Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Fakta Yang Menghancurkanku


__ADS_3

Hari itu fikiranku benar benar kacau. Semua bercampur menjadi satu. Bagaimana jika orang yang dilihat Yola ternyata memang benar Langit, apakah aku siap menerima kenyataan pahit yang saat ini sedang ada di depan mataku.


Karena fikiranku yang semakin ntah kemana, aku memutuskan untuk membatalkan rencana menonton. Dan untung saja antrian tiket di bioskop tadi cukup panjang sehingga Yola belum sempat memesan tiket, karena ia pun juga keburu kaget dengan apa yang dilihatnya.


Akhirnya aku dan Yola pun memutuskan untuk mencari, namun tak membuahkan hasil.


" Aku rasa dia uda masuk ke dalem deh Ta, soalnya kesana kemari kita cariin juga gak ada kan "

__ADS_1


" Tapi kamu memang yakin ya Yol kalau yang kamu lihat itu Langit "


" Seratus persen bisa aku jamin itu Langit ta, itu Langit, orang aku tu liat dengan jelas banget "


Aku hanya terdiam dengan keyakinan Yola. Sambil terus berharap Yola salah lihat kali ini.


" Tapi ya Ta kalau itu emang bener bener Langit kamu uda siap Ta, soalnya aku tadi liat dia sama cewek loh "

__ADS_1


Akhirnya aku dan Yola pergi dari bioskop dan memilih untuk menunggu di cafe yang ada di depan bioskop. Sampai akhirnya satu persatu orang mulai keluar dari bioskop dan aku melihat seorang pria yang tidak asing dimataku. Pria yang memakai kaos berwarna hitam dan jeans biru itu, ya Tuhan dia adalah Langit.


Aku terdiam beberapa saat, ketika aku lihat dia menggenggam tangan seorang wanita disisinya. Yola terus menarik tanganku untuk mengikuti mereka, namun aku hanya terpaku sambil menahan air mata yang ingin tumpah dari mataku.


Sambil menguatkan hatiku aku terus mengikuti mereka, sampai akhirnya mereka berhenti di taman kota . Hatiku benar benar hancur melihat mereka berdua, bercanda tertawa. Hal yang tak pernah aku lihat lagi di wajah Langit ketika bersamaku akhir akhir ini. Langit terlihat sangat bahagia, dan aku rasa inilah alasan mengapa Langit berubah padaku belakangan ini.


Aku meminta Yola untuk mengantarku pulang, aku tak sanggup lagi melihat ini semua. Dan saat aku akan membalikkan badan , betapa remuk nya hatiku melihat Langit mencium wanita itu. Jantungku serasa didentum oleh sesuatu yang sangat keras. Hancur, hatiku dan perasaanku benar benar hancur. Langit, lelaki yang telah bersamaku selama 3 tahun ini, lelaki yang telah melewati begitu banyak lika liku kehidupan bersamaku, lelaki yang telah begitu banyak menciptakan kenangan dihatiku, hari ini dia benar benar menjatuhkanku sejatuh jatuhnya.

__ADS_1


Air mataku tumpah membasahi wajahku. Aku tak sanggup menahannya lagi, mengapa dia tega melakukan ini padaku, apa salahku, dia pun tau betapa tulus aku mencintainya, apa dia tidak memikirkanku saat dia melakukan itu semua, ingin rasanya aku caci maki dia dan wanita itu, namun apa daya aku terlalu lemah untuk melakukannya.


Aku tak tau apa alasan Langit melakukan ini semua padaku, bahkan sejujurnya pun aku belum siap mendengar jawaban dari Langit. Aku yakin hatiku pasti akan semakin remuk. Namun aku sadar aku tak mungkin memendam ini, aku harus selesaikan ini semua pada Langit. Sekalipun aku tau mungkin ini akan menjadi hal terakhir yang aku bicarakan dengannya.


__ADS_2