
" Sebelumnya saya ingin meminta maaf jika mengganggu para tamu sekalian, saya hanya minta perhatiaannya sebentar, karena ada hal yang ingin saya sampaikan "
Astaga itu suara Dean, dan benar saja itu memang Dean yang berbicara melalui Mic tanpa aku tau apa tujuannya.
" Loo Ta itu bukannya cowok kamu yaa " Bian yang ada di sampingku bertanya padaku.
" I...i...yaaa Bi, aduh ngapain dia disitu cobak aishhh " Jawabku dengan gugup
Apa yang akan dilakukan oleh Dean?, apa yang ingin disampaikan oleh Dean dihadapan semua orang?.
Dean melanjutkan kata katanya
" Sebelumnya saya ingin menyampaikan sebuah hal kepada seseorang yang akhir akhir ini telah memberikan banyak kebahagiaan karena kehadirannya di kehidupan saya " Kata kata Dean disambut sedikit riuh oleh para tamu.
Dean melanjutkan ucapannya
" Dia gadis yang baik, cantik, lucu, dan juga sederhana. Dia memberikan kehidupan yang lebih berwarna dalam hari hari saya dan saya sangat bahagia untuk itu " Suara Dean terdengar begitu jelas lewat mic.
Astaga Dean, apa maksud ucapannya, apa semua kata kata itu ia tujukan untukku?
Aku hanya terdiam di samping Bian, aku bingung harus apa saat ini.
" Wanita itu saat ini sedang berada di tengah tengah kita semua, dan jika semua berkenan saya akan memanggil dia kesini, Arzeta Larasati aku harap kamu maju ke sini untuk menemui aku "
Deggggg.... Dean memanggil namaku. Berarti semua kata kata itu memang dia tujukan untukku. Ya ampun aku harus apa.
Aku bingung dan seperti membeku di tempatku berdiri.
" Woy Ta ihhh, malah bengong, itu kamu dipanggil tuu. Acieeeee, maju gih sana, kelihatannya ada yang mau di tembak ni hahaha " Bian menyenggolku dan menyadarkanku
Aku akhirnya pelan pelan melangkah maju ke tempat Dean berdiri, di sambut tepukan dari para tamu, astaga rasanya sangat malu mendapat perhatian sebanyak ini.
*** Sementara itu di tempat Langit berdiri
Ketika Dean memanggil nama Arzeta Larasati, sontak Langit merasa kaget.
Bagaimana tidak, Langit tentu sangat mengenal wanita yang barusan di sebut oleh Dean.
Wanita yang 3 tahun pernah bersamanya, tentu dia masih ingat dengan baik nama itu di fikirannya.
Saat melihat Zeta perlahan maju ke arah Dean. Deggggg.... Jantung Langit berdetak lebih kencang, ternyata benar dia adalah wanita itu, wanita yang pernah Langit kecewakan sekaligus wanita yang saat ini sebenarnya masih Langit harapkan.
" Zetaa....
Hmm ternyata cowok yang minta izin ke aku tadi itu adalah temen deket Zeta yang mau nembak dia. Kalau aku tau cewek yang dia maksud adalah Zeta aku gak akan pernah izinin " Langit bergumam di dalam hatinya.
Wajah Langit terlihat begitu syok menyaksikan apa yang ada dihadapannya saat ini.
Wanita yang sebenarnya masih ia cintai, akan segera resmi berpacaran dengan pria yang ia izinkan mengungkapkan perasaannya di acara pertunangan ini.
Langit hanya terdiam, dia tak mungkin mencegah ini semua terjadi. Terlebih, dia lah yang juga telah mengizinkan Dean menyatakan perasaannya.
***
Aku maju ke tempat Dean berdiri, aku mendekati Dean dan Dean seketika berlutut di hadapanku.
" Ta, aku tau perkenalan kita mungkin belum terlalu lama, tapi kamu juga pasti tau gimana perasaan aku untuk kamu "
Dean memegang tanganku
" Kamu membuat hidup aku jadi lebih berarti Ta, kamu bawa lagi kebahagiaan yang uda lama gak aku rasain lagi sebelumnya. Dan Ta, untuk semua hal yang telah kita lewati. Kamu mau kan jadi kekasih hati aku "
Ya ampunn, Dean menyatakan cintanya dihadapan semua orang.
__ADS_1
Ini membuatku terdiam beberapa saat, dan ku dengar....
" Terimaa Ta woyyy terimaa "
Bian berteriak begitu kencang dan membuat tamu lain ikut bersuara riuh.
" Emmm.... De....a...kuu... Mau. Aku mau jadi pacar kamu "
Jawabanku disambut tepukan riuh dari semua orang yang ada disini.
Langit hanya terdiam melihat ke arahku dan Dean.
Aku rasa mungkin ini adalah saat yang tepat, dimana kami akhirnya sama sama telah resmi melanjutkan kehidupan kami masing masing setelah perpisahan itu.
Dean berdiri dan langsung memelukku.
" Makasih ya Ta " Bisik Dean di telingaku.
Semua orang bertepuk tangan melihat kami, aku seperti mendapat begitu banyak perhatian malam ini.
Dan Dean, ternyata ini " Sesuatu " yang dimaksud Dean kemarin padaku.
Ternyata dia ingin menyatakan perasaanya padaku dihadapan semua orang tepat di acara pertunangan Langit, orang yang dahulu telah menyakitiku.
Tapi aku masih heran bagaimana Dean bisa melakukan ini semua, padahal Dean juga sama sekali tidak mengenal Langit. Karena tidak mungkin, tanpa persetujuan dari yang punya acara Dean bisa melakukan ini semua.
*** Sebelum Dean menyatakan perasaannya
" Mas permisi, boleh bicara sebentar "
Dean menghampiri Langit yang sedang bersiap siap dengan acaranya.
" Maaf ada apa ya mas, acara saya uda mau dimulai ni soalnya " Jawab Langit
" Emm oke deh mas "
Dean mengajak Langit sedikit menjauh
" Jadi gini mas, saya mau nembak temen deket saya disini, dia salah satu tamu mas jugak, kalau boleh sih. Saya gak akan ngelakuin yang aneh aneh kok mas, cuma mau ngutarain perasaan saya aja ke dia " Dean mengungkapkan maksudnya
" Emm yaa sebenernya boleh boleh aja sih mas, cuma ya mas tunggu acara tukar cincin saya selesai dulu, Gak papa ? " Langit menjawab ucapan Dean
" Ya gak papa dong mas, bisa dibolehin aja saya uda seneng banget, makasih ya mas " Ucap Dean
" Ohh iyaa mas sama sama, semoga sukses ya dan semoga diterima ya "
Langit menyemangati Dean
" Makasih mas " Jawab Dean
Langit mengangguk dan menepuk pundak Dean kemudian kembali ke acara.
" Ternyata itu orangnya. Langit, cowok yang pernah hianati Zeta, kelihatannya baik tapi ternyata....
Seneng banget dia izinin aku untuk nembak Zeta disini, kalau nanti dia tau siapa perempuan yang mau aku tembak, aku yakin dia pasti bakalan kaget banget. Ini sedikit kejutan dari aku, karena kamu dulu uda nyakitin Zeta Lang "
Dean berbicara sendiri dari dalam hatinya dan dia merasa sangat lega sekaligus bahagia karena semua rencananya bisa berjalan dengan baik.
***
Acara kembali dilanjutkan, MC memanggil Langit untuk maju dan bernyanyi dihadapan semua orang.
Langit yang awalnya menolak akhirnya mau maju karena desakan dari orangtuanya dan juga Farah.
__ADS_1
Aku berdiri disamping Dean, dengan Dean yang terus menggenggam tanganku, aku masih tidak menyangka, malam ini Dean telah resmi menjadi kekasihku.
Langit naik ke atas panggung. Musik mulai bermain dan....
Kenapa Langit malah menyanyikan lagu ini?
Langit menyanyikan lagu Harusnya Aku milik band Armada.
Lagu yang biasanya dinyanyikan oleh para mantan yang tidak rela melihat sang mantan bahagia melanjutkan hidupnya.
Bagaimana bisa Langit menyanyikan lagu itu, bahkan di acara bahagianya. Kenapa dia tidak menyanyikan lagu romantis untuk Farah dan mengapa malah menyanyikan lagu patah hati seperti ini.
Ku lihat Langit bernyanyi dan tatapannya, ia bernyanyi dengan menatap ke arahku dan Dean.
Apa ini? Mengapa Langit melihat ke arah kami.
Dean yang menyadari tatapan Langit langsung melihat ke arahku dan menarikku keluar dari acara itu.
Aku melepaskan genggaman Dean dan ku tanyakan mengapa dia langsung menarikku keluar
" Aku tau maksud dia nyanyi lagu itu untuk apa Ta " Dean menjawabku dengan kesal
" Maksud kamu apa sih De? " Tanyaku pada Dean
" Lagu itu buat kamu, kamu gak liat apa tadi tatapan dia ke arah kamu sambil nyanyiin lagu itu. Aku tu cowok Ta aku tau, tatapan dia dalem banget ke kamu, dan cara dia nyanyi bener bener dari hati banget "
" Ya ampun ya gak mungkin lah De, aku sama dia tu gak ada apa apa lagi, toh sekarang Langit uda ada Farah mereka uda tunangan dan aku rasa sebentar lagi bakalan nikah, dan aku, aku uda punya kamu. Jadi apapun itu mau itu lagu buat siapa, gak ada kaitan apa apa lagi sama aku De " Aku berusaha meyakinkan Dean.
" Kita ni baru aja resmi jadian lo, masak langsung berdebat gini sih " Aku memegang tangan Dean
" Hmm, maafin aku ya Ta, aku berlebihan " Dean terlihat sedih
" Udah udah lupain aja, kita pulang aja deh yuk, kamu juga pasti capek kan hari ini, jadi kita pulang aja yaa " Aku menarik tangan Dean menuju mobil
Dean tanpa sepatah kata pun mengikutiku dan kami akhirnya meninggalkan acara itu dan pulang kerumah.
*** Sementara itu di dalam acara
Langit yang melihat Zeta ditarik pergi oleh Dean, seketika menghentikan nyanyiaannya dan pergi meninggalkan acara.
Para tamu yang datang tentu merasa keheranan melihat sikap Langit barusan.
Tante Maya yang sedari tadi sudah memperhatikan gerak gerik anaknya langsung ikut masuk dan mengejar Langit.
Mc pun mencoba mencairkan suasana dengan meminta Farah untuk naik ke atas panggung dan bernyanyi dihadapan para tamu.
Tante Maya mengejar Langit dan melihat Langit duduk di atas tempat tidurnya.
" Langittt, apa apaan kamu Haa?!. Bisa bisanya kamu bersikap seperti ini, Mama uda perhatiin kamu dari tadi yaa Lang. Perempuan itu, Zeta kan? Mantan kamu yang gak mama restui itu kan?. Kamu uda melanjutkan hidup kamu dengan wanita yang lebih segala galanya dari si Zeta itu, tapi ini apaa?! coba liat sikap kamu, kamu buat malu tau gak sih Lang ". Tante Maya terlihat begitu marah pada Langit
" Cukup Ma cukuppp !!!, Terserah, terserah Mama mau ngomong apaa, aku gak pedulii, Mama emang gak pernah ngertiin perasaan aku, Mama cuma mikirin kebahagiaan Mama sendiri, tanpa pernah peduli apa yang aku rasain. " Langit juga tak kalah emosi dengan Tante Maya
Langit meminta Tante Maya untuk keluar meninggalkannya. Perasaan Langit benar benar kacau malam itu, ia merasa hati dan kehidupannya telah benar benar hancur.
Tante Maya yang tak bisa berkata apa apa lagi lantas keluar dan meninggalkan Langit.
Ia meminta pada MC agar segera menutup acara dengan alasan bahwa Langit mendadak tidak enak badan.
Acara pertunangan Langit malam itu berjalan tak sesuai rencana.
Ternyata selama ini Langit masih menyimpan perasaan untuk Zeta. Langit masih mencintai Zeta.
Lalu mengapa kemarin Langit menghianati Zeta? Apa yang sebenarnya terjadi?
__ADS_1
***