
Aku mengikuti Tante Maya keluar dari ruangan tempat Langit dirawat, Tante Maya kemudian duduk di bangku depan ruang rawat diikuti olehku yang juga duduk disampingnya.
" Hmm ada apa ya tante? " Tanyaku dengan perasaan yang begitu gelisah.
" Saya tau kamu mungkin membenci Langit termasuk saya yang sudah menentang hubungan kalian dulu, tapi saya sadar bahwa Langit masih sangat mencintai kamu " Tante Maya menjawab pertanyaanku dengan raut sedih di wajahnya.
" Haaa?! Maksud tante apa?, gak mungkin Langit masih mencintai saya, lagi pula kemarin dia kan sudah bahagia bersama Farah, jadi gak mungkin Langit masih mencintai saya" Aku menjawab dengan rasa heran dan bingung di dalam diriku,bagaimana bisa Tante Maya berkata begitu padaku.
" Saya tau, karena saya ibunya Langit, saya tau perasaan anak saya. Dan soal Farah, semua itu hanyalah rencana saya. Selebihnya, Langit yang ketika itu sedang labil akhirnya membuat dia terjebak dalam rencana yang saya buat " Ucapan Tante Maya kali ini justru semakin membuatku bingung.
" Rencana? maksud tante rencana apaa? saya gak ngerti "
" Saya yang sengaja memperkenalkan Farah kepada Langit disaat hubungan kalian berdua sedang tidak baik, dan Langit yang saat itu memang sedang bosan sama kamu akhirnya mau saya kenalkan ke Farah, bahkan sampai membuat hubungan kamu dan Langit hancur " Tante Maya menjelaskan semuanya padaku dengan begitu jelas, aku tidak menyangka akan semua yang saat ini sedang aku dengar.
" Orangtua Farah adalah orang yang sangat berpengaruh dalam dunia usaha, dan mereka merupakan penyumbang saham terbesar di perusahaan kami, jadi untuk itu saya merencanakan ini semua, selain itu karena saya pun tidak menyetujui hubungan kamu dengan Langit, makanya alasan saya melakukan semua ini semakin kuat " Pungkasnya yang membuatku semakin terkejut.
__ADS_1
Aku hanya terdiam karena aku tidak tau harus berkata apa, semua yang ku dengar benar benar membuatku tak tau harus bersikap bagaimana.
" Langit emang masih cinta sama kamu Ta " Bian yang ternyata sedari tadi telah berdiri di dekat pintu tiba tiba ikut menyatakan hal yang tak jauh beda dengan Tante Maya.
" Bi, pliss " Aku hanya memiringkan kepalaku sedikit untuk menoleh ke arah Bian.
" Itu bener Ta, langit udah ceritain semuanya ke aku, dia sebenernya pengen ngomongin ini tu secara langsung sama kamu, cuma dia takut dan malu sama kamu " Bian melanjutkan ucapannya yang membuatku semakin tak menentu.
" Dan aku denger orang yang koma itu bisa cepet sadar kalau dia sering mendengar suara dan juga merasakan sentuhan dari orang yang dia sayang "
Aku hanya terpaku dengan ucapan Bian dan dia kembali melanjutkan bicaranya
" Bener, bener yang Bian bilang Ta, kamu bisa lakuin itu kan untuk Langit, tante tau tante dan juga Langit uda pernah nyakitin kamu tapi tante mohon setidaknya demi rasa kemanusiaan " Tante Maya yang mendengar usulan Bian lantas langsung menyambar obrolan tersebut.
Aku bingung, bagaimana bisa aku melakukan itu kepada mantan kekasihku. Aku takut seiring berjalannya waktu karena seringnya aku bertemu dengan Langit perasaan yang dahulu pernah ada di antara kami bisa tumbuh kembali.
__ADS_1
Terlebih lagi dengan keadaan Langit yang seperti ini, aku khawatir rasa ibaku akan berubah menjadi cinta kembali. Karena saat ini ada perasaan seseorang yang juga harus aku jaga, aku takut akan menyakiti hati Dean, dan aku tidak mau kalau sampai hal itu terjadi.
" Tante mohon Ta " Tante Maya terus mengiba kepadaku, membuatku semakin tak tega.
" Tante minta maaf Ta atas semua hal yang pernah terjadi, tapi kali ini tante mohon, tolong bantu Langit "
Nurani dan hatiku terus mengiyakan hal ini, namun logikaku seolah menyuruhku pergi dan menolak. Diriku seperti sedang berada dalam konflik batin yang begitu kuat.
" Hmmm,,, yaudah aku akan bantu sebisa aku " Jawabku diiringi Tante Maya yang memeluk tubuhku.
" Makasih ya Ta " Dia berbisik perlahan di telingaku.
Tring....tring..... Diiringi getar yang berasal dari ponselku.
Aku melepaskan perlahan pelukan dari Tante Maya, dan saat ku lihat ponselku, ternyata ada notifikasi pesan, dan pesan itu ternyata dari Dean.
__ADS_1
" Ta, kamu dimana? aku ke rumah kamu ya sekarang, mau ngajakin kamu makan, okee "
Astaga apa yang harus aku katakan pada Dean saat ini.