
Keesokan paginya seperti janji kami kamarin, Dean datang ke rumahku. Dia datang pagi pagi sekali kerumahku, dengan membawa begitu banyak bungkusan makanan ditangannya.
" Nih Ta, bahan makanan sekaligus buat persediaan selama aku sarapan disini hehe " Sambil menyerahkan bungkusan bungkusan itu ke tanganku
" Ya ampun De, ini sih banyak banget, kamu tu bawa segini banyak uda kayak mau ngungsi aja deh hahaha " Aku menepuk pundak Dean
" Hehe gakpapa Ta, sekalian nyetok kan" Jawab Dean
" Ya gak gini juga kali De, kalau gini aku ni yang segan sama kamu, dibawain segini banyak makanan plus bahannya pula "
" Gakpapa Ta, lagian kan itu juga buat sarapan aku, ya buat kita berdua gak banyak lah segitu "
" Hmm iyaaa deh De iyaaaa "
" Yaudah masak gih masak, calon suami kamu uda nungguin ni hahahaha " Dean meledekku
" Hahaha ihh apaan sih De, udah ahh aku masak dulu ni " Jawabku dengan malu malu😳
Pagi itu aku memasak sarapan dengan ditemani oleh Dean. Aku fikir Dean akan bersikap berbeda padaku karena obrolan ku mengenai Langit tadi malam.
Tapi kenyataannya hari ini Dean terlihat biasa aja padaku, malah dia terlihat begitu sumringah, apa Dean tidak lagi memikirkan masalah Langit, atau memang hanya aku saja yang terlalu berfikir berlebihan.
Pagi itu aku memasak nasi goreng dengan nugget goreng. Dean terlihat begitu fokus memperhatikanku memasak.
" Kamu kelihatan cantik banget deh waktu lagi masak gitu" Dean tiba tiba berkata begitu padaku
" Aihhh Dean gombal terus ihh, jadi gak fokus ntar ni aku masaknya " Jawabku
" Aku serius Ta, gak lagi gombal atau bercanda. Kamu memang kelihatan cantik banget pas lagi masak gitu " Dean terlihat begitu serius dengan ucapannya
" Hmm makasih deh De pujiannya, tapi mujinya di simpen dulu deh, ntar keluarin lagi waktu kamu cobain masakan aku enak atau enggak, okee. Sekarang kamu ke ruang tengah aja De, ini juga uda mau siap kok" Jawabku pada Dean
Dean tersenyum begitu manis kearahku " Okeee Zetaaaa "
" Tarrraaaaa, udah jadi nasi goreng nugget ala chef Zetaa, hehe " Aku membawa nasi goreng dengan nugget yang tadi aku masak ke ruang tengah.
" Wihh kelihatannya enak banget ni, jadi gak sabar pengen makan, aku bantu siapin ya Ta " Dean membantuku mengambil piring sendok serta air minum.
" Sini De biar aku ambilin " Aku mengambil piring Dean
" Makasih ya Ta, uda kayak suami istri beneran deh pakek di ambilin " Dean tersenyum padaku
" Apaan sih De " Dean membuatku tersipu malu lagi 😳
" Okeee, selamat makan Zetaaaaa "
" Selamat makan jugaaa Deannn"
Dean menyendokkan suapan pertama ke mulutnya. Aku memperhatikannya dengan serius, seolah olah seperti aku sedang mengikuti lomba memasak dan masakanku sedang dicicipi oleh juri.
" Wihhhh enak banget Taa masakan kamu " Dean memuji masakanku dengan nasi yang masih penuh di mulutnya
__ADS_1
" Serius enak De? "
" Iyaa enak banget ini aduhh "
" Makasihhh De " Aku senang mendengar pujian Dean.
" Makan dulu gih yang bener baru ntar ngomong lagi, ntar keselek lo mulut nya masih penuh nasi gituu "
Dean hanya mengacungkan jempolnya kearahku.
Suasana pagi ini dirumahku terasa sangat bahagia, sarapanku tak lagi sendirian, kini ada seseorang yang menemaniku menyantap sarapan pagi ku, dia juga sangat menikmati masakanku, aku benar benar bahagia.
" Ya ampun De kamu tu makan berantakan banget liat deh belepotan dimulut kamu nasinya " Aku dengan refleknya membersihkan sisa nasi yang ada di mulut Dean
Dean hanya menatapku, dan kemudian dia memegang tanganku.
" Makasih ya Ta, rasanya uda lama banget aku gak ngerasain hal seperti ini, makasih ya Ta kamu uda dateng di kehidupan aku yang sepi ini, sekarang gak ada lagi hal yang aku takuti, karena uda ada kamu di hidup aku " Dean mengatakan semua itu dengan begitu serius padaku.
Aku terdiam dengan ucapan Dean, aku hanya tersenyum dan berkata " Sama sama De, makasih juga ya "
Setelah sarapan pagi yang penuh tawa dan juga hal manis ini selesai, kami membereskan semuanya dan bersiap siap berangkat ke tempat kerja.
" Aku anterin kamu lagi ya Ta, boleh kan "
" Ya boleh aja sih De, cuma repot di kamu dong ntar "
" Enggak Ta, aku malah seneng banget bisa anterin kamu " Dean meyakinkanku
Setelah jam makan siang ku tiba aku kembali mendapat kiriman dari Dean , kali ini mas ojol yang mengantar makanan plus dengan surat di dalamnya dengan tulisan penuh semangat dari Dean.
Dean makasih banyakkk😊❤
Sore itu aku bersantai dikamarku, setelah semua tugas memeriksa PR anak anak selesai ku lakukan.
Aku mendapatkan pesan dari Dean bahwa sebentar lagi dia akan menjemputku dan mengajakku jalan.
Tentu aku kaget, kenapa mendadak sekali ia pergi mengajakku keluar.
Akhirnya aku mengiyakan ajakan Dean, aku pun segera bersiap siap.
Lagi pula aku masih penasaran dengan apa yang akan dilakukan Dean besok di acara pertunangan Langit
Sebenarnya aku ingin menanyakan hal ini pada Dean ketika kami bersama tadi pagi, tapi aku fikir suasananya terlalu baik untuk aku rusak dengan pertanyaan mengenai Langit.
Makanya aku fikir mungkin ini waktu yang tepat untuk menghilangkan semua rasa penasaranku.
Dean pun tiba, dia akhirnya datang ke rumahku. Kami pun langsung berangkat.
" Oh iya Ta, ada dress code nya gak yaa di acara pertunangan mantan kamu itu "
Dean membuka percakapannya denganku.
__ADS_1
" Aku juga kurang tau De, temen aku gak ada kasih tau ke aku " Jawabku
" Coba deh ntar aku tanyakin ke temen aku ya "
" Okee " Jawab Dean sigkat
" Kamu mau ngajakin aku kemana sih De? "
" Ke mall "
" Ke mall ngapain De, ohh mau nonton yaa? " Aku bertanya pada Dean
" Ya kalau kamu mau bisa sekalian, tapi niat aku mau ngajakin kamu belanja sih Ta "
" Haa?! belanja?!, buat apa De? " tanyaku heran pada Dean
" Ya buat acara tunangan mantan kamu itu dong Ta, aku mau buat kamu secantik mungkin dihadapan dia "
Jawaban Dean membuatku terkejut
" Buat apa De, gak perlu lah kayak gitu"
" Udah tenang aja Ta, santai aja di boncengan okeee "
Dean malah menjawabku dengan bercanda.
Kami pun akhirnya sampai di Mall. Kami sudah naik ke lantai dua dan..
" Ya ampunn!!, aku lupaaa " Dean mengagetkanku
" Lupa apaan sih De? "
" Dompet aku Ta, ketinggalan di jok motor "
" Ya ampun De, ada ada aja deh kamu "
" Kamu tunggu disini bentar yaa, aku ambil dulu okee "
Dean berlari kembali ke parkiran untuk mengambil dompetnya.
Belum lama Dean pergi, dari arah belakang terdengar suara pria memanggil namaku.
Suara yang sungguh tak asing bagiku.
" Zetaa "
Aku menoleh kebelakang, dan benar saja itu suara orang yg ku kenal, Langit.
Aku terkejut melihat Langit dihadapanku, aku hanya terdiam dan kami hanya saling menatap.
Ini pertama kalinya aku bertemu kembali dengan Langit setelah perpisahan kami waktu itu.
__ADS_1
Aku bingung menggambarkan perasaanku saat ini, melihat Langit kembali di hadapanku. Kami hanya terdiam saling menatap dan tak berucap sepatah kata pun.