Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Baru Dimulai


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang setelah kami menghadiri pertunangan Langit, Dean terlihat begitu murung.


Dia hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun, tak seperti biasanya, Dean hanya fokus menyetir dan tak memperhatikanku sedikitpun.


" De, kamu kenapa? dari tadi diem aja " Aku memberanikan diri untuk bertanya pada Dean.


" Hmm... Gakpapa " Dean hanya menjawabku dengan singkat.


" Apanya yang gakpapa, kamu diem aja dari kita masuk mobil sampek sekarang ini, ada apa sih De? " aku memaksa Dean agar dia menjawab pertanyaanku.


Dean hanya tersenyum kearahku tanpa memberikanku jawaban apapun.


Aku pun yang bingung harus bagaimana akhirnya hanya ikut terdiam, mungkin nanti ketika kami sampai dirumahku aku akan pelan pelan bertanya pada Dean, fikirku dalam hati.


Kami tiba dan Dean membukakan pintu mobilnya untukku.


Sesegera mungkin setelah aku turun aku menarik tangan Dean.


" Sini ikut aku " aku mengajaknya masuk ke dalam rumahku


Aku menyuruhnya duduk dan kutanyakan dengan begitu lembut kepada Dean


" Kamu kenapa De, kalau kamu ada apa apa cerita ke aku, bilang ke aku. Aku gak mau kamu nyimpen sesuatu yang bikin kamu gak sukak. Kita baru aja resmi jadian De, masak ni sekarang kamu uda gini sih ke aku, ada apa Sayang, bilang ke aku " Aku memegang pipi Dean


Dean hanya menatapku dan.... Tiba tiba ia langsung memelukku.


" Aku takut Ta, aku takut " Dean memelukku dengan sangat erat.


" Kamu kenapa De? takut apaa? " Jawabku


" Aku takut kamu akan ninggalin aku dan kembali ke Langit "


Aku terkejut mendengar perkataan Dean. Aku perlahan melepaskan pelukannya lalu ku genggam tangannya.


" Dean ya ampun, apa yang mau kamu takuti cobak, aku sama Langit uda gak ada apa apa. Aku uda punya kamu De, aku gak butuh Langit atau siapapun itu. Kamu pelengkap kebahagiaan aku De, kamu yang uda buat aku ngelupain Langit, terus untuk apa aku kembali lagi ke Langit. Lagipula Langit uda bahagia sekarang, sekalipun semisal terburuk Langit masih mencintai aku, aku juga gak akan pernah mau kembali sama Langit ". Aku berusaha menenangkan Dean


" Kamu janji kan Ta, gak akan pernah tinggalin aku apapun yang terjadi? "


" Kamu bisa pegang kata kata aku, kamu bisa pegang janji aku. Aku gak akan pernah nyakitin kamu apalagi sampek ninggalin kamu " Kata kata itu ku ucapkan dengan sungguh sungguh dari hatiku yang paling dalam. Karena hari ini benar benar sudah ku putuskan aku akan melanjutkan hidupku tanpa ada masa lalu yang menghantuiku lagi. Dan aku hanya akan fokus mencintai Dean.


" Makasih ya Ta, kamu buat aku jadi lebih tenang ". Dean menyandarkan kepalanya di bahuku.


" Iyaa sama sama sayang ". Ucapku sambil mengelus rambut Dean.


Hidupku lengkap sekarang, kebahagiaanku terasa komplit, kini ada Dean disampingku.


*** Dirumah Langit

__ADS_1


" Mau kemana kamu Langit? " Tante Maya bertanya ketika melihat Langit berjalan ke luar rumah.


" Pergi " Jawab Langit dengan begitu singkat.


" Mau kemana sih kamu, kalau pun mau pergi setidaknya sarapan dulu dong " Ucap Tante Maya.


" Gak perlu, aku bisa sarapan di luar " Jawab Langit yang langsung pergi tanpa berpamitan.


" Langit kok begitu sih Ma, ini semua pasti gara gara pertunangan itu kan, Mama sih maksa Langit, jadinya kayak begini kan ". Papa Langit terlihat begitu kesal.


" Kalau Papa gak tau apa apa mending diem aja deh Pa. Harusnya Papa tu bersyukur ya, karena gara gara pertunangan ini perusahaan kita gak jadi bangkrut " Jawab Tante Maya


" Iya Papa tau Ma, cuma liat anak kita jadi begitu "


" Udah deh Pa. Papa gak usah khawatir, kalau masalah Langit itu gampang. Yang penting kita tetap harus menjaga hubungan baik dengan keluarga Farah. Karena mereka tambang emas kita Pa "


Papa Langit hanya terdiam mendengar ucapan Tante Maya, dia tidak bisa berbuat apa apa, karena memang perusahaan mereka bisa kembali berbisnis berkat bantuan orangtua Farah.


Dan dirumah Langit, kekuasaan sepenuhnya memang dipegang oleh Tante Maya. Papa Langit yaitu Om Yoga hanya bisa menuruti dan mengikuti semua keinginan Tante Maya. Karena Tante Maya lah yang mempunyai kuasa atas perusahaan dan aset aset keluarganya.


***


Pagi yang begitu cerah menyelimutiku hari ini, Dean seperti biasa menghabiskan paginya dirumahku untuk sarapan dan mengantarkanku pergi bekerja.


Kami sudah seperti sepasang suami istri kalau seperti ini jadinya😳


" Pulang kerja jam berapa Ta? " Tanya Dean padaku.


" Gakpapa Ta, aku pengen jemput kamu " Jawab Dean.


" Kan kamu kerja De "


" Ya aku kan bisa permisi, lagian kalau kamu pulangnya sore ya itu berarti sama dong sama jam nya aku pulang kerja "


"Iyaa sih De. Yaudah deh De terserah kamu aja, nantik kalau aku mau balik aku kabarin kamu yaa "


" Okee sayang " Jawab Dean.


*** Sementara itu di rumah Bian


Tok....tok....tokk....


Terdengar suara ketokan pintu di rumah Bian.


" Aihhh....... Siapa sih ahh pagi pagi buta kek begini uda dateng ke rumah orang ganggu ajaaaa " Bian yang saat itu baru bangun beranjak ke arah pintu rumahnya.


" Ehhhh, yang dateng pagi pagi begini tu biasanya ibu kost kan yaa. Waduhhh aku kan belom bayar uang kosan. Pura pura gak denger aja deh ahh, bahaya ni soalnyaa " Bian menghentikan langkah kakinya dan kembali menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


Tokk.......tokkk.....tokkk.... Suaranya semakin kencang


" Woy Bi, bukak dong, ni aku Langit " Langit berteriak dengan keras dan terus mengetuk pintu kamar Bian.


"Lah kok suaranyaa?, si Langittt.


Ehhh, dasar si Langittt, ngapain sih tu anak pagi pagi udah ngerusuhi rumah orang " Gumam Bian.


" Iyeeee bentarrrr ahhhh.... " Bian melangkah untuk membukakan pintu


Suara gedoran pintu dirumah Bian semakin kencang


" Woyy gedorr aja teruss gedorr, gak sekalian robohin aja ni kosan " Bian membukakan pintu untuk Langit.


" Ya lagian, dari tadi uda di ketokin gak dibukain jugak " Jawab Langit.


" Apaan sih Lang ahh pagi pagi uda dateng kerumah orang, ganggu mimpi indah seorang Bian aja deh "


" Jijikkkk,


Gak liat emang ni uda jam berapa " Jawab Langit.


" Ahhh udah udah ahhh, apaan sing Lang, ada apeeee " Tanya Bian


" Aku mau curhat nih Bi "


" Curhatt? bukan Rumah Mamah Dedeh ini Lang, tapi rumah Bian ".


" Gak jelas banget deh Bi sumpahh " Jawab Langit kesal


" Hahaha, yaudah apaan,


Ehh tapi tunggu, laper banget ini Lang, sarapan dulu yuk, disana ada tu warung enak buat sarapan, bayarin yaaww hahahaha " Bian mengajak Langit pergi sarapan


" Nantik abis ini kita ke cafe, ceritanya ntar disana aja biar lebih nyantai. Abis ini aku juga mau siap siap ke cafe.


Tapi btw gak kerja kamu emang Lang? " Tanya Bian


" Enggak, males " Jawab Langit


" Idihhh yang anak sultan mah bebas, mau kerja ataupun enggak yekan hahaha" Ledek Bian


" Ahh berisik deh lu Bi ahh " Jawab Langit kesal


" Hahahahaha, oke oke santuy. Abis ini kita ke cafe. Ceritain semuanya ntar disana oke, kali ini aku pasti bakalan serius kok Lang buat dengerin semua curhatanmu haha " Ucap Bian.


Ada banyak hal yang selama ini Langit simpan dalam hatinya, dan ia akan mengeluarkan semua itu hari ini juga.

__ADS_1


Karena Langit sangat berharap bahwa sahabatnya Bian yang walaupun menyebalkan ini bisa sedikit membantunya menyelasaikan semua yang mengganjal selama ini dihatinya.


***


__ADS_2