
"Ke esokan harinya"
TELPON
amel: hey marilah kesini
nazwa:memangnya mau ke mana sih
amel:datang saja ke jalan xxxxx
nazwa:baiklah kebetulan hajir udah di sini
amel: yaudah bye.
hajir, nazwa, dan rion pun akhirnya menuju ke jalan yang di berikan amel.
setekah sampai. nazwa, hajir begitu terkejut apalagi rion, karena amel, renaldi, arham,dan nadin begitu juga meira mereka mengasih kejutan kepada nazwa dan hajir.
"pacarann!!! pacaran!!!" teriak amel, dan nadin.
"eh tunggu sebentar kenap ini" jar nazwa tertawa.
"kenapa kau tertawa?" tanya nading bungung.
"maaf ya, maaf banget, itu aku udaj jadian sebelumnya dengan hajir" jelas nazwa menahan ketawa.
"oh my god, jika aku tau , kita gak buat kek beginian, tapu gapapa lah ya, yu berenang bareng" ajak amel karena di hadapan mereka terdapat pantai.
"hai rion, bolehkah aku ijut bermain" pinta meira kepada rion yang sedang bermain dan mebuat istana pasir.
"boleh meira ayo kita membuat istana pasir" ajak rion tetsenyum.
"baiklah" meira pun ikut bermain dengan rion.
__ADS_1
"oh iya, aku brlum ngasih tau nih" jar amel. renaldi hanya tersenyum bahagia
"ngasih tau apa" tanya nazwa kepo.
"apa tuh"sambung nadin.
"aku" "hamil" jar amel tersenyum bahagia.
"omgggg!!! dinn!! kita jadi auntyy " ujar nazwa teriak dan memeluk amel nadin.
"syukurlah, kalau begitu aku sangat bahagia" jar nadin tersenyum.
"selamat nal "jar hajir kepada renaldi.
"iya tuh, jir kita jadi uncle" kata arham.
"eh lihat tu lihat, meira sama rion akrab banget" jar amel.
"wah, semoga sampe besar ya" ucap amel.
"iya seneng deh" kata nadin.
"ayo kita berenang lagi rame tau" ajak nadin tidak sabaran.
"yaudah yuk guys " jar amel tertawa bersamaan dengan nadin dan nazwa. mereka tampak senang bermain, benyanyi, dan selfi, setelah itu malam pun tiba angin sepoy sepoy, dan mereka mendirikan tenda di situ, tenda itu tidak terlalu dekat dengan pantai.
lampu kelap kelip mengiasi malam.
"hey heyy, kita bermain yok" ajak nazwa.
"bagaimana kalau kita menyuruh suami kalian sama hajir, dan menyuruh nya menari " kata nazwa berbisik kepada nadin dan amel.
"oke sip ide bagus" jar nadin dan amel.
__ADS_1
"sayang bolehkah aku memintamu menari" pinta amel.
"eh apa itu nggak ah " tolak renaldi karena hal itu sangat memalukan.
"ayolah sayang, dedek bayi lagi pingin nih liat papa nya menari" mohon amel.
"emmm" pikir renaldi.
"sayang, bisakah kau menari" jar nadin memohon kepada suaminya.
"ngapain sih aku gak mau"tolak arham.
"plis meira juga ingin terhibur" kata nadin kembali memohon.
"emmm" pikir arham.
"hajir, kamu bisa gak menari , ayo menari" ajak nazwa memohon.
"heyyy, itu hal yang memalukan" jar hajir.
"ayolah, nanti aku kasih jalan ci*man , mau gak" mohon nazwa.
"nah kalau begitu aku setuju" jar hajir langsung berdiri karena bersemangat.
arham, renaldi, dan hajir pun tampak sudah memasang selendang. meira, rion, nazwa, amel, nadin tampak menyaksikan. uluran musik pun muncur dan renaldi tampak malas menari arham pun juga, sedangkan renaldi semangat marena satu hal ci*man.
"ha...ha..ha..haa" tawa nazwa, amel, nadin, rion, dan meira.
"lucu sekaliii" jar nadin tertawa.
"ngakak ya ampun" tawa nazwa memegangi perutnya sakit perut karena tertawa.
"ha...ha..haa, lihat nak papamu menari" jar amel tertawa mengusap perutnya.
__ADS_1