
" Zeta sekali lagi maafin aku ya atas kejadian tadi "
" Iya De gak papa, lagian aku tau kamu gak sengaja, besok besok kalau mau sepedaan lagi jangan lupa bawak penggaruk punggung yaa hahaha "
" Zetaa ihh ngeledekin, malu tauu " Dean tertawa sambil menutupi malu di wajahnya
" Becanda kok De hehe, btw makasih ya udah dianterin sampek depan rumah "
" Hehe iyaa sama sama Ta, lagian biar kamu aman juga, takutnya ntar kamu ketabrak sepeda lagi sama orang yang mukaknya atau tangannya yang gatal mungkin hahaha "
" Dean ihh hahahaha "
" Hehe yaudah sekali lagi maaf ya Ta, makasih juga karena kamu gak se marah itu, kalau tadi bukan kamu mungkin aku uda di caci maki Ta "
" Haha santai De, aku gak sukak marah marah kok "
Setelah percakapan itu Dean pamit pulang, dan ya aku hanya mengetahui nama nya tanpa mengetahui hal lain tentang Dean, namun ntah kenapa aku berharap suatu hari nanti aku bisa bertemu kembali dengan Dean.
Satu minggu berlalu setelah pertemuanku dengan Dean, sore itu aku ingin pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan rumah. Maklum aku tinggal sendirian, jadi segala kebutuhan dirumah juga harus aku handle sendirian. Cuaca di luar sedang mendung tapi aku tetap memutuskan pergi karena mengingat banyak barang barang dirumahku yang sudah habis.
Aku bergegas mencari angkutan umum di simpang dekat rumahku, setelah sampai aku langsung buru buru mencari semua barang yang aku butuhkan, setelah semua selesai aku cepat cepat pergi ke halte bus untuk menunggu angkutan umum.
Namun belum lama aku menunggu, Bressssss hujan turun dengan begitu derasnya.
" Ya ampun gimana ini, hujan, aku juga gak bawak payung, mana hujannya deres banget lagi "
Hujan sore itu turun dengan begitu derasnya, aku terus menunggu berharap ada sesuatu yang bisa membawaku pulang kerumah.
Hujan turun dengan sangat deras, seperti membawa kenangan ikut turun bersamanya, hujan sore ini benar benar membuat perasaanku sendu.
__ADS_1
Di sela sela lamunanku tiba tiba ada sebuah motor yang berhenti di depanku. Dan ketika dia membuka kaca helm nya, ternyata itu Dean.
" Loh Ta kamu kok disini? "
" Dean, hehe iyaa ni aku tadi habis belanja dari supermarket, pas mau balik ehh hujan "
" Ya ampun, tadi tu aku liat dari jauh kok kayak kamu, aku berhenti dan ternyata ehh beneran kamu "
" Hehe iya ni De, dari tadi aku nunggu tapi gak ada kendaraan yang lewat, mau pesen ojek online aku gak bawak hp "
" Emm yaudah deh Ta aku anterin aja gimana, daripada kamu nunggu sendirian disini kan"
" Gak papa emang De? ngerepotin kamu ntar "
" Enggak lah Ta, enggak ngerepotin sama sekali kok "
Dean melepaskan jas hujan yang ia kenakan dan diberikannya kepadaku
" Jas hujan aku cuma ini Ta, kamu aja yang pakek biar gak kebasahan "
" Jangan dong De nanti kamu gimana, kamu dong ntar yang kebasahan "
" Gak papa Ta lagian aku kan jugak uda pakek jaket ni, terus pakek helm lagi, kamu kan cewek, jadi udah kamu aja yang pakek yaa"
Ya ampun Dean, dia benar benar lelaki yang baik, padahal dia baru saja kenal denganku tapi dia bisa memperlakukanku dengan sebaik ini.
" Makasih ya De "
" Iya sama sama, udah cepet naik biar kamu cepat nyampek rumah "
__ADS_1
Jalanan tampak begitu dingin tapi ntah mengapa hatiku terasa hangat dengan sikap Dean padaku. Ahh tapi aku tidak boleh terlalu terbawa perasaan, lagi pula aku kan tidak tau banyak hal tentang Dean.
" Akhirnya sampai juga, makasih banyak ya De udah anterin aku pulang, gak tau deh aku kalau tadi gak ada kamu "
" Sama sama Ta, seneng kok bisa nganterin kamu "
Aku tersenyum mendengar ucapan Dean
" Nih De jas hujan nya, sekali lagi makasih banyak ya De "
" Siap Ta, yaudah aku balik ya "
" Gak mau mampir dulu De, lagian kan masih hujan "
" Gak usah deh Ta, aku langsung pulang aja, uda malem juga "
" Iya sih De, tapi gak papa ni kamu langsung pulang "
" Hehe enggak Ta, aku uda biasa kok pulang ujan ujanan "
" Emmm yaudah deh De, kamu hati hati ya, gak usah ngebut ngebut "
" Oke siap bos hehe "
Dean akhirnya berlalu dihadapanku, aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu kembali dengan Dean, namun belum selesai aku memikirkan tentang Dean, aku teringat sesuatu hal. Ya ampun belanjaanku, semua belanjaanku tertinggal di jok motor Dean.
" Astaga kenapa aku bisa kelupaan cobak, mana odol shampoo sabun semua disitu lagi, masak iya aku gak mandi ni malem sih, dompet juga aku taruh di dalem situ aisshhh "
Tapi di tengah tengah kebingunganku, aku berfikir bahwa mungkin saja aku akan bertemu kembali dengan Dean, karena Dean pasti akan mengembalikan barang barang milikku yang tertinggal di motornya.
__ADS_1
Namun kenapa aku tiba tiba jadi seperti ini ya, kenapa aku berharap bisa bertemu kembali dengan Dean. Tidak mungkin aku jatuh cinta secepat ini, kami baru bertemu 2 kali, terlebih lagi kisah cinta masa laluku juga tidak berjalan baik. Banyak pertimbangan yang harusnya membuatku tak mudah percaya pada pria. Namun aku tak menampik bahwa ada sesuatu yang mulai tumbuh di hatiku. Aku harap ini bukanlah sesuatu yang buruk untukku atau untuk kisah cintaku selanjutnya.