Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Lebih Dalam


__ADS_3

Dean mengantarku pulang dengan motornya. Dalam hati aku benar benar senang karena hari ini Dean bersikap terbuka padaku. Tak ada yang Dean tutupi dariku, semua hal jelas dihadapanku sekarang.


" Ta cuaca nya ni kok tiba tiba mendung ya, perasaan tadi cerah deh "


" Ehh iya ya De, kok jadi mendung gini, anginnya juga terasa banget kencengnya "


Cuaca sepertinya berubah begitu cepat, seolah menyamakannya dengan hatiku yang juga berubah begitu cepat dalam hal menyukai Dean.


Belum selesai obrolan kami, tiba tiba hujan turun dengan begitu derasnya.


" Ya ampun hujan De, gimana ni "


" Bentar bentar Ta, kita cari tempat neduh dulu "


Kami akhirnya berhenti dan berteduh di depan toko yang sudah tutup. Cuaca malam itu berubah menjadi begitu dingin, kami berdua berdiri menunggu hujan mereda, namun sepertinya hujan tak kunjung menunjukkan tanda tanda akan berhenti.


Dean yang berdiri disebelahku menatap ke arahku dan tiba tiba memberikan jaketnya kepadaku.


" Pakek ya Ta, aku tau kamu pasti kedinginan "


" Ehh enggak De kamu aja yang pakek, liat tu kamu juga menggigil gitu lo "


" Enggak Ta, aku tu cowok jadi gak masalah, lagian ini kemeja aku kan juga panjang, jadi ya aman lah "


Dean membuatku terdiam dengan sikapnya, aku hanya bisa tersenyum dan mengucapkan terima kasih padanya.


Udara malam ini terasa semakin dingin, hujan juga turun semakin deras.

__ADS_1


Tiba tiba Dean menarik tanganku, dia mengusap sambil menghembus tanganku yang ia genggam.


" Maaf ya Ta, biar kamu gak kedinginan "


" Aku gak papa De, justru kamu yang kedinginan kan "


Aku melepas genggaman Dean dan membuka jaket Dean yang ada di tubuhku. Jaket itu kemudian aku pakai untuk menyelimuti tubuhku dan Dean.


" Siniin lagi tangan kamu " Aku menarik tangan Dean ke genggamanku. " Kalau gini jadi adil kan De "


Dean tersenyum ke arahku. " Makasih ya Ta "


Aku tersenyum, melihat senyum Dean diwajahnya membuatku merasa tenang.


Dean membuatku jatuh cinta dengan caranya yang sederhana padaku. Sesingkat ini semua perasaanku tumbuh dengan begitu cepat. Semoga Dean memang orang yang tepat untuk menggantikan Langit di hatiku.


" Hujannya mulai reda nih Ta, kita balik sekarang? "


" Yaudah ayok deh De takutnya ntar malah deres lagi "


" Jaketnya sama kamu aja ya Ta, udara masih dingin banget ni pasti "


" Kamu gimana? "


" Udah gak masalah aku nya, kamu aja yang pakek "


Kami pergi dari tempat berteduh tadi dan melanjutkan perjalanan pulang. Namun tiba tiba Dean berhenti di sebuah warung bakso. Ternyata Dean ingin mengajakku makan bakso.

__ADS_1


" Bakso disini tu enak banget lo Ta, beneran deh kamu pasti suka "


" Serius De "


" Iya Ta serius, ini tu warung bakso langganan aku, kang Mamat. Cuaca gini emang enak makan yang anget anget"


" Hehe iyaa bener tu De "


Di saat kami sedang menyantap bakso, Dean tiba tiba melihat ke seberang jalan, kemudian dia berdiri dan berlari. Aku melihat ke arah Dean dan ternyata Dean sedang menghampiri seorang pengamen kecil yang duduk lesu di sana.


Dari sini aku melihat Dean seperti memberikan sesuatu untuk anak itu. Dean memberikan anak itu uang. Ya ampun baru kali ini aku melihat seorang pria se sigap itu untuk menolong seseorang.


" Maaf, mbak nya pacar mas Dean ya? " belum sempat ku jawab pertanyaan itu, kang Mamat melanjutkan omongannya


" Mbak beruntung bisa sama mas Dean, mas Dean tu baik banget mbak orangnya, dia emang gitu sering bantu pengamen dan pengemis di sekitaran sini, apalagi sama saya mbak, dia tu kalau bayar sukak pakek uang gede dan kembaliaannya untuk saya "


" Serius kang? "


" Serius mbak, saya kenal mas Dean uda lama, mas Dean memang baik anaknya. Jangan disia siain ya mbak, zaman sekarang susah carik cowok baik mbak "


Di tengah tengah obrolan kami Dean akhirnya kembali " Ehh kang Mamat gak gangguin Zeta kan "


" Enggak lah mas, pacarnya mas Dean cantik, cocok banget berdua ini "


" Doain ya kang semoga......... "


" Semoga jodoh kan mas Dean, aminnnnnnnnnn. Hahaha "

__ADS_1


Melihat sikap Dean barusan dan mendengar kebaikan Dean, hatiku semakin dibuat kagum oleh Dean. Dean ternyata memang lelaki yang baik, dia tidak hanya bersikap baik padaku tapi juga pada orang lain.


__ADS_2