Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Mulanya Kebohongan


__ADS_3

" Emm permisi bentar ya tante, aku mau telvon orang sebentar " Ucapku pada Tante Maya begitu ada pesan masuk dari Dean.


Aku menyingkirkan diriku dari pembicaraanku dan Tante Maya.


" Haloo De, kamu bilang tadi kamu mau ke rumah yaa? " Aku bertanya pada Dean sesaat setelah ia mengangkat telvon dariku


" Iyaa ni Ta, aku mau ajakin kamu makan, bisa kan Ta? kamu lagi dirumah ini kan? " Tanya Dean.


" Emmm gimana ya De " Buru buru kupaksa otakku untuk memikirkan alasan yang tepat.


" Kenapa emang Ta? kamu gak bisa yaa?" Tanya Dean dengan nada bicara yang sedikit melemah.


" Haaa? ahhh i...yaaa.. De soalnya aku lagi gak dirumah " Jawabku dengan terbata bata.


" Kamu emang lagi dimana, mau aku jemput atau aku samperin?"


" Gak.. Gak usah De, ini aku lagi di tempat temen kerja aku, ada acara dirumah dia " Aku mengatakan apapun yang terlintas di kepalaku.


" Emm kok kamu gak ada bilang ke aku sih Ta " Dean menjawabku dengan nada yang sedikit curiga.


" Ahhh i..yaa..tadi tu dadakan ajakinnya, jadi ya aku gak sempet bilang ke kamu, maaf ya De " Aku terpaksa membohongi Dean agar situasinya tidak menjadi runyam.


" Emm yaudah deh Ta, lain kali aja " Jawab Dean dengan suara yang begitu pelan, aku bisa merasakan ada kekecewaan dari suara Dean yang ku dengar.


" Gakpapa kan sayang, aku gak akan lama lama kok, aku ntar pulang sama temen aku, gak marah kan?" tanyaku berusaha mencairkan suasana obrolanku dengan Dean.

__ADS_1


" Gakpapa kok, yaudah have fun yaa sayang, ntar kalau ada apa apa kabarin aku okeee " Dean menjawabku dengan begitu baiknya, dia tidak tau bahwa aku telah membohongi dirinya demi bisa menolong Langit.


" Iyaa sayang, makasih yaa. Yaudah see you " Jawabku sembari menutup telvon.


Dean sungguh, maafkan aku, aku terpaksa membohongi kamu, aku melakukan ini karena aku tidak mau ada keadaan yang justru akan menimbulkan kesalahpahaman. Aku hanya berniat membantu Langit, tidak lebih semata mata karena rasa kemanusiaan. Dan aku harap Langit bisa segera sadar, agar semua pertolonganku bisa segera berakhir pula.


" Ta, tante mau pulang sebentar ya buat ambil baju ganti, kamu bisa kan jagain Langit sebentar " Tante Maya yang sudah terlihat bersiap siap mendadak memanggilku yang tengah memikirkan Dean.


" Haaaa ohh iyaa tante " Jawabku yang masih merasa sedikit kaget.


" Yaudah makasih ya Ta, Bi anterin tante yuk bentar " Tante Maya mengajak Bian untuk ikut bersamanya.


Dan itu artinya aku hanya tinggal berdua saja dengan Langit, harusnya aku sudah biasa saja, namun walaupun begitu perasaanku masih saja kalut. Karena jujur, ada sedikit perasaan kecewa yang masih bersemayam di dadaku. Aku masih teringat akan apa yang pernah Langit lakukan padaku, walaupun aku tau, saat ini di hati Langit masih bertengger cintaku untuknya.


Aku perlahan memasuki ruangan tempat Langit dirawat. Tante Maya dan Bian terlihat semakin jauh dari pandangan mataku. Aku masuk dengan begitu banyak perasaan canggung di hatiku.


Aku menggeser kursi yang memang sedari tadi sudah terletak rapi di dekat ranjang Langit.


Ku tatap Langit dihadapanku, tatapan yang begitu dalam teruntuk seseorang yang pernah menjadi bagian terbaik di dalam hatiku.


" Lang, ini akuu Zeta. Aku tau kamu pasti bisa denger suara aku kan Lang, apa kamu gak mau lihat aku, atau melihat dunia ini lagi, kamu harus bangun, uda dong tidurnya, aku janji deh kalau kamu uda sadar aku bakalan sering kunjungi kamu, dan kita bisa sesekali pergi bareng lagi kayak dulu " aku menggengam tangan Langit, dan ku katakan apa yang bisa aku katakan. Ntah mengapa kata kata itu bisa keluar begitu saja dari mulutku, seolah hati mendorongku untuk mengucapkan semua itu. Kata kata itu dengan lepasnya mengalir begitu saja dariku.


Seperti sebuah keajaiban, kata kataku barusan membuat Langit menggerakkan perlahan jari jarinya.


Astaga, aku bahkan tidak percaya akan apa yang aku lihat, Langit yang sudah divonis dokter tidak mengalami kemajuan apapun semenjak kecelakaan itu, kini mulai menunjukkan pergerakan pada dirinya.

__ADS_1


Aku lantas buru buru menelvon Bian untuk mengabarkan apa yang baru saja terjadi pada Langit.


Bian yang saat itu sedang bersama Tante Maya lantas mengatakan padaku bahwa mereka akan segera bergegas kembali ke rumah sakit.


" Lang, kamu denger aku kan, tu bener kan kamu pasti bisa denger aku, kamu pasti bisa Lang, kamu harus berjuang, aku ada disini Lang, aku ada untuk kamu " Melihat Langit yang akhirnya bisa menggerakkan sedikit jari jarinya ntah mengapa membuat perasaanku begitu bahagia, aku terus saja mengatakan berbagai macam hal hal positif dan penyemangat untuk Langit. Semua mengalir begitu saja tanpa bisa aku kontrol.


**** Sementara Di Luar Ruangan


Terlihat Arga yang berjalan menyusuri lorong rumah sakit, mencari ruang rawat temannya yang dirawat di salah satu kamar rumah sakit ini.


Ntah sebuah kebetulan yang begitu sangat tepat, saat akan melangkahkan kakinya lebih jauh, tali sepatu Arga terlepas dari ikatannya, begitu pas tepat di depan ruang rawat Langit.


" Ehh yaelah pakek acara lepas lagi ni tali sepatu, uda tau aku lagi buru buru " Gerutu Arga sembari menundukkan badannya untuk mengikat kembali tali sepatunya.


Dan saat ia menaikkan badannya kembali, matanya tak sengaja tertuju ke dalam ruangan tempat Langit dirawat.


" Lohh itu kok kayak si... Aduh...siapa tu namanyaa..... Ahhh iyaaa iyaaa aku inget, Zetaa. Pacarnya Dean kan yaaa. Ehhh tapi kok dia disini yaa, bukannya tadi kata Dean dia mau keluar bareng Zeta ya makanya dia nolak waktu aku ajakin buat nemenin aku jenguk kesini, tapi kok ni Zeta nya disini yaa?" Arga bergumam sembari terus memperhatikan Zeta.


Pintu ruang rawat Langit yang agak terbuka membuat Arga semakin jelas melihat sosok yang di dalam adalah Zeta.


" Jenguk siapa dia yaa " Belum sempat Arga memikirkannya, dari arah depan seorang pria yang merupakan temannya menghampiri dirinya.


" Ehhh kamu disini Ga, ruang rawatnya disana tuh yuk " Ajak teman Arga yang membuat dia mengurungkan niatnya untuk menemui Zeta.


" Oh iyaa iyaaa bro " Sahut Arga.

__ADS_1


" Aku tanyakin besok aja deh ke Dean " Gumam Arga yang kemudian langsung pergi mengikuti langkah kaki temannya.


__ADS_2