Painful Love Story

Painful Love Story
Drama Pagi Hari


__ADS_3

Ellina mengerutkan kening ketika cahaya matahari yang masuk melalui celah tirai kamar mengusik tidurnya.


Meski terasa berat perempuan itu berusaha membuka mata lalu setelahnya mengedarkan pandangannya kesetiap sudut ruangan.


Dan alangkah terkejutnya ia ketika menyadari bahwa ruangan ini bukanlah kamar yang biasa ia tempati, melainkan kamar ...


Deg.


Seketika netra Ellina membeliak sempurna. Dengan spontan ia langsung terbangun dan menghempaskan selimut yang membungkus tubuhnya saat ia mengingat sesuatu.


Astaga....Bagaimana bisa aku ketiduran disini?!


Ellina terlihat panik. Dan ditengah kepanikannya perempuan itu kembali dibuat terkejut saat melihat sosok lelaki yang sudah sah menjadi suaminya tengah tertidur diatas sofa.


Ya Tuhan..Ellina... Kau benar-benar cari mati!


Berulangkali Ellina mengumpat dirinya dalam hati. Bisa-bisanya ia tertidur dengan nyaman diatas kasur sementara si empunya kamar berbaring di sofa.


Dengan perasaan bersalah dan takut, Ellina segera turun dari ranjang lalu berjalan mengendap-endap melangkahkan kakinya hendak keluar kamar.


Ellina pikir, sebaiknya dia mencari jalan aman dengan berlindung kepada ibu mertuanya daripada harus menghadapi amarah suaminya katika lelaki itu bangun nanti.


Namun sial, disaat Ellina berhasil mencapai gagang pintu dan nyaris membukanya tiba-tiba...


"Mau kemana kau?!"


Deg.


Suara dingin nan membekukan itu sukses membuat sekujur tubuh Ellina menegang kaku.


Secara perlahan Ellina memutar tubuhnya kebelakang dan saat itu juga netranya langsung bersirobok dengan netra Zean yang sedang menatapnya dengan tajam.


"K-kau sudah bangun?" tanya Ellina dengan wajah pucat pasi.


"Menurutmu?"

__ADS_1


Zean yang sudah dalam posisi duduk disofa tampak memindai Ellina.


Ya, faktanya lelaki itu sudah bangun sejak pagi tadi. Ah tidak. Mungkin lebih tepatnya dia tidak tidur semalaman. Sebab terlihat jelas dari lingkaran hitam yang mengitari matanya.


Kalian bayangkan saja, seorang Zean Arion Wijaya yang memiliki perawakan tubuh tinggi tegap bak seorang atlet dan terbiasa tidur diatas ranjang berukuran king size, malam tadi terpaksa tidur di sofa dengan posisi meringkuk sepanjang malam hingga membuatnya tak nyaman dan akhirnya memilih begadang.


Jangan tanya, mengapa dia tidak tidur dikamar lain. Sebab jawabannya sudah jelas karena dia tidak ingin dipusingkan dengan pertanyaan dari keluarganya yang menanyakan mengapa dia tidak tidur bersama Ellina.


"Kemari!" titah Zean sambil memutus pandangan mereka.


Sejujurnya Zean telah menyadari ketika Ellina terbangun tadi. Hanya saja dia berpura-pura tertidur untuk mengetahui apa yang akan dilakukan perempuan itu setelah semalam tidur diranjangnya. Dan ternyata perempuan itu malah memilih kabur.


"A-aku akan membuatkanmu kopi." jawab Ellina mencoba beralasan.


"Aku bilang kemari!" ulang Zean penuh penekanan.


Melihat aura tak bersahabat yang dilpancarkan lelaki itu, Ellina tepaksa menurut. Ia menyeret kakinya mendekat, dan berdiri disamping sofa.


"Bagaimana rasanya tidur diranjangku? Nyaman?" sindir Zean yang kini sudah mengalihkan pandangannya dari Ellina ke layar ponsel yang ada ditangannya.


"Ma-maafkan aku jika sudah lancang. Semalam aku begitu kelelahan hingga tanpa sadar aku tertidur diranjangmu. Tadinya aku ingin meminta izin, tapi kau lama sekali dikamar mandi."


Sontak Zean langsung menghentikan aktifitasnya, lalu menatap kearah Ellina dengan sengit.


"Jadi kau menyalahkanku?"


"Bu-bukan begitu."


"Jangan karena mendapat dukungan dari Ibuku, kau bisa bertindak sesukamu. Ini kamar pribadiku dan aku paling tidak suka ada orang asing yang memakai ranjangku tanpa izin, meski statusmu adalah istriku!" potong Zean dengan kesal.


"Sekarang ganti sprei dan selimutnya. Aku tidak sudi tidur dibekasmu!"


Deg.


Ellina terhenyak dan menatap Zean dengan tidak habis pikir. Sebegitu menjijikannyakah dirinya dimata lelaki itu?

__ADS_1


Dia benar-benar keterlaluan!


Namun tak urung, Ellina mengangguk dan menjawab ucapan Zean.


"Ba-baik! Aku akan menggantinya."


Tanpa menunggu perintah dua kali, Ellina mulai melangkahkan kakinya menuju ranjang, namun seperti sudah jatuh tertimpa tangga, salah satu kakinya tersandung karpet hingga membuat tubuhnya terhuyung kedepan dan nyaris terjerembab.


Melihat kejadian tersebut refleks Zean melempar ponselnya kesembarang arah kemudian dengan sigap beranjak dari duduk dan menangkap tubuh Ellina dari belakang.


"Dasar bodoh! Bukankah sudah pernah ku bilang untuk berhati-hati?! Kenapa kau suka sekali terjatuh, ha?! Bagaimana jika sesuatu terjadi pada anakku?!" hardik Zean dengan suara tertahan menahan amarah.


"Maaf..maaf..Aku tidak sengaja." lirih Ellina yang juga terkejut.


Tiba-tiba Ellina merasakan perutnya bergolak dan tak lama kemudian...


"Hueekk.... Hueekk!"


"Astaga! KAU?!!" Zean begitu shock ketika melihat Ellina memuntahkan isi perutnya secara tiba-tiba hingga menyebabkan lengan dan sebagian pakaiannya terkena muntahan. Bahkan muntahan itu sampai berceceran diatas karpet yang mereka pijaki.


"Ya Tuhan! Kau benar-benar ...." Zean tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. Ia hanya bisa menggertakkan gigi menahan geram sekaligus jijik.


"Ma-maaf. Maafkan aku! Aku...hueekk..


huekk!"


Melihat keadaan perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu tampak tak berdaya, akhirnya dengan terpaksa Zean meraup tubuh mungil itu kedalam gendongannya lalu membawanya kekamar mandi untuk saling membersihkan diri.


.


.


Bersambung..


Jangan like, komen, hadiah dan votenya ya Kk trmksh πŸ™β€β€β€

__ADS_1


__ADS_2