
Amel,renaldi,arham,dan nadin pun senyum senyum melihat kebingungan nazwa bisa, hajir juga ikut tersenyum dan menarik pergelangan tangan nazwa lalu hajir pun memeluk tubuh nazwa dan mencium jidat nazwa.
"aku sayang kamu" kata hajir pelan, masih memeluk sambil mencium jidat nazwa, nazwa tidak bisa berkata apa apa , ada rasa bahagia di hati nazwa tapi dia bingung. nazw Hanya memejamkan matanya, begitu pula hajir sudah diduga dia pasti sangat bahagia. tidak lupa kalau nadin iseng nge foto hajir dan nazwa, berdua itu tidak sadar kalau sudah di ambil foto.
setelah 20 menit yang lalu sesuai tantangan yang dia minta, hajir pun melepas pelan pelukannya ke nazwa dan melepas mulut nya yang mencium nazwa, akhirnya nazwa pun mengusap ngusap jidat nya dengan tersenyum.
"ekhem, cieee" ledek amel memakai siku ke nazwa.
" au ahhh serah kalian" kata nazwa minum dengan santai.
" hajir nieee udah bisa aja nyium nazwa" ledek renaldi.
"iyatuh nal, mesra banget" sambung arham.
"bahkan gue juga bisa cium tu cewe setiap hari" bisik hajir kepada arham dan renaldi.
"ouhh, baiklah "kata arham menepuk pundak hajir.
KE ESOKAN HARINYA
Terlihat di ruang dapur , dengan dua gadis yang sedang memepersiapkan makanan , yaitu amel dan nadin.
"heyy , apakah tidur mu nyenyak" sapa renaldi yang datang menemui istri nya itu yang sedang menyiapkan sarapan.
__ADS_1
"nyenyak sayang walaupun kita tidak tidur bersama dulu,tapi kau sudah menjadi suami ku kok" kata amel tersenyum bahagia.
" halo ,hoaaaaa" arham menguap .
" hai sayang, yuk sarapan dulu" ajak nadin melihat suami nya yang datang ke ruang dapur. arham pun mengangguk.
" dimana hajir?" tanya arham.
" yaudah gue bangunin hajir dulu, sayang kamu bangunin ya nazwa" ujar arham menuju kamar hajir.
Renaldi yang menuju kamar hajir pun berjalan dan sudah di depan pintu kamar hajir. "apa kau di dalam mari sarapan kita akan ada pelajaran kuliah" teriak renaldi di luar pintu. "ya baiklah nanti aku ke sana" balas hajir di dalam pintu yang sedang memakai baju.
Sedangkan amel, yang menggelengkan kepala karena nazwa yang tidur begitu nyenyak, "hidup seperti tuan putri tapi tidur begini sampe kasur muat dengan dirinya satu orang" geleng kepala amel dan mengambil air gayung di kamar mandi.
simburan air ke muka sampai sampai baju nazwa basah kuyup.
"astagfirulah, mimpi buruk apa ini" teriak nazwa dan bangun.
"cepatlah bangun, aku tunggu di meja makan kita akan ada pelajaran kuliah pagi" ajak amel . meninggalkan nazwa yang masih basah kuyup, rambut nya pun ada titisan bekas air.
" huh, dingin sekalii ini " ujar nazwa bergetar dengan cepat bangun dan berjalan keluar kamar menuju ruang makan.
di tempat lain, amel yang sedang tertawa terbahak bahak berjalan ke arah ruang dapur, "kasian tu anak, maafin aku ya Wa" tawa amel hingga sudah sampai ke ruang makan.
__ADS_1
Nazwa sesampainya di ruang makan, nazwa yang masih mengigil ,kedatangan nazwa dilihat dengan hajir,arham, nadin, amel, dan renaldi.
"kau kenapa basah kuyup begitu" ujr hajir terkejut. dan langsung memeberi jaket berbahan lepis , seperti gaya badboy. tapi tetap tampan kok.
"renaldii, aku minta sama lu, jangan sekali kali lu bangun telat bisa di simbur lu pake air" ujar nazwa yang berduduk di meja makan di sebelah hajir.
"melll, sangat lucuu, ngakak woii" tawa nadin tertawa karena ke galakan amel.
"iyalah guee" kata amel.
Mereka pun, makan dengan damai.
terlihat nazwa mengolesi roti dengan selai anggur karena itu permintaan paksa hajir.
"ettttt!!! jangan pakai selai anggur, hajir suka dengan strowbery" henti arham.
"stttt diamm" perintah hajir berbisik kepada arham.
"lah kenapa" tanya nazwa kebingungan.
"nah gini, hajir itu paling suka sama warna pink, apalagi baju pernah juga pakai warna pink, nah sampay buah nya pun strowbery karena warna pink" penjelasan renaldi.
"HA....HA....HA....HA..." tawa nazwa, amel dan nadin.
__ADS_1