Pada Kenangan Yang Membawa Luka

Pada Kenangan Yang Membawa Luka
Sebuah Harapan


__ADS_3

Hujan yang membawa kembali pertemuan kedua ku dengan Dean hanya menyisakan rintik rintiknya saja. Malam itu suasana terasa sepi sekali, tak ada yang berlalu lalang. Terlebih lagi aku yang sendirian, aku benar benar merasa seperti sedang berada di planet lain, sunyi begitu senyap.


Aku menyalakan musik diruang tengah, alunan nada nada di telingaku sungguh membuatku tenang. Aku ingin membuat suasana disini sedikit ramai, karena malam ini aku merasa sangat sepi.


Di tengah tengah alunan musikku, aku mendengar suara ketokan pintu diiringi suara pria yang memanggil namaku.


Suaranya agak samar namun aku rasa aku mengenali suara itu. Aku bergegas untuk membuka pintu, dan ternyata dia adalah Dean.


Dean ku persilahkan untuk masuk, dan benar saja Dean membawa bungkusan putih yang tak lain pasti itu adalah kantong belanjaanku yang tertinggal di motornya tadi.


" Zeta, aku yakin kamu pasti tau deh tujuan aku dateng kerumah kamu apa " Dean memulai percakapan


" Hehe tau De , tau banget malah " Sahutku dengan ekspresi sedikit malu


" Haha untung aja aku tau rumah kamu ya Ta, jadi aku bisa anterin ini "


" Iyaa ni De aduh maaf banget ya, aku kayaknya ngerepotin kamu terus deh, kelupaan banget aku tu tadi sampek gak sadar kalau barang aku ketinggalan di motor kamu "


" Santai Ta, tadi aku tu emang mau keluar beli nasi goreng, kebetulan bensin aku mau habis jadi aku isi, pas aku bukak jok ehh ada barang kamu disitu "


" Teledor sih ni akunya emang De, untung ketinggalannya di kamu, cobak kalau enggak, gak tau deh bakalan gimana "

__ADS_1


" Ehh ni aku beli nasi gorengnya lebih lo Ta, emang buat bawain kamu sih, kamu uda makan belom? "


" Hehe belom sih De, tapi kamu repot repot banget sih ya ampun "


" Gak papa Ta, aku kan mau anterin barang kamu, jadi ya sekalian beli 2, biar bisa makan disini jugak kan, yaudah ni Ta ayok makan "


" Yaudah aku ambilin sendok sama piringnya ya "


Malam itu kami makan bersama, suasana yang tadinya ku rasa sepi kini terasa ramai dan begitu hangat. Dean membuat malamku menjadi lebih berarti, aku tau mungkin ini terlihat sederhana, namun bagiku saat saat seperti ini adalah saat yang langka dan berharga bagiku.


" Oh iya tadi tu aku mau nelvon kamu buat tanyain barang aku kan De, tapi aku kan gak ada nomor kamu "


Aku tak menyangka perkataan ku tadi membuat Dean meminta nomorku.


Kami mengobrol cukup lama malam itu, saling bercanda dan tertawa. Semakin lama aku melihat Dean ntah kenapa aku merasa seperti semakin mengaguminya.


Lesung pipi di pipinya membuat senyum Dean terlihat begitu manis apalagi ketika ia sedang tertawa, mata bulatnya yang polos ketika berbicara, dan tutur katanya yang begitu lembut. Astagaa, aku terus memikirkan Dean tanpa henti.


Malam kian larut, Dean pun pamit pulang. Aku mengantarnya sampai depan rumah dan Dean tiba tiba berkata


" Ta, kalau aku sering sering ketemu kamu boleh gak? "

__ADS_1


Aku terkejut dengan perkataan Dean


"Aku gak maksud apa apa kok Ta, aku cuma ngerasa nyaman aja sama kamu, ya aku tau kita belum lama kenal sih, cuma waktu sama kamu tu aku ngerasa kayak uda akrab banget, maklum lah Ta aku tu disini gak punya siapa siapa, jadi waktu ketemu orang yang secocok ini, aku ngerasa seneng banget Ta "


Omongan Dean membuatku terdiam, aku pun mengerti apa yang dirasakan Dean, karena aku pun merasakan hal yang sama dengan Dean, hidup seorang diri tanpa siapapun disisi memang tidaklah menyenangkan.


" Kalau niat kamu baik ke aku, aku gak masalah kita deket dan sering ketemu kok De "


" Makasih ya Ta, aku harap kamu gak berfikiran buruk ya ke aku karena uda ngomong hal kayak gini ke kamu di perkenalan kita yang baru sebentar ini, tapi aku bisa jamin kok Ta aku ini bukan orang jahat kok "


" Ya ampun De, aku percaya kok. Aku juga seneng bisa kenal kamu, walaupun masih sebentar tapi kamu uda buat kehidupan aku jadi lebih rame "


" Emm makasih ya Ta, yaudah kalau gitu aku pamit balik ya Ta, besok kamu kan juga harus kerja "


" Iya De, hati hati yaa jangan ngebut ngebut bawa motornya "


" Siap Boss hehe "


Dean berlalu dihadapanku, aku terus memikirkan ucapan Dean padaku. Apakah ini tidak terlalu singkat untuk kami saling mengungkapkan hal seperti itu? Tapi aku tak ingin munafik, aku pun merasakan hal yang kurang lebih sama dengan Dean.


Dan saat seperti ini aku hanya bisa berharap semoga Tuhan akan memberikanku yang terbaik. Aku sudah pernah begitu kecewa karena cinta, tentu aku tak ingin mengalaminya lagi. Dan semoga Dean akan membawa hari baru yang bahagia untukku. Karena aku pun percaya semua hal yang terjadi di hidupku pasti memiliki alasan yang baik.

__ADS_1


__ADS_2