Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Awal Baru Tanpanya


__ADS_3

Setelah berakhirnya hubunganku dengan Langit, aku kembali melanjutkan hidupku dan berusaha untuk biasa saja menjalani hari hari tanpanya lagi. Waktu demi waktu berlalu, jujur terasa berat bagiku melupakan kenanganku bersama Langit. Karena selama 3 tahun belakangan ini setiap hari selalu ku lewati bersamanya. Sekalipun kami tidak selalu bertemu tapi Langit senantiasa mengabariku dan selalu menyemangatiku dengan tingkah laku dia yang lucu.


Ahh rasanya begitu sulit jika diingat lagi, aku seperti kehilangan semangat di dalam diriku. Tanpa Langit hidupku serasa hampa, tak semenarik dahulu ketika masih bersamanya. Apalagi jika mengingat kenangan bersamanya, hatiku kembali lemah dan air mataku selalu ingin tumpah. Bagaimana bisa aku terus hidup seperti ini, bagaimana bisa aku menyiksa diriku dengan bayang bayang Langit yang jelas telah menyakitiku. Namun aku tidak munafik, aku sangat merindukan Langit, memang benar kata orang orang, yang paling sulit dari perpisahan bukanlah melepaskan cintanya namun mengatur rindu yang suka datang tiba tiba.


Tak terasa hampir satu tahun berlalu, aku kembali pada aktifitas mengajarku lagi, karena aku adalah seorang guru SD, dimana pekerjaanku inilah yang justru juga sulit membuatku melupakan Langit, karena disinilah awal kami saling mengenal.


Salah satu muridku adalah keponakan Langit, kami pertama kali bertemu ketika Langit menjemput keponakannya di sekolah tempatku mengajar. Langit bilang ketika itu dia sangat tertarik padaku, karena aku tidak hanya terlihat cantik namun juga keibuan dan Langit mengagumi pekerjaanku yang membuatku dekat dengan anak anak. Karena Langit juga menyukai anak anak jadi dia merasa pandangan pertamanya padaku benar benar membuatnya tertarik.


Namun pada kenyataannya sekarang semua itu hanyalah tinggal kenangan. Langit sudah tak bersamaku lagi. Hari hariku pun terus berlalu tanpa ada kabar dari Langit sama sekali. Aku pun juga berusaha untuk tidak mencari informasi tentang dirinya lagi, karena semua akun sosial media langit sudah tidak ada yang berteman denganku lagi. Awalnya aku berniat ingin memblock semua akunnya, namun aku fikir tidak ada gunanya aku melakukan itu jika hatiku masih mengingat dia. Aku harus melatih diriku untuk menahan rasa ingin tau tentang dia, aku fikir ini adalah cara terbaik untuk aku bisa lebih menguatkan diriku agar pelan pelan aku bisa benar benar melupakan dia.


Malam itu aku pergi ke cafe Bian, untuk menghilangkan jenuh dan penatku. Yola pun sudah ada disana terlebih dahulu, karena kami sudah janjian sebelumnya.


" Zetaaaa sini sini " untung saja Yola memanggilku karena aku bingung mencarinya


" Udak lama Yol, ehh ada yang punya cafe ni wkwk " aku melihat pria yang duduk disebelah Yola


" Ehh Ta kamu putus ya sama Langit, karena kemaren si Langit tu dateng kesini bawak cewek, aku kira itu kamu, ternyata bukan, aku gak berani nanyak ke dia karena aku fikir gak pantes aja gitu, makanya ni pas banget ni ketemu kamu yaudah aku tanyak sama kamu aja, penasaran aku soalnya "

__ADS_1


" Ahh kamu gimana sih Bi, masak iya gak tau, temen kamu itu si Langit tu penghianat, dia selingkuhin Zeta, jahat banget kan dia " Yola menjawab pertanyaan Bian


" Haaa?! serius Ta? wahh kok bisa sih, kalian kan uda lama Ta, aku fikir kalian bakalan sampek ke jenjang pernikahan lo Ta, tapi ternyata, gilak gak nyangka sih aku si Langit bisa kayak gitu "


" Yahh kita gak pernah tau Bi karakter orang itu kayak gimana, tapi yaudahlah aku uda ikhlas kok, mungkin dia memang bukan jodoh aku "


" Sabar yaa Ta, emang dasar cowok tu sukak gitu hobi banget nyakiti cewek "


" Ehh berarti kamu juga gitu dong Bi, secara gak langsung kamu ngaku itu lo" Yola menjawab omongan Bian


" Hahaha aduh enggak, kenapa aku jadi ngomong gitu jugak, ahh udah udah lupain " sahut Bian


Keesokan paginya, karena ini hari minggu aku ingin sedikit berolahraga dengan sepeda karena sudah lama aku tidak bersepeda seperti ini, aku bersepeda di sekitaran taman kota dekat rumahku, karena tempat itu merupakan spot bersepeda yang sangat baik.


Aku bersepeda selama kurang lebih 30 menit, dan aku sudah merasa sangat lelah, aku beristirahat dan kuletakkan sepedaku didekatku. Belum lama aku duduk, dari arah sana terlihat seorang pria yang bersepeda dengan sangat lucu, dia memegang setang sepeda dengan tidak seimbang, ke kanan dan ke kiri. Dia hampir mendekat ke arahku dan brakkkkk dia menabrak sepedaku dan membuatku tertimpa sepeda. Dia juga terjatuh dengan sepedanya. Dan anehnya kenapa aku tidak menghindarinya dari awal ya.


Aku segera bangkit dan kudatangi pria itu.

__ADS_1


" Ya ampun mas nya ini gimana sih, bawak sepeda kok kayak gitu, liat ni saya sampek ketimpa sepeda lo"


" Aduh maaf ya mbak, saya gak sengaja, tadi punggung saya tu gatel banget makanya saya goyang goyang gitu bawa sepedanya, maaf ya mbak " sahut pria itu.


Astaga alasannya sangat lucu untuk membuatku lanjut memarahinya.


" Yaudah deh mas, lain kali mas nya hati hati, bahaya tau kayak gitu "


" Hehe iya maaf ya mbak, oh iya mbaknya gak ada yang luka kan "


" Gak ada kok mas "


" Oh iya kenalin nama saya Dean, nama mbak nya siapa? "


" Saya Zeta "


" Oh iya Zeta, sekali lagi maaf ya untuk kejadian tadi, saya traktir makan mie ayam disana mau gak sebagai permintaan maaf saya "

__ADS_1


" Emm boleh, kebetulan saya juga laper hehe "


Kami makan dan mengobrol, ternyata Dean orang yang sangat seru diajak berbicara, kami mengobrol dan menertawakan kejadian tadi, seperti kami sudah mengenal cukup lama, karena obrolan kami begitu lepas dan tidak terasa canggung sedikitpun.


__ADS_2