, hajir hanya menolak dan lanjut meminum kopi hajir melotot kepada nazwa dan ingin memuntahkan kopi itu tapi nazwa melotot ke nazwa melihat pisau di tangan nazwa.
'sialll, dia mengerjaiku!' gumam hajir dalam hati.
"nih nih, buat lo gue udah kenyang" kata hajir ingin muntah.
"wah benarkah" ujar arley senang bisa meminum buatan nazwa. dia meminum itu sampai habis dan ingin memuntahkan kopi itu, tapi nazwa sudah melotot dan mengangangkat pisau.
"wih sangat asin kopinya" ujar arley berlari ke kamar mandi. sedangkan nazwa berlari ke kamar untuk kabur.
"awas kau nazwa!!" jar hajir mengejar nazwa.
"hay" ~author
"diam thor ganggu aja ni lagi sama hajir" ~ nazwa
"kabur dah gue gak mau ganggu hubungan orang?" ~author , ga jelas banget iniπ maaf ya teman teman.
jangan lupa like, komen, dan kasih vote yaππ
__ADS_1