Painful Love Story

Painful Love Story
Fakta Sebenarnya


__ADS_3

Dibalik daun pintu tubuh Ellina merosot kelantai saat ia tahu bahwa Zean benar-benar pergi meninggalkan dirinya seorang diri.


Ellina menyandarkan tubuhnya, lalu menutup wajahnya dengan telapak tangan.


Tangisnya luruh tak terbendung. Hatinya sakit lantaran sang suami tak mempercayainya.


Bagaimana bisa Zean menudingnya berkhianat sementara dia sudah mengatakan yang sebenarnya pada pria itu?


Tiba-tiba Ellina terpikirkan sesuatu.


Apa Zean dan Devan saling mengenal?


Jika mereka saling mengenal, lalu ada masalah apa diantara keduanya sampai-sampai Zean terlihat begitu membenci Devan?


Ingin rasanya Ellina menanyakan langsung pada Devan, namun sayangnya ponselnya tertinggal didalam tas dan tasnya masih berada di mobil Zean.


Ellina tampak bingung dan frustasi. Apalagi ketika dirasakannya perutnya nyeri seperti diremas.


"Ya Tuhan,, ada apa dengan perutku!" lirih Ellina sembari memegangi perutnya.


******


Mobil Devan melaju dengan kecepatan sedang. Beruntung sewaktu pergi ketaman tadi dia dan Kenzi diantar oleh supir pribadi.


Jika tidak, kemungkinan Devan tidak akan bisa menyetir mobilnya sendiri dalam kondisi babak belur seperti ini.


Sang supir sempat mengkhawatirkan keadaan tuannya.


Ia sempat menawari Devan untuk pergi ke rumah sakit, namun Devan mengatakan bahwa ia baik-baik saja.


Justru yang sejak tadi ia khawatirkan adalah Kenzi.


Sedari tadi bocah kecil itu terus menangis tersedu-sedu. Dan baru berhenti setelah Devan menenangkannya hingga Kenzi tertidur pulas dipangkuannya.


Kenzi begitu sedih dan ketakutan ketika melihat sang paman tiba-tiba saja dihajar oleh orang tak dikenal.


Dia takut terjadi hal buruk pada sang paman. Sebab selama ini hanya paman dan kakeknyalah yang selalu berada disampingnya, merawatnya serta membesarkannya semenjak kedua orang tuanya yang tak lain kakak Devan mengalami kecelakaan pesawat yang menyebabkan keduanya meninggal dunia ketika ia berusia tiga tahun.


Oleh sebab itu Kenzi tak ingin lagi merasakan yang namanya kehilangan.


Dalam hati Devan tak henti mengutuk Zean. Ia tahu kamarahan lelaki itu bukan hanya berdasarkan karena ia tengah bersama Ellina. Melainkan didominasi oleh rasa sakit hati yang belum hilang akibat permasalahan mereka dimasa lampau. Ditambah lagi ketika ia merusak hubungan Zean dan Lyora. Jadi wajar saja lelaki itu tidak bisa mengontrol amarahnya.


Namun bukan berarti Devan akan memaklumi Zean. Jelas dia tidak terima jika ada orang lain yang berani membuat Kenzinya menangis.


Dia bersumpah akan membuat perhitungan pada lelaki itu.

__ADS_1


Tiba-tiba Devan terpikirkan Ellina. Bagaimana keadaan wanita yang dicintainya itu ditangan rivalnya. Ia sangat tahu Zean adalah tipikal pencemburu dan tempramental.


Ia takut jika Zean akan bertindak impulsif yang menyebabkan Ellina dan janinnya terluka.


"Kita sudah sampai Tuan!" ucapan sang supir seketika membuat Devan tersadar.


Devan melihat kearah Kenzi yang masih tertidur pulas. Ia mengusap lembut kepala Kenzi tanpa berniat membangunkannya.


Sang supir segera keluar dari mobil lalu membukakan pintu belakang untuk Devan.


"Biar saya saja yang menggendong Tuan Muda Kenzi, Tuan!"


Devan hanya mengangguk sebagai jawaban. Dengan cekatan sang supir mengangkat tubuh Kenzi lalu membawanya masuk kedalam rumah mengikuti langkah Devan yang lebih dulu berjalan didepan.


Namun tiba-tiba langkah mereka terhenti saat terdengar suara decitan mobil yang memekakkan telinga.


Devan menoleh kebelakang. Ia memperhatikan mobil sport yang baru saja berhenti itu dengan seksama. Tak lama sipemilik mobil keluar.


Devan membuang nafas kasar setelah tahu siapa yang telah berani menerobos masuk kedalam halaman rumahnya. Tahu apa tujuan Zean datang kemari, dia meminta supirnya supaya membawa Kenzi kedalam.


Pandangan Zean dan Devan saling beradu. Menghunus tajam seperti dua pedang yang siap bertarung.


"Baru saja aku akan membuat perhitungan padamu karena telah membuat keponakanku menangis, tapi kau sudah datang lebih dulu kemari. Baguslah! Jadi aku tidak perlu repot-repot mencarimu!" ucap Devan.


"Seharusnya aku yang membuat perhitungan padamu bajingan karena kau sudah berani menyentuh istriku! Apa kau tidak punya malu selalu merebut apa yang kupunya?!" seru Zean.


Saat keduanya sudah saling mendekat, tiba-tiba Zean langsung menendang dada Devan hingga membuat pria itu lagi-lagi jatuh tersungkur.


Namun kali ini secepat kilat Devan bangun dan membalas serangan Zean. Ia menghadiahkan satu tendangan dibagian perut dan satu pukulan keras diwajah rivalnya.


Bugh


Zean terpelanting. Sudut bibirnya mengeluarkan darah. Tak terima, ia kembali menyerang Devan. Hingga terjadilah perkelahian sengit diantara keduanya dengan saling menghajar satu sama lain.


Bugh


Bugh


Bugh


Dua security penjaga rumah Devan segera berlari kearah mereka. Berusaha memisahkan, namun tak ada yang berhasil.


Kedua pengusaha muda yang tengah dikuasai emosi itu sama-sama kuat dan tak ada yang mau mengalah.


"Sejak kapan kau menjalin hubungan dengan istriku bajingan!" teriak Zean. Ia mengunci tubuh Devan dibawah tubuhnya. Bersiap menghajar untuk kesekian kali.

__ADS_1


"Why?! You are jealouse?!" bisa-bisanya Devan menyeringai mengejek meski wajahnya kini sudah tak berbentuk lagi.


Ia sengaja memancing amarah Zean supaya Zean membenci Ellina dan melepaskannya. Dengan begitu akan mudah baginya untuk memiliki perempuan itu.


"Kurang ajar!"


Bugh


Satu pukulan kembali mendarat diwajah Devan. Hingga pria itu merasakan pening yang luar biasa.


"Bajingan! Kenapa kau selalu merebut milikku, ha?! Bukankah kau sudah memiliki Lyora?! Tidak cukupkah dia bagimu sehingga kau masih menginginkan istriku?!"


Devan sudah tak berdaya, namun dia masih terus memprovokasi Zean.


"Mungkin aku pernah meniduri Lyora, tapi aku tidak pernah menjalin hubungan dengannya. Asal kau tahu aku hanya menjadikan Lyora sebagai alat untuk mendapatkan bantuan dari Kakekmu demi menyelamatkan perusahaan Ayahku! Dan ketika aku bertemu Ellina, aku jatuh cinta padanya!"


"Kurang ajar!"


Bugh


"Apa maksudmu dengan Kakekku membantu perusahaan ayahmu, ha?! Katakan bajingan!" bentak Zean.


Devan tersenyum sinis. Ia benar-benar tak bisa lagi membendung perasaannya terhadap Ellina.


Demi mendapatkan wanita itu, ia akan mengungkapkan semua kebenarannya pada Zean. Meski nyawa dan harta taruhannya.


"Kakekmu, Tuan Wildan Wijaya, dia berniat membantu perusahaan Ayahku yang nyaris kolaps asalkan aku bisa menjebak Lyora dan membuatmu memutuskan hubungan dengannya!"


Duarrr


Bagai tersambar petir Zean begitu shock mendengarnya.


"Apa kau bilang?! Tidak! Itu tidak mungkin! Katakan itu tidak benar brengsek!"


"Terserah kau mau percaya atau tidak! Tapi itulah kenyataannya! Kakekmu tidak sudi memiliki cucu menantu yang bukan berasal dari keluarga terpandang seperti Lyora! Harusnya kau sadar Zean. Bukankah kakekmu selalu berusaha menjodohkanmu dengan salah satu putri kolega bisnisnya?! Jika kau masih tidak percaya juga aku akan memberikan bukti yang lebih akurat!"


Seketika cengkraman tangan Zean terlepas. Lelaki itu menatap Devan dengan nanar.


"Berikan bukti itu sekarang!" titahnya dengan bibir bergetar.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2