Painful Love Story

Painful Love Story
Kedatangan Andita


__ADS_3

Mendengar nama Ellina disebut, sontak Zean terkesiap.


"Kau mengenal gadis murahan itu?" tanyanya tanpa disaring.


Gadis murahan?!


Seketika Tiara mengepalkan erat tangannya, bisa-bisanya atasannya itu menghina Ellina.


"Ellina bukan gadis murahan Tuan! Dia gadis baik-baik!" bela Tiara.


Zean tersenyum sinis.


"Jika dia gadis baik-baik, dia tidak akan mungkin menjual dirinya di klub malam bukan? Aku yakin kau tahu soal itu."


"Anda salah Tuan. Ellina sama sekali tidak pernah menjual dirinya!" potong Tiara cepat. "Justru Ellinalah yang dijual oleh pamannya sendiri demi kepentingan pribadi lelaki itu hingga Ellina berakhir bersama anda! Tapi bukan itu yang ingin saya beritahukan pada anda Tuan. Melainkan keadaan Ellina yang saat ini tengah hamil dan mengandung darah daging anda!"


Deg


Lagi-lagi perkataan Tiara mengejutkan Zean.


"Apa katamu?... Perempuan itu hamil?!"


"Ya Tuan. Ellina hamil. Dia sedang mengandung darah daging anda." ulang Tiara.


Seketika keheningan membentang diantara keduanya. Namun itu tak lama, karena sepersekian detik kemudian Zean tertawa terbahak hingga membuat Tiara mengernyitkan kening dengan bingung.


"Apa ada yang lucu Tuan?!" tanya Tiara.


Zean meredam tawanya lalu menatap Tiara tajam.


"Berhenti membual!" desis Zean.

__ADS_1


"Membual?! Maksud anda?!"


Zean bangkit dari kursinya lalu berjalan dan duduk pada ujung meja dengan kedua tangan bersedekap. Kemudian menatap Tiara dengan angkuh.


"Kalian pikir aku bodoh? Aku tahu kau dan perempuan murahan itu sedang berkomplot untuk menjebak dan memerasku demi mendapatkan uang bukan? Jika kalian pikir aku akan masuk kedalam jebakan kalian, kalian salah besar. Lagipula, aku tidak yakin jika dia mengandung darah dagingku. Siapa yang tahu jika perempuan murahan itu tengah mengandung benih lelaki lain mengingat dia adalah seorang pe.la.cur."


"TUAN!"


"DIAM KAU! AKU BELUM SELESAI BICARA!" sentak Zean seraya menunjuk Tiara hingga gadis itu terlonjak kaget.


"Katakan pada perempuan murahan itu, jangan pernah bermain api denganku!Jika dia coba-coba, maka aku akan membuatnya menyesal seumur hidup. Begitu pun dengan kau! Jika sampai kau menyebarkan gosip yang tidak-tidak diperusahaan ini maka aku akan memecatmu dan membuat nama baikmu hancur dalam sekejap." ancam Zean.


Tiara menipiskan bibir menahan emosi.


"Saya tidak menyangka jika pikiran anda begitu picik Tuan. Setelah anda merenggut kesucian Ellina dan membuatnya hamil, sekarang anda tidak ingin mengakui darah daging anda sendiri! Sepertinya keputusan Ellina untuk merawat calon anak kalian seorang diri itu sudah benar. Semoga anda tidak menyesalinya dikemudian hari."


"Dan satu lagi Tuan, anda tidak perlu repot-repot memecat saya. Karena dengan senang hati saya akan mengundurkan diri dari perusahaan anda. Permisi!"


Setelah meluapkan seluruh emosinya, Tiara langsung berbalik hendak meninggalkan ruangan Zean. Namun ia begitu terkejut saat melihat seseorang yang dikenalinya tengah berdiri diambang pintu dengan ekspresi tak terbaca.


Sontak keterkejutan Tiara menular pada Zean yang berdiri tak jauh dibelakang gadis itu.


"Ibu?!"


Tubuh Zean membeku. Ia tak menyangka jika sang ibu akan datang kekantornya secara tiba-tiba.


Sial! Sejak kapan Ibu ada disini?!


Andita menatap Zean dan Tiara secara bergantian. Lalu melangkahkan kakinya mendekati Tiara.


Andita tidak menyangka, ia yang awalnya ingin mengajak Zean untuk makan siang bersama, tiba-tiba mendengar berita yang begitu mengejutkan sekaligus memalukan.

__ADS_1


Putranya, putra semata wayangnya, putra kebanggaan keluarganya telah mencoreng nama baiknya dengan merenggut kesucian seorang gadis hingga membuat gadis itu hamil. Jelas hal tersebut membuat Andita merasa marah sekaligus kecewa pada Zean.


"Apa benar yang kau katakan barusan, jika putraku ..."


"Ibu..."


Andita langsung mengangkat satu telunjuknya ketika Zean hendak berbicara. Sekilas ia menatap sang putra lalu pandangannya kembali menatap Tiara. Membuat Zean menelan salivanya.


"Katakan, siapa perempuan yang dihamili putraku?"


"Nyonya."


Tiara tampak bingung dan takut. Sebab ini pertama kalinya ia berhadapan langsung dengan Ibu dari atasannya itu.


"Jawab aku! Siapa perempuan yang sudah dihamili putraku?!" tanya Andita tegas.


"Ibu! Kau salah dengar! Ini tidak seperti yang.."


"Diam Zean!" sentak Andita. "Ibu sudah dengar semuanya!"


Zean menipiskan bibir seraya memejamkan mata.


"Sekali lagi aku tanya padamu, siapa wanita yang sudah dihamili putraku?!"


"E-Ellina Nyonya!"


Deg


"Ellina?!"


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2