
"KAU?!"
Zean menatap Ellina dengan tatapan terkejut.
Begitu pun dengan Ellina. Gadis itu membeliakkan mata tak kalah terkejut saat melihat pria yang telah memperkosanya kini tiba-tiba berdiri dihadapannya.
Ellina tak menyangka bahwa ia akan dipertemukan kembali dengan pria itu.
Ellina menatap Zean dengan perasaan takut. Sementara Zean menatap Ellina dengan tatapan tajam. Seperti predator yang ingin memangsa korbannya hidup-hidup.
"Apa yang kau lakukan diperusahaanku ja lang?!" geram Zean dengan rahang mengeras. Sorot matanya berkilat penuh amarah.
Ternyata Zean masih belum bisa menerima kejadian dimana Ellina meninggalkan dirinya begitu saja disaat ia masih tertidur. Bahkan perempuan itu dengan berani mencuri uang serta mengambil jas mahal miliknya.
Sementara disisi lain Ellina yang baru saja mengetahui bahwa perusahaan tempatnya bekerja adalah perusahaan milik lelaki yang sudah merenggut kesuciannya tampak begitu shock. Seketika raut wajahnya berubah pias.
"Apa kau tuli? Aku bertanya padamu ja lang! Apa yang kau lakukan diperusahaanku?!" ulang Zean dengan penuh penekanan.
Sontak Ellina tergeragap.
"A-aku.."
Zean menutup pintu kemudian maju kearah Ellina.
Melihat lelaki itu berjalan mendekat secara impulsif Ellina memundurkan kakinya selangkah demi selangkah kebelakang.
"Tu-tuan! Tolong berhenti ditempat anda! Jika tidak?!"
"Jika tidak apa?!" tantang Zean.
Zean terus melangkah sembari menatap Ellina dengan tajam.
__ADS_1
"Ji-jika tidak, aku akan berteriak!" ancam Ellina yang sudah ketakutan setengah mati.
Ellina benar-benar takut jika pria itu akan berbuat nekat dan melakukan hal tidak senonoh lagi padanya.
Mendengar perkataan Ellina, seketika Zean tertawa keras hingga tawanya terdengar menggema diseluruh ruangan.
Ia menghentikan langkahnya lalu menyedekapkan tangan didepan dada, memandang Ellina dengan tatapan merendahkan.
"Apa aku tidak salah dengar? Kau akan berteriak diruanganku?! Memang kau pikir siapa dirimu sehingga kau berani berteriak disini, pe.la.cur?!" hardik Zean.
Ellina tersentak ketika tubuhnya membentur sisi meja. Raut wajahnya semakin panik bercampur was-was.
"Aku bukan pe.la.cur!" teriak Ellina dengan frustasi. Sekuat tenaga ia mendorong tubuh Zean hingga tubuh tinggi tegap itu terdorong kebelakang. Kemudian secepat kilat Ellina berlari dari ruangan tersebut.
Namun naas, saat dirinya nyaris meraih handle pintu, Zean berhasil menarik siku tangan kiri Ellina hingga otomatis tubuh Ellina pun berbalik dan menabrak dada bidang Zean.
"Mau lari kemana kau?!" geram Zean.
"Lepaskan aku! Aku mohon tolong lepaskan aku Tuan! Biarkan aku pergi! Aku mohon!" pinta Ellina dengan wajah memelas.
"Melepaskanmu?! Enak saja! Kau pikir setelah kau masuk kedalam ruanganku tanpa izin aku akan melepaskanmu begitu saja?! Jangan mimpi!" Zean semakin mencengkram siku Ellina dengan kuat.
"Akh... Tuan.. sak-kit!" ringis Ellina.
"Sekarang katakan, apa yang kau lakukan diperusahaanku?!" teriak Zean dengan amarah yang menggebu. Ia merasa kesabarannya sudah habis karena perempuan itu tak kunjung menjawab pertanyaannya. "Apa kau ingin menjajakan tubuhmu disini? Atau kau ingin mencuri barang-barangku seperti kau mencuri uang dan jasku waktu itu, hah?! Katakan!"
Ellina yang ketakutan menggeleng cepat sembari berderai air mata.
"Ti-tidak Tuan! A-aku disini sedang bekerja Bukan ingin menjual diri atau mencuri!" jawab Ellina terbata sambil terus berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Zean.
"Bekerja?!" Zean tersenyum sinis.
__ADS_1
Ia menatap Ellina dari atas sampai bawah. Lalu netranya tak sengaja menangkap kartu indentitas perempuan itu yang tergantung disaku seragamnya.
Zean pun meraihnya. Ia terhenyak saat membaca nama yang tertera disana.
Ellina?!
Nama yang tak asing baginya. Setelah membaca kartu nama perempuan itu netra Zean kembali menatap wajah Ellina yang masih mengiba padanya.
"Kau bekerja diperusahaanku sebagai cleaning service?!" tanya Zean memastikan.
Ellina mengangguk cepat.
"I-iya Tuan!"
Sial! Jadi setiap hari gadis murahan ini yang sudah membuatkan minuman untukku?!
Zean menghempaskan tangan Ellina dengan kasar hingga tubuh Ellina terhuyung kedepan dan nyaris tersungkur kelantai. Beruntung Ellina masih bisa menjaga keseimbangannya.
"Dengar perempuan murahan! Aku sama sekali tidak sudi memiliki karyawan sepertimu. Aku yakin kau memiliki niat terselubung dengan berpura-pura bekerja diperusahaanku! Jadi ku putuskan mulai detik ini kau dipecat!"
Deg
Ellina terhenyak. Ia menatap Zean dengan tatapan terkejut sekaligus tidak percaya.
"Apa Tuan?! Saya dipecat?!"
"Ya! Kau dipecat! Kau tidak akan mendapatkan gaji atau pesangon sepeserpun! Sekarang aku minta keluar dari ruanganku! Sekarang! teriak Zean membuat Ellina memejamkan mata.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenyaa readersku sayang, mksihh ❤❤❤