Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Semakin Dekat


__ADS_3

Setelah malam itu hubungan ku dan Dean jadi semakin dekat. Kami sering bertukar pesan, dan bahkan tak jarang ia juga sering menelvonku.


Siang itu ketika sepulang mengajar aku berjalan ke arah gerbang sekolah untuk menunggu angkot, tapi ketika aku mendekat ke arah gerbang aku melihat seoarang pria yang tak lain adalah Dean.


Ku hampiri Dean dan ku tanyakan padanya. " Loh Dean, kamu ngapain disini?, oh kamu mau jemput murid ya?"


" Aku bukan mau jemput murid, tapi salah satu gurunya "


" Haa maksud kamu? "


" Ya aku kesini emang niat mau jemput kamu Ta "


Aku tidak menyangka bahwa Dean akan menjemputku, karena aku tak pernah meminta dia melakukan ini padaku.


" Kok bisa sih kamu inisiatif buat jemput aku gini, bukannya kamu juga harus kerja ya? "


" Hehe iyaa tadi aku tu sengaja izin cari makan di luar, karena aku juga emang belum makan kan, jadi ya sekalian aja aku jemput kamu "


" Ihh emang boleh ya De kayak gitu? "


" Hahahah boleh boleh enggak sih sebenernya, cuma demi kamu gak papa deh sesekali "


" Ihhh Dean, lain kali jangan dibuat lagi ntar kerjaan kamu yang terancam "


" Iya iya tenang aja Ta, kalau sesekali gak papa kok "


Dean akhirnya mengantarku sampai kerumah, dan sebelum pamitan dia berkata padaku


" Ta ntar malem jalan yuk, kamu bisa kan? "


" Bisa kok De, kita mau kemana? "


" Ke hati kamu boleh enggak haha "


" Aihh gomballlll "

__ADS_1


" Hehe, kita ke pantai mau? "


" Haa? pantai De, emang gak ada tempat lain ya? "


Pantai? Tempat itu adalah tempat yang penuh kenangan bagiku, bersama Langit.


" Kenapa, kamu gak suka ya Ta, kalau gitu ke tempat lain aja gak papa deh, terserah kamu mau kemana "


" Emm yaudah deh De, ke pantai juga kayaknya oke, tenang suasananya "


Aku harus memberanikan diriku kembali mendatangi tempat itu, lagi pula aku kan sudah melanjutkan hidupku, seharusnya tak menjadi masalah bagiku untuk pergi kemanapun. Sekalipun tempat tempat yang aku datangi adalah tempat yang menyimpan kenangan bersama Langit.


" Oke ntar malem aku jemput kamu jam 7 ya Ta"


" Oke De, aku tunggu yaa"


Akhirnya siang pun berganti malam. Aku bersiap siap menunggu Dean datang. Aku berdandan secantik mungkin karena ini bisa dibilang adalah kencan pertama kami, ya walaupun aku tau tempat yang akan aku datangi adalah tempat yang juga dulu sering aku datangi bersama Langit.


Akhirnya yang aku tunggu datang, Dean mengetuk pintu rumahku dan ketika aku keluar menghampirinya, astaga betapa terkejutnya aku melihat penampilan Dean malam ini.


Dia terlihat begitu menawan dengan kemeja hitam dan jeans yang ia kenakan, rambutnya terlihat rapi, dan aroma tubuhnya begitu harum untuk dihirup.


Aku terkejut, aku yang mengagumi Dean malam ini justru dia yang malah memujiku.


" Kamu bisa aja De "


Aku sungguh ingin memuji penampilan Dean juga, namun aku sungguh malu untuk mengatakannya.


Kami tiba di pantai, Dean mengajakku duduk di tepi sambil menikmati suara deburan ombak yang begitu menenangkan. Malam ini cuacanya begitu sempurna, langit cerah penuh bintang, bulan juga menunjukkan cahayanya, angin bertiup sangat tenang. Sungguh malam yang benar benar sempurna.


" Ta selama kita kenal mungkin kamu belum tau banyak soal aku kan? "


" Emm iya sih De, kamu gak pernah bilang apa apa soal kehidupan pribadi kamu, kamu cuma pernah bilang kalau kamu gak punya siapa siapa disini "


" Iya itu emang bener Ta, aku disini sendirian. Orangtua aku meninggal karena kecelakaan, dan aku adalah anak tunggal, mereka ninggalin aku waktu umur aku masih 10 tahun "

__ADS_1


" Ya ampun De, maaf ya aku gak pernah tau "


" Gak papa Ta ",


Dean melanjutkan ceritanya,


" Setelah mereka meninggal aku diurus sama bibi aku, bibi aku yang nyekolahin aku sampai aku tamat dan bisa kerja kayak sekarang "


" Terus bibi kamu dimana sekarang De, kok kamu bilang kamu disini gak punya siapa siapa "


" Bibi aku juga uda meninggal Ta, sekitar 2 tahun yang lalu, makanya sekarang aku bener bener sendirian Ta "


" Kamu yang kuat De, harus terus semangat, lagi pula sekarang kamu kan uda ada aku, jadi kamu jangan merasa sendirian lagi ya "


Dean tersenyum dan menggenggam tanganku, " itu kenapa waktu aku ketemu kamu, dan bisa deket sama kamu aku ngerasa bahagia banget Ta, karena aku selama ini selalu sendirian, jadi saat aku ketemu kamu aku ngerasa aku nemuin kehidupan baru, makasih ya Ta"


" Kamu gak perlu makasih De, aku juga seneng bisa ketemu sama kamu, aku disini juga sendirian, semua keluarga aku ada di kota lain, jadi aku pun ngerti apa yang kamu rasain "


Dean benar benar membuatku larut malam itu. Dean mengungkapkan segalanya di hadapanku.


" Aku harap semuanya bisa berjalan baik ke depannya ya Ta "


" Amin De semoga ya, tapi kamu emang gak punya pacar atau pdktan kan? "


" Ta, kamu bisa tanya ke temen temen aku, atau kamu bisa cek nih hp aku, aku ni gak ada dan gak pernah deket sama cewek Ta "


" Ihh gak mungkin De, masak iya kamu gak pernah deket sama cewek "


" Aku tu sebenernya minder Ta buat deketin cewek, aku bukan orang kaya raya, aku juga cuma karyawan biasa, plus keluarga aku juga ya kamu tau kan, sekarang susah carik cewek yang bisa terima kita secara apa adanya, makanya aku gak pernah pacaran sampek sekarang ini, aku cuma fokus kerja cari uang dan nabung buat masa depan aku "


" Terus kalau kayak gitu, kenapa kamu bisa deketin aku "


" Nah itu dia, aku juga heran Ta. Deket kamu aku sama sekali gak ngerasa minder, justru malah nyaman dan seneng. Aku gak lagi gombal ni ya Ta, tapi jujur emang itu yang aku rasain "


Ntah mengapa jawaban Dean meyakinkan hati kecilku untuk tetap dekat dengannya. Malam ini kami bertukar fikiran dan terbuka satu sama lain.

__ADS_1


Dean membuat hatiku yang sempat terluka parah perlahan sembuh. Bahkan disaat aku sedang bersama Dean di pantai yang biasanya juga sering aku datangi dengan Langit, aku tidak sedikitpun mengingat atau memikirkan Langit.


Aku hanya fokus mendengarkan dan bercerita dengan Dean. Mata dan hatiku benar benar fokus hanya pada satu orang saja di pantai ini. Dia adalah Dean, yang aku rasa kehadirannya telah berhasil menggantikan Langit sepenuhnya.


__ADS_2