Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Yang Tak Terduga


__ADS_3

Aku berjalan ke arah gerbang sekolah hendak menghampiri Dean yang sudah menungguku sedari tadi.


Hari ini aku pulang sedikit lebih lama, karena ada banyak pekerjaan di sekolah yang harus aku selesaikan.


" Haiii De, uda dari tadi banget ya nunggunya? Maaf ya De, baru aja selesai semua kerjaan aku " Sapaku pada Dean yang sedang duduk di pos satpam.


" Santai Sayanggg, gak masalah kok nunggu kamu mau seberapa lama jugak hehe " Sahut Dean diiringi senyum manis di wajahnya.


" Ihhh bisaaa ajaaa Deankuuuu " Jawabku sambil mencubit kecil pipinya.


" Yaudah ayuk langsung naik ke boncengan ya tuan putri " Dean menarik perlahan tanganku.


Kami akhirnya pergi meninggalkan area sekolah dan Dean ternyata ingin mengajakku pergi ke rumahnya.


" Hari ini kamu bakalan kenal aku lebih jauh Ta. Mungkin kemaren aku hanya ceritain sebagian tentang aku ke kamu. Tapi hari ini aku akan ajak kamu ke rumah aku dan kamu akan tau lebih banyak tentang aku " Ucap Dean di tengah perjalanan kami.


" Kamu mau ajak aku ke rumah kamu? Kok langsung tiba tiba ngajakin gini sih De? " Tanyaku pada Dean.


" Gak papa Ta, kali ini aja kok. Karna aku mau di hubungan kita gak ada lagi something yang ditutup tutupi " Ujar Dean


" Hmmm yaudah deh De aku ikut ajaa " Jawabku.


Kami akhirnya sampai di sebuah gang yang tidak terlalu kecil namun memiliki rumah yang lumayan agak berjarak.


Motor Dean berhenti di depan sebuah rumah bercat biru muda yang tidak terlalu besar, tapi tidak juga kecil. Rumah dengan desain minimalis yang cantik.


Rumah ini terlihat begitu asri dan rindang, karena ada begitu banyak pepohonan dan tanaman tumbuh di halamannya yang juga lumayan luas.


" Ini dia Ta, rumah aku, gak besar kan yaa, biasa banget " Dean berkata padaku sambil berjalan ke arah pintu rumahnya.


" Biasa apanya De, rumah kamu bagus banget tau. Desainnya cantik, halamannya juga luass. Ahhhhh...nyaman banget sih kalau ini De " Jawabku sambil melihat lihat tanaman yang ada di halaman rumah Dean.


" Ini tanaman semua kamu sendiri yang urus De? " Tanyaku saat melihat bunga bunga yang tumbuh begitu cantik di pekarangan rumahnya.


" Hehe iyaaa nih Ta. Aku sukak nanem tanaman gitu. Apalagi bunga bungaan. Ntah kenapa aku ngerasa tenang aja gitu liat tanaman tanaman gini" Jawab Dean.


" Wahh berarti kamu punya hati yang lembut ya De. Jadi makin makin deh sama kamuu hehe " Ujarku sambil mengusap kepala Dean.


" Hehe apaan sihhhh Zetaaakuuuu " Sahut Dean.


" Yaudah ayuk masuk Ta, jangan sungkan sungkan, bentar lagi ini jugak kan bakalan jadi rumah kamu " Dean membukakan pintu rumahnya untukku.


" Hehe aminnnn, semoga suatu saat kita bisa tinggal satu rumah ya De" Jawabku.


Kesan pertama aku melihat isi rumah Dean adalah aku merasa kagum. Rumah Dean memang didesain se minimalis mungkin. Isi dalam rumahnya begitu tertata rapi dan cantik. Begitu manis dilihat mata.


" Wahhh De ya ampunnn, rumah kamu ini cantik banget sih ihh, gemes banget tau akunyaaa " Ujarku mengagumi isi rumah Dean.


" Hehe bagus yaa Ta? Kamu sukak? Kalau gitu berarti selera kita sama dong hehe " Jawab Dean.


" Bangett De, ini selera aku bangettt " Sahutku.

__ADS_1


" Yaudah kamu duduk dulu yaa, aku ambilin cemilan dulu buat kamu, tunggu sini yaaaa " Ucap Dean sambil berjalan ke arah dapur.


Aku yang berada di ruang tengah berjalan melihat lihat isi rumah Dean. Di meja dekat televisi terlihat beberapa bingkai foto terpajang disana.


Aku melihat dan mengambil salah satu foto dan ternyata itu adalah foto Dean dengan kedua orangtuanya.


Dean masih kecil di foto itu, senyumnya masih sama manisnya dengan senyum dia saat ini, wajah polos dan lugunyaa, benar benar tidak berubah.


" Hei Ta, liat apaa? " Tanya Dean yang mengagetkanku.


" Ehhh De, kamu ngagetin ajaa. Nih foto kamu kan, lucu banget sih kamu masih kecil, gak berubah sama sekali " Ucapku sambil memberikan foto yang aku lihat ke Dean.


" Hehe iyaa Ta, ini foto aku waktu aku TK. Dan waktu orangtua aku masih ada " Jawab Dean dengan nada suara yang sedikit lirih.


" Aduh ya Ampun, maaf ya De yaa, aku aduhh lupa banget, saking senengnya liat foto kecil kamu, maaf banget Sayang aku gak teringet ya ampun " Aku menggenggam tangan Dean.


Dean tersenyum ke arahku " Gakpapa Zetaaa, aku ngerti kok. Lagian aku uda biasa, aku yakin orangtua aku juga uda bahagia di surga "Jawab Dean


" Yaudah ayuk itu aku uda siapin cake buat kamu, cemilan yang banyak buat kamu, jadi ayukk kita makannn " Dean menarik tanganku ke ruang tengah.


Kami makan bersama disana dan Dean terlihat begitu bahagia. Berulang kali ku lihat senyum yang begitu lepas dari wajahnya. Aku lega, setidaknya kehadiranku di hidup Dean bisa membuat Dean melupakan kesedihan dan kesepian dia selama ini.


" Aku seneng banget deh Ta kamu ada dirumah aku kayak sekarang ini, karena kamu tau sendiri kan, aku cuma sendirian di rumah ini " Ucap Dean.


" Aku yang seneng De, kamu mau ngundang aku dateng ke rumah kamu, kamu izinin aku untuk bisa liat rumah kamu " Jawabku pada Dean.


" Tapi yahh gini lah Ta, keadaan rumah aku sepi banget. Setiap kali aku pulang ke rumah dan aku buka pintu rumah aku, kosong banget Ta, rasanya hampa bangett, gak ada siapapun yang nyambut aku pulang, atau gak ada siapapun yang aku liat ada di rumah ini. Yahh walaupun uda lama aku jalanin ini semua, tapi tetep aja setiap hari rasa sepi itu selalu ada " Ucap Dean dengan suara yang terdengar begitu sedih.


Dean memelukku dengan sangat erat, dia menyandarkan kepalanya di bahuku.


" Aku bahagiaa banget Ta, sekarang aku gak akan ngerasa kesepian lagi. Aku janji sama kamu Ta, aku akan kerjaa lebih giat lagi lebih keras lagi buat kebahagiaan kita berdua. Makasih banyak ya Ta uda dateng ke kehidupan aku " Dean semakin mengeratkan pelukannya.


" Ehhh, aku punya ice cream deh Ta, kamu mau gak? " Tiba tiba Dean bertanya padaku dan melepaskan pelukannya.


" Tiba tiba ya De ke ice cream " Jawabku.


" Hehe mendadak kefikiran " Dean berlari kecil ke dapur untuk mengambil ice cream yang ia maksud.


" Nihh ice cream coklatt buat kitaaa " Dia memberikanku ice cream dan kemudian menyandarkan kepalanya ke bahuku sambil memakan ice cream itu.


Aku yang melihatnya memakan ice cream itu dan...


" Ya ampunn De ihhh belepotan semuaa itu ice cream nya di mulut kamuu " Aku mengambil tisu diatas meja dan membersihkan sisa ice cream di mulutnya.


Dean hanya tersenyum melihatku melakukan itu.


" Kek anak kecil deh kamuu Dee " Sahutku lagi.


" Hehe maaf, kebiasaan akuu Taaaa " Ucap Dean yang masih tetap lanjut memakan ice cream nya.


Sementara itu diluar rumah terdengar suara ketokan pintu, diiringi suara seorang pria yang memanggil manggil nama Dean.

__ADS_1


" Ehh kayaknya ada yang dateng deh De di depan "


" Bentar yaa aku bukain dulu, kayaknya aku tau deh itu siapa " Dean beranjak dari sofa dan menuju ke arah depan untuk membukakan pintu.


Dan saat pintu dibuka aku melihat seorang pria yang sepertinya juga tidak asing bagiku.


" Lohh ituuu kan...... "


Belum sempat aku memikirkannya, Dean mengajak pria itu masuk dan mengenalkannya kepadaku.


" Taa, ini kenalin Arga, temen kerja akuu sekaligus sahabat aku, dia dateng kesini buat nginep"


Dan benar saja, aku baru teringatt. Ia dia Arga mantan kekasih Yola sahabatku.


" Lo Zetaa kamuu? " Arga yang melihatku langsung mengenaliku.


" Tunggu tunggu, kamu kenal Ga sama Zeta? " Dean bertanya keheranan.


" Hehe iya kenal De, dia temennya mantan aku Yola " Jawab Arga.


" Ya ampun dunia ini sempit banget ya Ta ternyata, gak nyangka lo bisa ketemu kamu lagi, disini pula, dan dengan status pacaran sama sahabat aku pula hahaha " Arga menyambung perkataannya.


" Haha iya ya ampun, gak nyangka lo ya Ga, sesempit ini dunia ternyata " Ucapku.


" Duhh rupanya kalian tu uda saling kenal yaaa, jadi aku gak perlu kenalin kalian lagi dong "


" Hehe gak perlu De, uda kenal kok " Jawabku.


Kami mengobrol dengan begitu akrab malam itu, obrolan kami terasa begitu nyaman karena aku pun memang sudah mengenal Arga sebelumnya.


Hari kian larut dan Dean akhirnya mengantarku pulang ke rumah. Dengan senyum dan hati yang berbunga bunga aku memeluk erat pinggang Dean si sepanjang perjalanan pulang.


*** Dirumah Langit.


" Pamit ya Ma " Ucap Langit pada Mamanya.


" Duh senyum dong sayang, kan mau pergi sama Farah, harus keliatan bahagia dong " Jawab Tante Maya.


Langit tak menghiraukan ucapan Mamanya dan langsung pergi.


" Hati hati ya sayanggg " Teriak Tante Maya kepada Langit yang sudah menjauh pergi.


Langit tiba dirumah Farah, dan mereka langsung pergi ke pesta ulang tahun salah satu teman dekat Farah.


Diperjalanan menuju rumah teman Farah, Hp Langit berdering, ada panggilan masuk di hp nya.


Langit yang sibuk mencari dimana Hp nya justru membuat dia malah tidak konsentrasi berkendara.


Saat menemukan Hp nya yang ternyata terjatuh dibawah, Langit menatap ke arah depan dan...di depannya sudah ada sebuah motor yang juga melaju dengan kencang.


Langit yang menghindari motor itu lantas langsung membanting setirnya, mobil Langit juga melaju kencang saat itu dan Brakkkkk.........mobil Langit menabrak tepian jalan dan terbalik.

__ADS_1


***


__ADS_2