Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Ada Fakta


__ADS_3

Wajah yang sama, wajah yang begitu aku kenali, wajah yang biasa aku sapa setiap saat, sekaligus wajah yang menoreh luka paling dalam.


Bahkan aroma parfum di tubuhnya juga masih dengan aroma yang sama, semuanya masih sama, hanya keadaannya yang sudah berbeda.


Tiba tiba


Kringgg...... Hp ku berbunyi


" Ta kamu masih disitu kan?"


" Iya masih kok, aku masih disini nungguin kamu " Jawabku pada Dean


" Ohh oke deh Ta, tunggu sebentar ya ni aku mau kesitu, aku lagi di toilet ni bentar yaa "


" Yaudah aku samperin kamu aja ya kesitu, tunggu aku, biar aku aja yang kesana sekarang "


" Oke deh Ta " Dean menutup telvonnya


Aku sengaja melakukan ini untuk menghindari situasi yang ada di hadapanku saat ini. Situasi yang membuatku merasa seperti hanya sedang berduaan saja dengan Langit di tempat ini. Situasi yang sungguh membuatku canggung.


Langit masih saja berdiri dihadapanku


" Ta, aku... "


Belum sempat Langit berbicara aku langsung memotongnya dan bilang


" Permisi "


Aku langsung berlari pergi dari hadapan Langit, aku tak mau berlama lama ada di hadapannya. Maafkan aku Langit, kita tak seharusnya bertemu lagi. Tapi keadaan akhir akhir ini seperti ingin sekali kembali mempertemukan kita berdua.


Sungguh situasi yang tak pernah aku duga. Padahal besok aku pun juga harus datang ke acara Langit, tapi mengapa pertemuanku dengan Langit kali ini sudah membuat perasaanku kacau, bagaimana lagi jika besok?


Aku berlari dan ku hampiri Dean.


" Maaf ya Ta, jadi buat kamu nunggu kayak gini "


" Gakpapa kok De, yaudah ayok langsung mau kemana kita " Aku buru buru mengajak Dean pergi, aku takut akan bertemu lagi dengan Langit.


" Yaudah kita kesana, tadi pas aku lewat, aku liat ada store yang barang barangnya tu keliatan bagus " Dean menarik tanganku


Aku masih memasang wajah cemas, melihat kesana kemari memastikan bahwa Langit tak ada lagi di sekitarku.


" Kenapa sih Ta, kok kayak nyariin sesuatu gitu ? " Dean bertanya karena melihat sikapku.


" Ahhh...ee...mmm enggak De, aku tu cuma liat liat store disini, siapa tau ada yang bagus jugak " Aku membuat alasan yang meyakinkan Dean


" Oh iya kata temen aku dress code nya tu putih De "


" Oh yaudah kita carik baju putih yang paling bagus ya buat kamu " Jawab Dean


*** Pandangan Langit


" Emmm, ternyata Zeta uda punya pacar, tapi kok rasanya gak rela ya ngeliat dia sama cowok lain, hmm pantesan aja tadi dia ngehindarin aku banget"

__ADS_1


Langit ternyata melihat Zeta dari jauh. Namun dia tidak melihat dengan jelas wajah lelaki yang sedang bersama Zeta.


" Aku gak nyangka bisa ketemu lagi sama Zeta, padahal aku fikir besok yang akan menjadi pertemuanku kembali dengan Zeta, aku sengaja undang Zeta supaya aku bisa liat Zeta lagi, dan kalau ada kesempatan aku pengen jelasin semuanya ke dia " Bisik Langit didalam hatinya.


***


Aku dan Dean akhirnya masuk ke sebuah store yang dimaksud Dean tadi. Barang barang disini terlihat sangat bagus.


" Silahkan pilih mana barang yang tuan putri suka 😊 " Dean mengarahkan ku memilih milih barang disini


Aku memukul pundak Dean " Dean ihhh apaan sih malu tauuuuuu "


" Hehe, kamu bisa ambil apapun yang kamu mau, pokoknya yang cantik yang sesuai sama selera kamu "


Aku hanya kesana kemari melihat lihat barang disini tanpa berniat membeli apapun dan tiba tiba Dean dihadapanku membawa sebuah gaun putih yang sangat cantik.


" Kalau ini kamu sukak gak Ta? " Dean memberikan gaunnya padaku


" Wahh ini bagus banget De " Aku melihat gaun ini dan ku cek harganya.


Astagaaa!! 2 juta ?!


" Enggak usah yang ini deh De, mahal banget tau harganya, kita ke toko lain aja deh, atau gak usah beli deh, aku masih ada kok baju putih dirumah, udah kita nonton aja yuk gak usah jadi beli baju "


Aku menarik tangan Dean keluar dari toko.


Yang benar saja baju seharga 2 juta hanya untuk pertunangan Langit, tidak mungkin.


" Tapi kamu sukak kan gaun ini ?" Dean bertanya padaku


" Ya sukak, cuman... "


Belum selesai aku berbicara Dean langsung menarik tanganku dan membawa gaun itu ke kasir


Dia cepat cepat membayar gaun itu


" Ayok cepet mbak di proses, nantik dia berubah fikiran lo " Dean melihat ke arahku sambil tersenyum.


Aku hanya bisa terdiam melihat yang dilakukan Dean.


Sampai diluar toko aku memarahi Dean.


" De apa apaan sih kamu, gaun ini mahal banget lo harganya, kamu kerja capek capek, nabung dan sekarang kepakek sampek 2 juta cuma untuk gaun ini " Omelku pada Dean


"Aihhhh jangan marah marah dong ntar imutnya ilang " Dean menarik pipiku


" Aku gak masalah kok Ta ngelakuin apapun untuk membuat orang yang aku sayang itu seneng, lagian aku tu hidup sendirian, jadi kalau bukan kamu yang aku bahagiain terus siapa lagi? aku tu cuma punya kamu Ta sekarang di hidup aku, jadi plis jangan permasalahin ini lagi okeee. Cussss kita makan abis itu nontonnn " Dean menarik tanganku mengikuti dirinya.


Aku kehilangan kata kata menghadapi perilaku Dean. Mengapa Dean harus sebegini baiknya memperlakukanku. Seolah seperti hanya aku yang menjadi sumber kebahagiaannya.


*** Dirumah Langit


" Sayangg, gimana tadi belanjanya? okee kan? " Mama Langit menyapanya yang baru saja pulang kerumah

__ADS_1


" Biasa ajaa Ma " Jawab Langit singkat.


" Jangan gitu dong sayang, besok kan acara pertunangan kamu, semangat dong "


" Ini kan yang mama mau?, pertunangan aku sama putri dari rekan bisnis kesayangan mama terjadi? " Langit menjawab dengan nada kesal


" Ya ampun Langitt, kamu kok gitu sih ngomongnya, kan kamu juga yang mau waktu mama kenalin kemarin kan, jangan gitu dong, kesannya kayak mama yang maksa "


" Udah lah ma, aku males bahas ini, aku capek mau istirahat " Langit meninggalkan mamanya dan masuk ke kamar


Di dalam kamar Langit membaringkan tubuhnya di tempat tidur, ia mengambil sebuah foto yang ia simpan di bawah bantal.


Ia menatap foto itu dan berkata


"Maafin aku Ta, aku gak seharusnya lakuin hal bodoh yang akhirnya bikin aku kehilangan kamu, gak seharusnya aku ngikutin nafsu aku dan hancurin semuanya kayak gini, gak seharusnya aku terima waktu mama aku kenalin aku ke perempuan itu Ta, gak seharusnya aku terjebak semua itu, aku bodoh Ta bodohhhhhh "


Langit menangis sambil memeluk foto Zeta.


" Aku nyesel Ta, aku nyesell " Langit terisak dalam tangisannya


***


" Makasih ya De buat malam ini, ya walaupun kamu tu tadi ngeselin tapi tetep aja makasih karena kamu uda bersikap sangat baik sama aku "


" Kamu tujuan hidup aku sekarang Ta, apapun pasti aku lakuin buat kamu " Dean memegang tanganku


" Eitssssss, gak lagi gombal kan De "


" Enggak lah Ta, semua yang aku omongin ke kamu itu serius " Jawab Dean dengan tatapannya yang begitu dalam padaku


" Hmmm makasih berkali kali ya De, aku gak akan kecewain kamu, aku janji, aku beruntung ada kamu dihidup aku sekarang "


Aku meletakkan tanganku yang satu lagi diatas genggaman Dean


" Makasih ya Ta, makasih banyak "


Dean tersenyum padaku.


" Besok kamu akan liat sesuatu hal yang gak akan pernah kamu sangka sebelumnya Ta " Sambung Dean


" Hmm maksud kamu De? "


Aku baru teringat bahwa Dean akan melakukan sesuatu di acara pertunangan Langit.


" Rahasiaaaa " Dean hanya tersenyum padaku


" Yaudah aku balik yaaa, sampai jumpa besok "


Apa yang sebenarnya akan Dean lakukan besok?


Dean berlalu di hadapanku. Namun ntah mengapa aku malah tiba tiba memikirkan Langit. Langit muncul di fikiranku.


Apalagi besok adalah hari pertunangan Langit. Ntah bagaimana besok terjadi, aku akan tetap mencoba mendoakan kebahagiaan Langit, walaupun ada sesuatu yang sebenarnya mengganjal di hatiku.

__ADS_1


__ADS_2