Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Perubahan Yang Akan Terjadi


__ADS_3

*** Di Lokasi Kecelakaan Langit


Warga yang mendengar suara benturan yang begitu keras dari arah jalan lantas langsung berkerumun menuju lokasi kejadian.


Para warga menolong dan mengangkat kedua korban yang tak lain adalah Langit dan Farah untuk segera dibawa ke rumah sakit.


*** Di Rumah Sakit


" Apa ada warga yang mengenal korban? " Tanya suster di rumah sakit itu.


" Gak ada sus, tapi ini hp sama dompet korban siapa tau ada informasi untuk keluarganya yang bisa dihubungi " Ucap salah satu warga sambil menyerahkan barang barang milik Langit dan Farah.


Pihak rumah sakit pun segera memeriksa hp tersebut, dan beruntung bahwa hp Langit masih menyala.


Mereka segera menghubungi Mama Langit, dimana kontak terakhir yang dihubungi oleh Langit adalah Mamanya.


" Halo Bu, apa benar ibu adalah orangtua dari Langit Arsen Hanoto? " tanya petugas rumah sakit.


" Iyaaa benar saya Mamanya Langit, maaf ini dengan siapa yaa? " Tante Maya balik bertanya.


" Saya petugas rumah sakit Bakti Mandiri, saya ingin mengabarkan bahwa anak ibu mengalami kecelakaan dan saat ini sedang dirawat dirumah sakit kami " Jawab petugas rumah sakit itu.


" Apaaaa?! Ya ampunnn, baik baik saya segera kesanaa " Tante Maya langsung menutup telvonnya dan segera memanggil Papanya Langit.


Mereka berdua akhirnya langsung pergi menuju rumah sakit untuk melihat kondisi Langit dan juga Farah, tak lupa mereka juga mengabari orangtua Farah mengenai kejadian ini.


Sesampainya dirumah sakit, Tante Maya lantas langsung mencari dokter yang menangani Langit dan juga Farah.


Sambil menangis Tante Maya terus memohon agar dokter bisa melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan mereka berdua.


*** Dirumah Zeta


" Makasih ya hari ini, kamu uda ajakin aku ke rumah kamu " Ucapku pada Dean sesaat setelah aku turun dari motornya.


" Sama sama sayang. Kamu sering sering ke rumah aku juga gakpapa kok, aku malah seneng banget " Jawab Dean sambil memegang tanganku.


" Kamu gak mau mampir ke dalem dulu De? " Tanyaku.

__ADS_1


" Kayaknya gak usah deh Ta, lagian kasian ntar Arga kelamaan nunggu aku dirumah kan "


" Oh iyaa aku lupa, ada Arga ya dirumah kamu. Yaudah kamu hati hati deh pulangnya, jangan ngebut ngebut lo sayang " Ucapku sambil menarik kedua pipi Dean.


" Okeeee cantikkk. Yaudah aku balik dulu yaaa, see you sayang "


Dean menyalakan motornya dan perlahan menghilang dari pandanganku.


Aku sungguh bahagia Dean ada di dalam hidupku saat ini. Disaat aku sedang bersusah payah melupakan kenanganku bersama Langit, Dean datang kepadaku seperti obat pereda rasa sakitku. Dia memberikanku begitu banyak cinta yang bahkan mengalahkan semua luka luka yang membekas dihatiku. Hidupku sekarang terasa jauh lebih sempurna. Berkat Dean, aku tak perlu memimpikan apapun lagi, dia sudah seperti jawaban dari segala harap dan doaku selama ini.


*** Dirumah Sakit


Semua orang berkumpul menunggu hasil dari dokter mengenai bagaimana keadaan Langit dan Farah.


Tante Maya dan Mamanya Farah terlihat menangis menantikan kabar tentang kondisi anaknya. Sementara raut cemas tidak bisa disembunyikan dari wajah Papa Langit dan juga Farah.


Setelah kurang lebih 2 jam mereka menunggu, akhirnya dokter pun keluar dari ruang operasi.


" Dokter bagaimana keadaan anak anak kami? " Dengan suara yang lirih menahan tangis Tante Maya bertanya pada dokter.


" Untuk kondisi dari anak ibu yang lelaki dia berhasil diselamatkan dan saat ini tengah diproses untuk menjalani perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara untuk yang perempuan, kami memohon maaf. Kami gagal menyelamatkannya " Ujar Dokter tersebut.


Keadaan yang sungguh tidak pernah di duga akan seperti ini. Pertunangan yang telah digelar dan rencana pernikahan yang sudah mulai disusun kini semua harus dikubur dalam dalam.


Hidup ternyata tak menakdirkan Langit dan Farah untuk bersatu.


****


*** Dirumah Bian


5 hari berlalu setelah peristiwa itu, Langit juga masih belum sadar dari komanya. Dan Bian juga tidak mengetahui tentang kecelakaan yang menimpa Langit.


" Langit kemana yaaa akhir akhir ini, kok aku hubungi gak pernah angkat, padahal aku ada niatan mau ketemuin dia sama Zeta, tapi ni ehh anaknya malah ntah kemana " Gumam Bian sambil menatap layar ponselnya.


Sudah beberapa hari ini ia terus menghubungi Langit namun tak ada jawaban sama sekali.


" Ohh iyaaa, apa aku telvon mamanya aja yaa. Kemaren kan Langit pernah pinjem hp aku buat telvon mamanya, pasti nomornya masih tersimpen " Bian bergegas melihat daftar kontak di ponselnya, dan benar saja nomor Mama Langit tersimpan disana.

__ADS_1


Bian langsung menghubungi Tante Maya untuk menanyakan keberadaan Langit.


Telvon tersambung dan Tante Maya mengangkat telvon itu.


" Haloo, tante selamat pagi, saya Bian temennya Langit, saya mau tanyain soal Langit nih tan " Ucap Bian setelah Tante Maya mengangkat telvonnya.


" Oh Bian temennya Langit yaa. Maaf ya Tante gak ada kasih kabar ke kamu " Suara Tante Maya terdengar lirih.


"Kabar? kabar apa ya tante?" Tanya Bian heran.


" Langit mengalami kecelakaan Bi, dan sekarang kondisinya masih koma " Ucap Tante Maya dengan suara yang terdengar semakin lirih.


" Haaa?! serius tantee?! Dimanaa tan, Langit dirawat dimana sekarang? " Tanya Bian dengan panik karena mendengar kabar ini.


" Dirumah sakit Bakti Mandiri " Jawab Tante Maya.


Bian lantas langsung mematikan telvonnya dan segera bergegas pergi ke sana.


**** Dirumah Sakit


Bian bertanya pada bagian informasi mengenai kamar tempat Langit dirawat. Bergegas Bian berlari mencari ruangan tersebut dan Bian melihat Tante Maya duduk di sana.


" Tante, gimana keadaan Langit tan. Kok bisa Tan gimana kejadiannya?" Bian memberondong Tante Maya dengan semua pertanyaannya.


Tante Maya pun menceritakan semua kejadian itu pada Bian.


" Astagaaa... Ya ampun Lang " Gumam Bian dengan perasaan yang begitu sedih.


" Zetaa, oh iyaa Zetaa. Aku harus kabarin Zeta " Bian teringat akan Zeta lalu kemudian ia sedikit menjauh dari Tante Maya dan menghubungi Zeta.


Bian yang masih memegang ponselnya untuk menghubungi Zeta dibuat kaget oleh dokter yang keluar dari ruangan Langit.


" Gimana dok, gimana sama perkembangan Langit, apa ada kemajuan dok? " Tanya Tante Maya dengan penuh cemas.


" Maaf buk, saat ini Langit belum menunjukkan perkembangan apapun, kita berdoa saja ya buk semoga Langit bisa cepat sadar dari komanya, kita membutuhkan waktu untuk membuat Langit sadar dari komanya " Dokter itu menjawab pertanyaan Tante Maya.


Bian yang mendengar ucapan dari sang dokter lantas langsung pergi untuk menemui Zeta.

__ADS_1


" Zeta harus tau hal ini, aku harus sampein ini semua secara langsung ke dia ".


****


__ADS_2