
Hari yang dinantikan telah tiba. Sejak pagi buta kediaman Tuan Wildan sudah ramai dipenuhi oleh beberapa orang yang tampak sibuk mempersiapkan dekorasi untuk acara pernikahan Zean dan Ellina.
Setelah Zidan berhasil membujuk sang ayah akhirnya Tuan Wildan mengizinkan cucu kesayangannya itu menikahi Ellina walau lelaki tua itu belum sepenuhnya merestui mereka.
Dengan syarat, pernikahan Zean dan Ellina harus digelar dikediamannya. Hanya mengundang keluarga terdekat dan dilangsungkan secara tertutup.
Awalnya Zidan merasa keberatan dengan syarat tersebut, sebab ini adalah pernikahan putra semata wayangnya. Jelas Zidan ingin pernikahan putranya digelar secara mewah dan besar-besaran.
Namun sayangnya Zean malah menyetujui syarat yang diajukan oleh Tuan Wildan. Dengan mengatakan bahwa ia lebih menyukai pernikahan sederhana. Padahal sesungguhnya Zean memang tidak ingin pernikahannya di ketahui oleh para rekannya.
******
Dilantai dua, tepatnya dikamar Andita beberapa MUA tampak sibuk merias Ellina. Gerakan tangan mereka begitu lihai dan profesional. Terlihat jelas mereka bekerja keras untuk membuat sang calon pengantin tampil cantik.
Disaat bersamaan Zyl masuk kedalam kamar. Dan betapa takjubnya ia ketika melihat wajah Ellina dari pantulan cermin.
"Wah! Kau cantik sekali Ellina!" puji Zyl. Ia segera melangkahkan kakinya mendekati Ellina dan berdiri dibelakang calon kakak iparnya itu.
Ellina hanya menanggapi dengan tersenyum kaku. Ia sendiri pun pangling saat melihat wajahnya didepan cermin.
__ADS_1
"Aku yakin jika begini bukan hanya aku saja yang merasa takjub, Ell. Pasti semua orang yang ada dibawah sana terutama calon suamimu yang arogan itu pun akan terpukau melihatmu." ucap Zyl masih dengan kalimat memuji. Hingga membuat Ellina merasa malu. Tapi tak lantas menghilangkan rasa gugup dan khawatir dihatinya.
Ya, sejak semalam Ellina tidak bisa tidur. Ia masih tidak percaya bahwa ia akan menikah dengan pria yang sudah merenggut kesuciannya.
Ellina juga terus memikirkan bagaimana nanti dia akan hidup dan menjalani pernikahan yang sama sekali tidak berlandaskan cinta. Akan seperti apa rumah tangga mereka nanti?
"Tenanglah semua akan baik-baik saja!" bisik Zyl lembut. Seolah tahu apa yang sedang dipikirkan Ellina saat melihat raut wajah calon kakak iparnya yang muram.
Ellina hanya tersenyum kecil sambil menggenggam tangan Zyl yang berada dipundaknya.
Tak lama pintu kamar terbuka. Ternyata Andita yang masuk dengan tergesa-gesa.
Semua orang yang ada didalam kamar mengulum senyum lalu melirik kearah Ellina.
Andita pun mengikuti arah pandang mereka. Dan seketika netranya membeliak sempurna saat melihat wajah calon menantunya dari pantulan cermin.
"Ya Tuhan! Kau cantik sekali Ellina!" pujinya. "Zean pasti akan terpesona melihatmu!" sambungnya lagi.
Bak kepiting rebus Ellina hanya diam dengan wajah merah merona.
__ADS_1
"Ayo kita turun! Semua orang pasti sudah menunggumu!" ajak Zyl seraya bangkit dari duduknya dan mengapit lengan Ellina dibantu oleh Andita.
Perlahan ketiga wanita cantik itu berjalan dengan anggun menuruni anak tangga.
Dari atas Ellina dapat melihat sosok tinggi tegap yang tak lain adalah calon suaminya tengah berbincang dengan para tamu.
Saat itu juga jantung Ellina kembali berdetak tak karuan.
Selangkah demi selangkah ia kembali berjalan, hingga beberapa orang menyadari keberadaannya dan melihat kearahnya. Begitupun dengan Zean. Dan...
Deg
Pandangan keduanya bertemu. Zean menatap Ellina lekat-lekat, tanpa berkedip sedikitpun.
.
.
Bersambung...
__ADS_1