
Malam itu setelah kejadian yang membuat hatiku hancur, aku memutuskan untuk tidak menghubungi Langit dulu, sampai hatiku benar benar tenang barulah aku akan mempertanyakan ini semua.
Langit pun seolah tidak mempermasalahkan aku yang tiba tiba mendiamkan dia, dia seperti tidak peduli dengan keadaanku, bahkan disaat aku tidak mengabarinya dia pun juga tidak menanyaiku atau memberi kabar padaku. Hari ini aku benar benar sadar bahwa Langit tidak lagi memiliki perasaan padaku, cintanya mungkin sudah hilang dan posisiku telah digantikan oleh wanita itu.
Sudah seminggu sejak kejadian itu aku dan langit sama sekali tidak saling memberi kabar. Namun aku berfikir tidak mungkin aku terus seperti ini, menjalani hubungan yang menggantung. Selain itu aku juga sudah mengetahui penghianatan yang dilakukan Langit. Lalu untuk apa lagi aku mempertahankan ini semua, aku harus segera menyelesaikan semuanya, ntah bagaimana nasib hubunganku dan Langit kelak, aku pasrah, yang penting semuanya harus aku selesaikan.
Sore itu aku menghubungi Langit dan mengajaknya untuk bertemu. Aku mengajaknya bertemu di pantai, tempat dia pertama kali menyatakan perasaan cintanya padaku. Dia pun mengiyakan ajakan ku dan sama sekali tak menanyai kabarku sedikitpun. Langit kamu memang sudah berubah, kamu bukan Langit yang aku kenal lagi.
Saat pertemuan itu tiba, aku datang dan aku melihat Langit sudah berdiri di tepi pantai menatap ke arah laut. Aku menghampirinya dengan perasaan kacau, jantungku berdegup sangat kencang sama seperti saat Langit akan menembakku dulu, namun keadaannya berbeda, jika yang kemarin adalah awal hubungan kami hari ini mungkin akan menjadi akhir dari hubungan kami.
" Kamu uda lama disini Lang? "
" Ahh enggak kok, aku juga baru nyampek Ta, oh iya ada apa ni kamu tiba tiba ngajakin aku ketemu, apa ada yang penting? "
__ADS_1
" Hmm Lang, hubungan kita ni sekarang seperti apa sih?, ini bukan kita yang dulu kan Lang, semuanya uda berubah sekarang, semuanya uda berbeda, dan kamu yang udah ngerubah itu semua "
" Maksud kamu apa sih Ta, berubah apanya, aku ngerasa kita baik baik aja, gak ada yang gimana gimana, kamu aja yang terlalu sensitif, orang semuanya baik baik aja kok "
Aku tersenyum mendengar jawaban Langit, dia tidak menyadari sedikitpun kesalahan yang telah ia perbuat.
" Minggu lalu waktu aku ajak kamu jalan dan kamu tolak dengan alasan temenin Bian itu bohong kan Lang? "
" Ehmm hmm bohong apanya sih Ta, aku beneran sama Bian kok, kamu tu kenapa sih tuduh aku gitu? "
" A..a..apa sih Ta, tau apa? "
" 3 tahun Lang, bukan waktu yang sebentar buat kita lewati semuanya, tapi semudah itu Lang, semudah itu kamu hianati hubungan kita Lang, haaaaa!! Semudah itu Lang? " Aku tak sanggup lagi air mataku tumpah, Langit terus ku dorong hingga dia hampir terjatuh, rasanya sakit sekali memendam ini dan akhirnya aku luapkan.
__ADS_1
Langit terdiam menatapku yang menangis dihadapannya. Dia menarik tanganku ke pelukannya.
" Ta maafin aku "
" Maaf Lang?, untuk yang kamu lakukan kamu cuma bilang maaf? " aku melepaskan pelukannya dariku
" Salahku apa Lang, aku kurang apa selama ini sama kamu, kenapa kamu lakuin ini ke aku, jawab Lang "
" Kamu gak salah apa apa Ta, kamu baik kamu sempurna sebagai pasanganku, tapi jujur aku bosan Ta, aku bosan dengan hubungan kita, aku ngerasa hubungan kita gitu gitu aja, kamu jugak sekarang gak secantik dan semenarik kayak waktu pertama kita ketemu Ta, aku gak ngerasain apa apa lagi saat bersama kamu, aku butuh suasana baru Ta, makanya aku pacari wanita lain "
Kata kata Langit benar benar seperti pisau yang menusuk jantungku. Aku tak bisa berkata apa apa lagi. Dia sangat sukses menghancurkan hatiku.
" Makasih ya Lang, hari ini kamu uda tunjukin semuanya, aku ngerti sekarang, aku gak nyangka orang yang dengan sebegitu besarnya aku sayangi, orang yang selalu aku banggain sebagai pasangan aku, hari ini orang itu ungkapin semua hal yang bahkan gak pernah terlintas sedikitpun akan terucap dari mulutnya, ternyata cuma sampai sini Lang batas kamu mencintai aku, aku gak nyangka ternyata selama ini aku menjalani hubungan dengan laki laki yang gak bisa memegang komitmen, laki laki yang ingkari semua janji janjinya, hari ini kamu bener bener buat aku sadar Lang, makasih ya untuk penghianatan dan lukanya, aku akan inget ini seumur hidup aku Lang, makasih banyak "
__ADS_1
Aku berlari meninggalkan Langit yang hanya terdiam disana, perasaanku seperti tercabik cabik, sakit kecewa semua menjadi satu di benakku. Inilah akhir dari 3 tahun bersama Langit, 3 tahun yang penuh kenangan. Berakhir dengan luka yang teramat dalam. Yang ku fikirkan saat ini hanyalah lari sejauh jauhnya dari kenangan bersama Langit. Karena aku tau ini pasti tidak akan mudah untukku, namun mau tidak mau aku harus membiasakan diriku, aku harus terus melanjutkan hidupku, walaupun tanpa Langit, sosok yang menjadi penyemangatku selama ini.