Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Mencari Tahu Kebenaran Dirinya


__ADS_3

Minggu pagi yang cerah di hari liburku yang baru saja aku mulai, Karena kemarin adalah hari terakhirku mengajar sebelum akhirnya masuk ke semester berikutnya. Libur panjang menantiku dengan berbagai agenda yang juga telah aku persiapkan.


Aku menelfon kekasihku untuk menanyakan apakah hari ini dia bisa jalan bersamaku, berhubung karena tadi malam kami tidak pergi karena dia ada urusan keluarga, ya walaupun sedikit aneh karena dia yang biasanya malas mengikuti acara keluarga kini tiba tiba seperti itu, apalagi di malam minggu, malam yang biasanya tidak pernah ia lewatkan untuk bersamaku.


" Halo, morning sayang, kamu lagi apa? uda sarapan? " kataku menyapanya lewat telfon


" Emm iya udah kok udah" jawabnya singkat


" Oh iya hari ini kamu bisa enggak keluar sama aku, kamu kan tau kita uda lama banget gak ketemu" pintaku


" Aduh gimana ya Ta, bukannya aku gak mau tapi aku udah ada janji sama Bian nih"


" Hmm kenapa ya Langit akhir akhir ini kamu tu jarang banget ada waktu buat aku, segitu gak pentingnya ya aku buat kamu? "

__ADS_1


" Ya ampun Zeta bukan gitu, aku uda terlanjur janjian sama Bian gak enak dong kalau aku batalin, dia minta temenin aku cari bahan buat dekor cafe dia, gak mungkin dong aku tolak. Maaf ya next time janji deh pasti"


" Hmm yaudah deh "


Aku pun langsung menutup telfonku karena kesal, Langit benar benar tidak memprioritaskan aku lagi.


Siang itu aku hanya berdiam diri di kosan, maklum aku adalah anak kos yang agak jauh dari keluarga. Jadi aktifitasku sepulang mengajar banyak aku habiskan hanya sendirian di kos.


Yola mengajakku untuk keluar sore ini, berhubung karena aku pun sedang tidak ada kegiatan maka aku pun mengiyakan ajakan Yola.


Kami akhirnya bertemu dan memutuskan untuk menonton film sore itu. Sesampai disana Yola memesan tiket dan aku membeli popcorn. Saat aku sedang menunggu Yola tiba tiba menghampiriku dengan wajah kaget.


" Ada apa sih Yol? "

__ADS_1


" Mbak ini popcorn nya " Belum terjawab oleh Yola, pertanyaanku sudah dipotong oleh mas penjual popcorn


" Oh iya ini mas uangnya, makasih "


Yola masih pada wajah paniknya dan dia mengatakan padaku bahwa dia baru saja melihat Langit.


" Kamu serius ngeliat Langit? tapi kayaknya gak mungkin deh yol soalnya dia kan lagi pergi sama Bian"


" Beneran Ta aku liat dengan jelas tadi itu beneran Langit, tapi kan Ta dia lagi sama cewek gitu bukan sama Bian "


Aku pun terdiam, tak mungkin Yola mengada ada


Aku pun akhirnya mencoba menelfon Bian untuk memastikan semuanya. Tapi betapa terkejutnya aku saat Bian mengatakan bahwa dia sedang ada di cafe dan sedang tidak bersama Langit, bahkan Bian pun bilang bahwa dia tidak ada bertemu langit satu harian ini. Fikiranku kacau, ternyata Langit berbohong padaku, lalu apa itu berarti yang dilihat Yola benar adanya? Akhirnya aku putuskan untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi hari ini.

__ADS_1


__ADS_2