
"sorry I surprised you (maaf aku sudah mengejutkan mu)".kata meri sedikit menyesal.
"Yes, it's fine, Meri (iya tidak apa apa meri)" ujar nazwa tersenyum.
"where did you go after college? (apa kau setelah kuliah kau ke mana?)" tanya meri.
"I want to go to Indonesia (aku mau ke indonesia)" jawab nazwa tersenyum.
"can we meet later (apa kita nanti bisa bertemu)" sambung meri sedikit sedih.
"it's okay, meri, I'll meet you later, or you meet me (tidak apa apa meri, nanti aku menemui mu, atau kamu yang menemui ku)" sahut nazwa memeluk tubuh meri.
"may I have your telephone number so that we can chat later (apakah aku boleh minta nomor telpon mu biar nanti kita bisa chatingan)" lanjut nazwa.
"be happy with pleasure (baiklah dengan senang hati)" ujar meri menguarkan hp nya.
*****
"gue ke toilet dulu ya" ujar nadin pamit dengan amel.
"baiklah aku tunggu" jawab amel.
Nadin pun ke toilet karena perut nya merasa mual mungkin nadin kira karena masuk angin.dia mem*tahkan isi perut nya.
Sebelum nya dia curiga dengan kejadian ini selama 2 hari perut nya merasa mual dan kepalanya pusing, sebab itu dia membawa te*pek untuk memeriksa apakah benar.
dia pun memeriksa, dan hasil nya positif.
"ya ampun, apakah ini benar" ujar nadin terharu. nadin pun kembali ke meja yang masih ada amel. dia sangat bahagia itu.
"ceh. kenapa kau lama sekali ke toilet" ujar amel.
__ADS_1
"kamu tau gak kalau aku itu hml??" bisik nadin membuat amel melebarkan matanya.
"serius luuu, yeyyyy bakal jadi tante yeyeyyy!!" kata amel berteriak.
"sttt jangan keras keras ngomong nya " kata nadin berbicara pelan.
Mereka pun segera me nelfon nazwa.
"I think someone is calling you (kayanya ada yang lagi menelfon kamu)" ujar meri.
"give me a second (bentar ya)" kata nazwa meng angkat panggilan vidio call dari sahabat nya itu.
amel: halo??? apa kabar??
nadin: hayy nazwa.
nazwa: aku sangat baik, bagaimana dengan kalian.
nadin: hehehe
nazwa: lah ada apa coba kasih tau penasaran nih aku.
amel: kita bentar lagi jadi calon tante nih.
nadin: hmm iya bener.
nazwa: alhamdullilah.
amel: kamu sama siapa Wa?
nazwa: oh ini perkenalkan dia meri teman ku di sini (nazwa mengalihkan kamera ke arah meri).
__ADS_1
meri: hi, my name is meri.
nadin:hallo meri.
amel: hallo meri.
meri: haii
nazwa:ya udah aku tutup dulu ya telpon nya dah sayangkuu.
tut...tut...tut
*****
"sayanggggg!!!" teriak nadin.
"iya sayang ada apa?" ujar arham.
"kamu sebentar lagi jadi ayah" bisik nadin pelan.
"whattt, benarkahh sayang" kata arham langsung menggendong istrinya itu dengan penuh gembira.
"kita akan menajadi orang tua sayang" kata nadin terharu.
*****
"What is wrong ? what you want to talk about, it looks serious (ada apa ? apa yang ingin di bicarakan, keliahtan nya serius)" kata nazwa.
"Nazwa, do you want to be my lover? (nazwa, apa kau mau jadi kekasihku)" ujar arley memberi bunga.
"sorry, I can't, sorry once more (maaf, aku tidak bisa, maaf sekali lagi)" ujar nazwa tidak enak.
__ADS_1