
Malam pun tiba, acara pertunangan Langit resmi digelar. Menjelang acara jantungku berdegup dengan begitu kencang, aku tak mengerti apa yang terjadi pada diriku, aku harus siap, aku harus membiasakan diriku.
" Ta, ni aku otw yaa " Pesan dari Dean masuk ke hp ku.
Aku berdandan cantik malam ini, dengan gaun yang Dean belikan kemarin malam, dengan make up dan tatanan rambut yang aku rias di salon, aku berpenampilan berbeda untuk acara itu.
Sejujurnya ini bukan untuk menarik perhatian Langit di acaranya, melainkan untuk Dean. Karena Dean orang yang sudah mempersiapkan semua ini untukku, jadi aku pun harus berpenampilan istimewa untuk Dean.
*** Di kamar Langit
" Wahhh coba liat anak mama, ganteng banget, cocok banget disandingin sama Farah " Mama Langit menghampirinya yang tengah bersiap siap
" Coba ni kamu liat Farah, dia cantik banget kan malam ini " Mama Langit tersenyum ke arah Farah yang ia bawa ke kamar Langit
"Ahh tante Maya bisa aja deh " Sahut Farah
Langit hanya terdiam dan tidak memperdulikan sama sekali omongan mamanya.
" Emm Farah kamu coba deh cek cek lagi kesana, siapa tau ada yang kurang " Mama Langit menyuruh Farah untuk keluar sebentar
" Langitt, kamu ni bisa gak sih bersikap lebih baik, lebih bahagia haa?!. Ayo dong sayang ini tu acara pertunangan kamu, tunjukin dong kalau kamu tu lagi bahagia. Ni enggak, kamu malah bersikap ketus ke Mama bahkan ke Farah " Mama Langit menegur sikap Langit barusan
"Bahagia, Mama nyuruh aku bahagia?! Kalau aja dari awal aku tau rencana Mama, mungkin aku gak akan pernah mau dikenalin sama Farah " Jawab Langit dengan begitu kesal
" Loh, kamu kok jadi nyalahin mama gini sih Lang, toh kemarin waktu mama kenalin kamu ke Farah kamu mau mau aja kan, gak ada paksaan lo dari Mama, kamunya yang emang mau kan "
" Udah deh Ma, Mama gak usah bersikap kalau Mama itu berniat baik ke aku, Mama sengaja kan manfaatin situasi hubungan aku waktu itu sama Zeta untuk masukin Farah ke kehidupan aku, sampek akhirnya aku terjebak sama semua itu " Langit menggebrak pelan meja rias dihadapannya
Tante Maya hanya terdiam mendengar ucapan anaknya. Karena Tante Maya lah yang sebenarnya memang merencanakan ini semua untuk menjebak anaknya sendiri.
***
Dean akhirnya datang menjemputku. Tapi kali ini Dean tidak mengendarai motor yang biasa ia pakai, melainkan mobil.
Dean keluar dari mobil dan menyapaku.
" Loh De, kamu kok bawak mobil sih, ini mobil siapa?" Tanyaku dengan heran
"Yaiyalah Ta aku bawa mobil, masak iya kamu pakek gaun dan uda dandan secantik ini aku boncengin naik motor, gak mungkin dong"
" Terus ini mobil siapa? "
" Udah nantik aku jelasin, ayok cepet naik tuan putri, nantik kita terlambat lo " Dean mengulurkan tangannya dan membukakan pintu mobilnya untukku.
*** Di acara pertunangan Langit
Semua tamu sudah berdatangan, acara pertunangan Langit digelar dengan mewah dan meriah. Maklum saja, orangtua Langit adalah pengusaha sukses, begitu pun dengan orang tua Farah. Jadi wajar acara digelar dengan begitu megah nya.
Langit melihat kesana kesini, seperti mencari sesuatu.
" Woyyy " Bian merangkul Langit dari belakang
" Ihh apaan sih Bi ahh, ngagetin ajaa "
__ADS_1
" Dihhh yang mau tunangan kok jutek bangett, cheer up dong Lang "
" Gak ada alasan untuk aku bahagia Bi "
" Lah kok gitu sih Lang, semua orang tu biasanya bahagia di acara pertunangan dia, ehh ini kok malah gak seneng gini, keliatan sedih lagi "
" Kamu gak tau apa apa Bi "
" Gak tau apa sih Lang, emangnya ada apa, cerita dong "
Langit terdiam beberapa saat
" Sebenernya tu aku..... "
Belum selesai Langit berbicara, ia dipanggil oleh mamanya.
" Langit sini dong, acara nya uda mau dimulai nih " Panggil Tante Maya
" Emm iyaa Ma " Langit menjawab Mamanya, dan meninggalkan Bian
Bian dalam hati terus bertanya, apa yang sebenarnya disembunyikan Langit, dan mengapa Langit justru malah terlihat sedih di acara pertunangannya.
" Pokoknya kalau ni acara uda selesai, aku bakal kepoin dan tanyak semuanya ke Langit " Gumam Bian dalam hati.
***
Akhirnya kami tiba di acara pertunangan Langit. Aku tiba di rumah Langit, rumah yang begitu megah dan mewah.
Bukan tanpa alasan, Langit tidak pernah mengajakku ke rumahnya karena mamanya tidak menyetujui hubungan kami. Wajar saja, Langit anak orang kaya raya, sedangkan aku hanya orang biasa.
Aku masuk dengan perasaan yang bercampur aduk, pertama kalinya aku datang ke rumah Langit dan langsung menjadi tamu di acara pertunangannya.
" Semuanya oke kan Ta?" Dean bertanya sambil menggenggam tanganku.
" Emm oke kok De " Aku tersenyum untuk membuat Dean meyakini aku baik baik saja, padahal hatiku begitu kacau.
Kami masuk ke dalam dan ku lihat Langit sedang berdiri disana, disamping Langit ada seorang wanita cantik yang menggandeng tangannya, itu pasti Farah tunangan Langit, yang namanya aku lihat terpampang di karangan bunga ucapan selamat dekat pintu masuk tadi.
Saat aku sedang memperhatikan semua yang ada disini, aku melihat Bian
" Ehh itu Bian, kita samperin yuk, dia temen aku, biar aku kenalin juga ke kamu " Aku menarik tangan Dean ke arah Bian.
"Oyyy Bi " Panggilku pada Bian
" Ehhh Zetaa, idihh cantik bangett. Ehh bawa siapa nih aduhh " Bian melihat lelaki disampingku
" Oh iya kenalin ini Dean ,temen deket aku "
" Wihh uda beneran move on dong nii. Haloo mas kenalin aku Bian temennya Zeta " Bian megulurkan tangannya pada Dean
" Oh iyaa mas, saya Dean "
" Ehh Ta, tau enggak, Langit tu gak bahagia lo sama pertunangannya, dia kelihatan sedih banget, aku mau tanyakin ke dia ehh tapi gak keburu tadi " Bian membisiki telingaku
__ADS_1
" Maksud kamu Bi? " bisikku pelan pada Bian
" Emm Ta, aku ke toilet dulu ya bentar " Dean tiba tiba ingin pergi ke toilet
" Emm oke De " Jawabku
Bian pun kembali melanjutkan omongannya
"Iya Ta, tadi aku tu samperin dia, ehh dia malah kayak jutek gitu, dia bilang sama aku kalau dia tu gak bahagia Ta, dan waktu aku tanyak dan dia mau jelasin kenapa, ehh tante Maya manggil dia, gak jadi deh dia ngejelasin "
" Aku kepo banget tau gak sih Ta, kenapa ya kira kira " Sambung Bian
Aku hanya terdiam mendengar omongan Bian. Apa Langit memang tidak bahagia dengan pertunangannya. Lalu apa alasannya.
Bian tidak mungkin mengarang cerita, apalagi Bian memang laki laki kepo yang selalu ingin tau urusan orang lain. Sudah pasti kali ini Bian jujur padaku.
Ahhh, andai saja Yola tidak sedang pulang kampung, mungkin saat ini ada teman yang bisa aku ajak bertukar fikiran.
" Selamat Malam para tamu undangan sekalian. Saya Juan MC untuk malam ini "
Suara MC itu mengagetkanku
" Sebelumnya selamat datang para tamu undangan semua ke acara pertunangan Langit Arsen Hanoto dengan Farah Anindita, beri tepuk tangannya dong semua "
Ditengah tengah MC yang masih berbicara, aku baru sadar bahwa Dean tak kunjung kembali dari toilet. Aku tidak mungkin mencari karena saat ini para tamu sedang khidmat menyaksikan acara yang baru saja dimulai.
" Baiklah, saya rasa tidak perlu berlama lama lagi, langsung saja kita masuk ke bagian yang paling ditunggu tunggu yaitu pertukaran cincin kedua pasangan kita Langit dan juga Farah "
Semua tamu bertepuk tangan, aku yang tadinya kefikiran untuk mencari Dean kini malah fokus ke proses pertukaran cincin Langit dan Farah.
Langit terlihat begitu gagah malam itu, jas hitam yang ia kenakan membuat Langit terlihat sangat tampan.
Sangat cocok memang bersanding dengan Farah, mereka pasangan yang sempurna. Sama sama berasal dari keturunan orang berada.
Mereka akhirnya saling bertukar cincin. Dann ahhhhh.... mengapa dadaku terasa sesak begini, apa yang sebenarnya aku rasakan.
Harusnya aku ikhlas, harusnya aku bisa bersikap biasa saja, tapi mengapa hatiku menjadi begini.
Melihat orang yang pernah menjadi bagian paling penting dari diriku telah melanjutkan kembali kehidupannya, mengapa dadaku penuh sesak dan air mataku seolah ingin tumpah. Apa ini?
" Akhirnya resmi ya Ta " Bian yang berdiri disampingku mengagetkan lamunanku.
" Haa...ahhh...emmm iya uda resmi " Pandanganku kembali tertuju ke arah Langit dan Farah
" Ehh cowok kamu tadi mana Ta, kok gak balik balik sih dari tadi " Bian bertanya padaku.
Oh iya, ya ampun aku lupa bahwa Dean belum kembali dari tadi
" Bi bantuin aku cari Dean yuk " Aku mengajak Bian mencari Dean
Aku menarik tangan Bian, dan saat kami akan pergi, terdengar suara Dean, namun mengapa suara itu terdengar melalu Mic, aku menoleh ke arah suara itu dan benar saja Dean ada disana.
Astaga apa yang mau Dean lakukan dihadapan semua orang ?!
__ADS_1