
" Emmm gak bisa Lang, hp aku lowbat " jawabku dengan alasan yang lazim orang katakan bila hp nya ingin dipinjam.
" Ihhhh kamuu " ucap Langit sedikit kesal.
" Besok besok deh ya aku pinjemin " jawabku menenangkan situasi.
" Emm yaudah deh " jawab Langit yang masih dengan nyamannya berbaring di pangkuanku.
****
Tante Maya ternyata sedari tadi memperhatikan Zeta dan juga Langit.
" Hmm kalau bukan demi Langit, aku gak akan pernah mau Zeta dateng lagi ke kehidupan anakku, perempuan biasa yang gak cocok dengan Langit. Ahhhh!!! kenapa harus begini jadinya, kenapa keadaan justru membuatku jadi harus memakan omonganku sendiri " gumam tante Maya setelah menutup rapat kembali pintu kamar Langit.
Ternyata air mata dan juga ucapan maaf tante Maya selama ini bukanlah sungguh sungguh dari hatinya. Ia melakukan itu semua semata mata hanya demi Langit, karena sebenarnya tante Maya tidaklah pernah menyetujui hubungan Zeta dan juga Langit.
****
" Kamu gak mau tidur? Kamu kan baru pulang dari rumah sakit, harus banyak istirahat dong. Tadi kamu juga bilang kalau kepala kamu tu masih pusing, jadi mendingan sekarang kamu tu istirahat " ucapku pada Langit yang masih saja terjaga.
" Aku gak mau tidur sekarang " jawabnya.
" Ihh kenapa gitu, ini tu uda malem Lang, udah tidur gih " ujarku sembari menarik tangannya untuk pindah ke posisi tidur yang sebenarnya.
" Gak mauuuu " dia menarik tangannya.
__ADS_1
" Kalau aku tidur dan besok aku kebangun, kamu gak ada di samping aku. Jadi aku gak mau tidur pokoknya " sambung Langit.
" Sepertinya aku tau harus melakukan apa " gumamku dalam hati.
" Okee, gini gini. Kamu tidurnya dibantal kamu sini deh, aku di sebelah kamu kok, gak kemana mana " ucapku perlahan.
Langit menurutiku tanpa membantah sedikitpun.
Dengan perasaan yang masih sedikit tidak nyaman aku mengelus rambut Langit, diikuti pipinya dengan tanganku yang satu lagi.
Wajahku ku dekatkan ke wajah Langit, dan jantungku, tentu saja, berdetak dengan pacuan yang begitu kencang.
Langit hanya menatapku dengan mata teduhnya, hal itu yang membuat jantungku semakin memacu detaknya.
Karena dahulu, ketika kami masih bersama, aku biasa melakukan ini kepada Langit ketika dia kesulitan untuk tidur. Langit sering mengurusi begitu banyak masalah di kantor, sehingga ia tak jarang singgah ke rumahku untuk sekedar menumpang tidur atau melepaskan penatnya. Hal ini jugalah yang akan aku lakukan kepada Langit hari ini, agar ia bisa cepat tidur, dan agar aku juga tidak jadi menginap di sini.
Aku terus mengelus elus rambut Langit, dan mata Langit yang awalnya terus terjaga, kini perlahan mulai ia redupkan.
Langit lama kelamaan mulai lelap dengan tidurnya. Aku melambaikan tanganku ke hadapan wajah Langit untuk memastikan bahwa dia benar benar tidur.
" Huffftttt, akhirnya dia tidur jugak " gumamku dengan nafas lega.
Aku perlahan beranjak dari tempat tidur Langit dan mengambil tas ku yang ada di meja dekatnya. Sebelum pergi, aku menyelimuti Langit, dan perasaanku kali ini harus benar benar mampu untuk aku kontrol. Karena aku sudah bisa memastikan, akan ada begitu banyak kenangan masa lalu kami yang akan kembali muncul setelah ini.
__ADS_1
" Hmmm, mau kemana kamu? " ucap tante Maya yang sedikit mengagetkanku.
" Emm aku mau balik tan, Langit juga udah tidur kok " jawabku.
" Saya harap kamu bisa menjalankan tugas kamu dengan baik yaa, karena saya gak mau anak saya sampai kenapa kenapa gara gara kamu " ucap tante Maya dengan nada bicara yang sedikit tinggi.
" Tunggu deh, kenapa tante ngomongnya kayak gitu ya ke aku, perasaan kemaren, bahkan tadi juga tante masih biasa aja ke aku, kenapa sekarang beda ya? " tanyaku yang jujur agak kaget melihat sikap tante Maya padaku.
" Karena saya sebenarnya masih dan akan tetap tidak suka sama kamu " jawab tante Maya yang membuatku semakin kaget.
" Maksud tante apa ya? " tanyaku.
" Saya dengan sangat terpaksa kembali menerima kamu sebagai kekasih anak saya hanya demi kesehatan Langit. Karena kamu adalah satu satunya orang yang bisa menolong Langit. Dan saya sebenarnya sangat sangat tidak terima jika orang itu adalah kamu, tapi ya mau gimana lagi, anak saya masih mencintai kamu, jadi mau tidak mau, untuk saat ini saja yaa saya menerima kamu " jawabnya yang membuatku sungguh tak percaya.
" Ya ampun, aku gak nyangka ternyata tante tu..." ku hentikan ucapanku karena aku tidak tau harus berkata apa.
"Kenapa Ta? kamu kaget setelah melihat diri saya yang asli? " tanyanya diiringi tawa sinis dari mulutnya.
" Aku gak nyangka, ternyata tante bermuka dua " jawabku begitu kesal.
" Hahahahahahaha " tante Maya tertawa lebar.
" Kamu gak bisa macam macam dengan saya, karena apa? Karena kamu punya hutang yang begitu banyak dengan saya, dan kamu tau apa konsekuensinya jika kamu melawan saya? bukan hanya kamu yang akan saya tuntut, tapi juga orangtua kamu yang telah menerima uang dari saya " jawabnya yang membuatku seperti menemukan sebuah masalah baru yang begitu besar dalam hidupku.
__ADS_1