Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Terus Berbohong


__ADS_3

Tokkk....tokkk....tokkkkk suara ketukan pintu terdengar begitu keras, seperti hendak didobrak. Aku yang saat itu masih duduk di atas tempat tidurku lantas begitu kaget sekaligus takut mendengarnya.


Aku kemudian bergegas keluar kamarku untuk melihat siapa yang melakukan itu, dan Bian pun malah menemuiku di kamar.


" Ta, siapa sih tu gedor gedor pintu kamu sampek kayak gitu, bar bar banget " ucap Bian.


" Aku juga gak tau Bi itu siapa, kita cek yuk. Takut deh aku " ujarku yang menyuruh Bian berjalan lebih dulu di depanku.


Aku dan Bian akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang. Dan begitu Bian membuka pintu rumahku, Dean mendorong Bian hingga ia terjatuh.


" Loh Dean kamuuu " aku terkejut melihat Dean yang terlihat begitu marah. Ia bahkan tidak memperhatikan siapa orang yang barusan ia dorong.


" Tega kamu ya Ta, bawak laki laki lain nginep di rumah kamu " ucap Dean dengan nada penuh emosi.


" Kamu salah paham De, dengerin aku dulu " ucapku menarik tangan Dean.


" Apanya yang salah paham haa?! Semuanya udah jelas " pekik Dean.


" Dia Bian, bukan siapa siapa " jawabku.


" Bian?! " ucap Dean.


" Iyaa Bian, liat sendiri itu " aku menunjuk Bian yang masih terduduk di lantai rumahku.


" Ngapain Bian dirumah kamu? ada apa sampek dia harus nginep dirumah kamu? " pertanyaan Dean sungguh membuatku bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


" Emm Bi...an.... "


" Iyaa tadi malem tu temen aku ada yang hampir kenak begal waktu jalan pulang dari daerah rumah aku, ya aku takut makanya aku nginep di rumah Zeta, soalnya yang paling deket dari cafe aku ya rumahnya Zeta, kalau aku nginep di tempat temen cowok yang lain, ya sama aja, rumahnya pada arah jalan rumah aku jugak " Bian menyerobot pertanyaan Dean, dan memberikan penjelasan yang sedikit membuatku lega.


" Tenang aja De, aku sama Zeta itu udah bertemen lama banget, jadi aku bisa jamin seratus persen bahwa kita gak mungkin ada hal yang macem macem " sambung Bian.


" Maafin aku yaa " ucap Dean dengan suara lirih.


" Aku yang harusnya minta maaf De, karena ya ini emang bisa bikin salah paham sih, sorry banget ya De " sahut Bian.


Dean hanya tersenyum kecil, di wajahnya terdapat raut kesal sekaligus malu yang tak bisa ia tutupi. Aku pun jadi merasa sangat bersalah karena terus terus membohongi Dean seperti ini.


" Yaudah kalau gitu aku pamit deh ya Ta, De. Maaf ya udah bikin salah paham diantara kalian berdua " ucap Bian.


" Iya Bi, hati hati " ucapku pada Bian yang kemudian bersiap siap pergi dari rumahku.


" De, maafin aku yaa " aku mencoba memulai obrolanku dengan Dean.


Dean hanya terdiam dan sama sekali tidak melihat ke arahku.


" Kamu marah? " tanyaku.


Dean hanya menggelengkan kepalanya.


" Kamu pasti marah kan? Aku sama Bian tu gak ada apa apa De, gak mungkin jugak dong aku sama Bian ada hubungan " ucapku.

__ADS_1


" Aku gak permasalahin soal Bian, oke itu kesalahpahaman, dan aku cobak ngertiin itu. Tapi kebohongan kamu, soal tadi malem dan apa yang kamu lakukan akhir akhir ini, itu buat aku gak tenang Ta " jawab Dean yang membuatku beku.


" A....ku gak ngapa ngapain De, ya....kayak yang pernah aku bilang ke kamu " jawabku mencoba meyakinkan Dean.


" Terus kenapa kamu selalu gak ada kabar setiap kali kamu keluar malem? kamu biasanya jugak gak kayak gitu kan Ta, tapi akhir akhir ini kamu beda " ujar Dean.


" Aku gak sempet liat hp De, situasinya itu ribet. Tapi aku tu sama sekali gak berubah De " jawabku.


" Aku ngerasa hubungan kita uda beda Ta, ya gak kayak dulu " ucap Dean.


" Itu cuma perasaan kamu aja De, gak ada yang berubah dari aku. Kalau kamu gak percaya ntar malem kita pergi, atau ngelakuin hal hal seru kayak kemarin kemarin, gimana? " aku berusaha meyakinkan Dean.


" Yaudah kamu bener ada waktu kan buat aku? " tanya Dean.


" Iya bener sayang " jawabku.


" Yaudah aku mandi dulu ya siap siap, biar abis itu aku bisa buatin sarapan buat kamu, okee " ucapku.


Dean tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Aku kembali masuk ke dalam kamarku dan ponselku terlihat menyala di atas tempat tidurku.


Aku melihat ponselku dan ternyata ada pesan dari nomor yang tidak aku kenal.


" Ntar malem kita ketemu ya Ta, ini aku Langit pakek hp supir, hehe "

__ADS_1


" Langit?! "


Situasi apa lagi ini?!


__ADS_2