Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Bingung


__ADS_3

" Alhamdulillah, Langit sudah sadar. Namun kami masih perlu melakukan beberapa pengecekan lagi terkait kondisi Langit setelah siuman " ucap Dokter setelah keluar dari ruang rawat Langit.


" Jadi, anak saya sudah dalam keadaan yang lebih baik kan dok? " tanya Tante Maya.


" Iya untuk saat ini kondisi Langit sudah stabil, tinggal menunggu hasil pengecekan selanjutnya, saya akan memberitahukan hasilnya setelah kita melihat perkembangan Langit setelah sadar ini " jawab Dokter yang menangani Langit.


Tante Maya terlihat begitu sumringah, senyum nya tak berhenti berkembang dari bibirnya.


" Kalau gitu saya boleh liat keadaan anak saya kan dok " ucap Tante Maya.


" Oh iya tentu silahkan " Dokter itu tersenyum lalu berjalan meninggalkan ruangan Langit, dan Tante Maya pun langsung masuk ke dalam ruang rawat Langit bersama Bian.


Aku hanya tersenyum, ada perasaan lega di dalam hatiku. Tugasku menjaga Langit sudah selesai, itu artinya aku bisa melanjutkan kembali kehidupanku yang normal seperti dulu. Walaupun sebenarnya aku masih sangat memikirkan tentang perasaan Langit yang ternyata masih mencintaiku.


Namun, nasi sudah menjadi bubur, apa yang terjadi kemarin nyatanya telah melukai perasaanku. Apapun alasannya, Langit tetaplah bersalah pada hatiku. Dan saat ini aku hanya bisa berdoa semoga Langit bisa segera melanjutkan kehidupannya dan bisa mendapatkan kebahagiaannya.


Setelah cukup lama aku hanya berdiri memikirkan masalah ini di luar ruangan. Aku memutuskan untuk masuk ke dalam ruang rawat Langit. Hatiku sebenarnya belum siap kalau harus bertemu kembali dengan Langit, terlebih lagi Langit saat ini sudah sadar dari komanya. Tentu ada perasaan berbeda yang tersimpan di dalam hatiku. Namun, aku tetap harus melihat keadaannya, sekaligus untuk memastikan bahwa Langit sudah baik baik saja.


Aku mulai melangkahkan kakiku perlahan ke dalam ruang rawat Langit, wajah Langit tertutupi oleh tubuh Tante Maya yang duduk didekatnya. Dengan perasaan yang bercampur aduk, aku semakin mendekatkan langkahku menuju Langit. Dan saat aku sudah semakin dekat, Langit melihat ke arahku DAN!!!! dia mengatakan hal yang tak hanya membuatku kaget tapi juga Tante Maya dan Bian.

__ADS_1


" Zetaaa " dia membangkitkan tubuhnya perlahan.


" Lo, ehh sayang kamu masih sakit istirahat dulu dong " ucap Tante Maya melihat Langit.


" Kamu kok diem aja sih, sini dong deket sama aku " ujar Langit yang membuatku agak bingung dengan sikapnya.


Aku mendekatkan tubuhku dengan Langit, dan dia seketika menarik tanganku dan mendekapkan tubuhnya ke dadaku.


" Haaaa?! apa ini? kenapa Langit menjadi seperti ini? " aku kaget ketika Langit tiba tiba bertindak seperti itu padaku.


Tante Maya dan juga Bian yang ada disana juga tak kalah kaget melihat Langit.


" Kamu kemana aja, kenapa kamu gak ada di samping aku waktu aku mulai sadar tadi " ucap Langit yang masih menyandarkan kepalanya di dadaku.


" Kamu kan pacar aku, harusnya kamu selalu ada dong di samping aku terus, aku kan lagi sakit, masak kamu tinggalin " ucap Langit yang spontan membuat jantungku berdegup lebih cepat. Mulutku menganga mendengar perkataannya.


" P..pa..car? " jawabku terbata bata, ku tolehkan wajahku ke arah Langit, dan dia masih tidak berdosa terus memelukku.


Tante Maya dan Bian hanya terlihat saling berpandangan, mereka juga terkejut dengan apa yang Langit ucapkan.

__ADS_1


" Sayang....Zeta kan..." belum selesai Tante Maya berbicara, Langit langsung memotong ucapannya.


" Ma, plis. Tolong jangan ganggu hubungan aku sama Zeta, aku cintanya cuma sama Zeta, jadi tolong jangan pisahin aku sama Zeta " jawab Langit yang membuat Tante Maya tercengang.


Ini sudah tidak benar, bagaimana bisa Langit menganggapku masih sebagai kekasihnya.


Aku melepaskan pelukanku perlahan dari Langit.


" Sebentar ya Lang, aku mau ngobrol sama mama kamu " ucapku yang masih menyimpan perasaan bingung.


" Tan " ucapku sembari menggerakkan kepalaku ke arah luar.


Tante Maya mengikutiku diiringi Bian yang juga ikut dibelakangku. Sementara Langit hanya terdiam seperti orang yang kebingungan.


" Tante, gimana bisa Langit nganggep aku masih sebagai pacarnya? aku rasa ada yang gak bener deh tante " ucapku yang tak bisa menyembunyikan wajah panikku.


" Emm iya tante juga bingung. Tante panggilin dokter dulu deh buat meriksa keadaan Langit " ucap Tante Maya yang langsung pergi menuju ruangan tempat Dokter yang menangani Langit.


Dokter masuk dan mulai memeriksa Langit, dokter terlihat seperti mengobrol dengan Langit, namun aku sendiri tidak tau apa yang sedang mereka bicarakan. Aku hanya bisa melihat dari luar ruangan.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu kami menunggu, dokter pun akhirnya keluar dan memberitahukan kami apa yang sebenarnya terjadi pada Langit.


Dan ternyata Langit....


__ADS_2