Painful Love Story

Painful Love Story
Bab 57


__ADS_3

"Kau kemana saja? Kenapa baru kembali?" tanya Ellina dengan suara bergetar menahan tangis.


Sementara pandangan matanya menatap hampa kelangit-langit kamar dengan nanar.


Bayangan dimana dia mengalami pendarahan hebat tadi malam kembali berkelebat diingatannya. Suami yang seharusnya menjaganya malah mengurungnya dan membuatnya nyaris kehilangan calon anak mereka hanya karena cemburu buta.


"Maafkan aku, Ellina. Maafkan aku!"


Zean tak menjawab pertanyaan Ellina. Karena saat ini rasa bersalah melingkupinya. Ia mempererat pelukannya sambil terus menangis tergugu dibalik ceruk leher sang istri. Lelaki itu benar-benar menyesal.


Rasa marah dan benci pada Devan membuatnya bertindak impulsif, hingga tanpa sadar dirinya menyakiti istrinya sendiri dan juga calon anak mereka.


"Aku mohon maafkan aku, Ellina! Maafkan aku." lagi Zean meminta maaf namun Ellina hanya bergeming.


Zean memberanikan diri mengangkat kepalanya, menatap Ellina dengan wajah basah oleh air mata.


"Apa yang harus kulakukan agar kau memaafkanku?" tanya Zean dengan nada putus asa karena sedari tadi Ellina tak menjawab permintaan maafnya. Bisa dia lihat wanita itu juga menangis. Zean mengerti jika Ellina terluka karena perbuatannya.


"Aku tidak ada hubungan apapun dengan Devan. Berulang kali aku mengatakan itu tapi kau tidak mempercayaiku." ucap Ellina datar tanpa mau membalas tatapan Zean.


"Ya aku tahu, aku salah Ellina. Aku gelap mata karena aku cemburu melihat bajingan itu menyentuhmu. Kau tidak tahu siapa dia sebenarnya. Dia adalah..."


"Dia adalah orang yang sudah menghancurkan hubunganmu dengan Lyora bukan? Wanita yang kau cintai dimasa lalu." Ellina mengalihkan pandangannya pada Zean. Ada rasa sakit ketika dia menyebut nama Lyora.


"Ya. Itu benar. Oleh sebab itu aku tidak ingin hubunganku denganmu ikut hancur karenanya." jawab Zean cepat sembari menyeka airmatanya dan berdiri tegak disamping brangkar.


Ellina tersenyum getir.


"Aku sudah mendengar semua kisahmu dari Zyl. Ternyata Lyora tidak bersalah. Jadi, apa yang akan kau lakukan setelah ini? Apa kau akan kembali padanya?"


Deg.


"Apa maksudmu Ellina?" tanya Zean dengan ekspresi tak suka ketika mendengar pertanyaan tersebut.


"Maksudku, kau tidak lupa bukan, bahwa kita mengawali pernikahan tanpa didasari oleh rasa cinta? Semua terjadi karena keterpaksaan. Karena aku mengandung benihmu. Benih dari laki-laki yang mencari pelampiasan karena patah hati. Jadi, aku ingin tahu, apakah kau akan kembali pada cintamu yang sesungguhnya atau tidak?"


"Cukup Ellina!"

__ADS_1


Zean menggeram dibalik giginya yang terkatup rapat. Tangannya mengepal menahan rasa marah karena tersinggung atas ucapannya istrinya yang sudah melantur kemana-mana.


"Jangan menyakiti dirimu sendiri oleh pertanyaan bodoh seperti itu. Pernikahan kita memang terjadi karena keterpaksaan. Tapi cintaku padamu bukanlah keterpaksaan. Dengan sadar aku mencintaimu. Dan bagiku kau bukanlah pelampiasan."


Perkataan Zean menggantung diudara. Menciptakan keheningan sesaat diantara mereka.


Tak lama pintu terbuka. Menarik perhatian keduanya untuk melihat kearah pintu. Ternyata dokter kandungan yang bertugas membantu Ellina ketika nyaris keguguran semalam masuk bersama suster yang mendampinginya.


Sang dokter meminta izin pada Zean untuk memeriksa keadaan Ellina.


Tentu saja Zean mengizinkan. Bahkan kedatangan sang dokter tak disia-siakan oleh lelaki itu. Zean langsung bertanya pada dokter tersebut mengenai kondisi istrinya dan kapan istrinya bisa diperbolehkan pulang.


*****


Setelah kepergian sang dokter, Zean mendudukkan diri dikursi disamping brangkar Ellina. Dia cukup lega ketika dokter mengatakan bahwa sore ini Ellina sudah bisa pulang.


Zean mengusap lembut pucuk kepala Ellina lalu mengecup mesra tangan wanita yang dicintainya. Sementara Ellina masih diam, tampak enggan merespon perlakuan Zean padanya.


"Jadi, apa kau sudah memaafkanku?" pertanyaan Zean membuat Ellina melirik sekilas kearahnya, lalu kembali mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Kau belum menjawab pertanyaanku." jawab Ellina singkat.


"Apa kau akan kembali pada Lyora?"


Deg.


Zean menghela napas panjang. Kemudian dia langsung berdiri dan berpindah posisi duduk disamping kaki Ellina diatas kasur. Lelaki itu menundukkan kepala lalu mencium perut Ellina yang masih rata dengan penuh kasih sayang.


"Ellina. Kenapa aku harus kembali pada Lyora jika kaulah wanita yang kucintai? Aku mencintaimu dan anak kita. Aku tidak akan pernah meninggalkan kalian demi wanita lain jika itu yang kau takutkan. Percayalah."


Ellina kembali menatap Zean. Menatap manik hazel itu lekat-lekat.


"Apa jaminannya jika kau tidak akan berpaling?"


Zean terdiam tampak berpikir namun secepat kilat dia menjawab.


"Jika aku mengkhianatimu, kau boleh membunuhku Ellina."

__ADS_1


"Sayangnya aku bukan penjahat." jawab Ellina cepat membuat Zean terkekeh pelan.


"Siapa bilang kau bukan penjahat? Setelah kau mencuri seluruh hatiku, kau masih bilang kalau kau bukan penjahat?"


Ternyata rayuan Zean mampu membuat wajah Ellina bersemu merah seketika. Wanita itu memalingkan wajahnya seraya menahan senyum dibibirnya.


Zean yang mengetahui hal itu jelas tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapat maaf dari sang istri.


"Jadi, apakah kau sudah memaafkanku sayang?" tanya Zean.


Ellina kembali menoleh kearah Zean.


"Aku akan memaafkanmu kalau kau berjanji tidak akan pernah menyeret dan mengurungku lagi seperti kemarin."


Sontak perkataan Ellina yang begitu menohok membuat Zean meringis dalam hati. Rasa bersalah kembali menghantamnya, hingga menciptakan senyum ironi dibibirnya.


"Ya, aku berjanji Ellina. Aku tidak akan pernah menyakitimu lagi." jawab Zean dengan mantap. Dia menautkan jari kelingkingnya pada kelingking Ellina.


"Janji?" tanya Ellina memastikan.


"Janji."


"Baiklah aku memaafkanmu."


"Sungguh? Sungguh kau memaafkanku Ellina?!" tanya Zean tak percaya.


Ellina mengangguk pelan sebagai jawaban.


Seketika senyum mengembang terpatri dibibir lelaki itu. Zean kembali memeluk tubuh Ellina dengan perasaan bahagia.


"Terimakasih Ellina. Terimakasih! Aku mencintaimu."


Ellina membalas pelukan Zean seraya tersenyum hangat.


"Aku juga mencintaimu."


.

__ADS_1


.


__ADS_2