
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Setelah hari itu menghabiskan waktu bersama di pantai, Naura dan Noval semakin dekat, bahkan Noval setiap hari selalu menghubungi Naura menanya kabar.
Dari hari ke hari, minggu ke minggu sudah banyak di lewati mereka berdua. Perasaan Noval makin besar pada Naura, namun berbeda dengan Naura yang hanya menganggap Noval Kakak sama seperti Ar dan Al Kakak angkat nya yang menyayangi nya.
Sejauh ini bersama Naura, Noval belum terpikir mengatakan perasaan sesungguhnya pada wanita yang berhasil mencuri hatinya.
"Dek, bagaimana tempat magang nya sudah dapat?" tanya Mommy Yuna menatap Naura yang sedang mengoles selai di roti nya.
"Belum, tapi Mommy gak perlu khawatir ade dan teman lain lagi cari. Dan Kakak senior ade rekomendasi di rumah sakit luar kota, di sini udah pada penuh jadi gak bisa jadi tempat magang kita," jelas Naura.
"Noval sudah tau tentang magang kamu ini?"
"Belum Mom, ade belum sempat kasih tau. Kak Noval lagi sibuk jadi ade gak mau ganggu."
"Ya sudah gapapa, lain waktu saja kalau gak sibuk baru ade kasih tau."
"Iya Mom."
Naura memasukkan roti yang sudah di beri selai ke dalam mulut. Sarapan pagi mereka beberapa minggu ini hanya berdua, Naura dan Mommy.
Arjuna mendapat tugas ke LN selama 2 minggu, begitu pun dengan Daddy adit dan Alaska berada di luar kota, kemungkinan besok akan kembali itu jika tidak ada kendala semua benar-benar lancar.
Mommy Yuna bersyukur karena ada Naura bersama nya, ia tidak pernah merasa kesepian.
Hari-hari yang selalu ia rasa hampa setiap suami dan anak-anak nya sibuk kerja sampai berbulan-bulan, kini tidak ia rasakan lagi.
__ADS_1
"Ade mau minum apa biar Mommy siapkan?" tanya Mommy Yuna menuangkan minum untuk nya.
"Susu aja Mom, hari ini ade butuh stamina untuk cari tempat magang."
"Mommy doakan ade secepatnya dapat tempat magang," menuangkan susu ke gelas, Mommy memberikan pada Naura.
"Amin, doa Mommy sangat penting untuk ade."
"Sama-sama, lanjut makan gih nanti terlambat ke kampus teman-teman udah pada pergi luan lagi."
"Iya Mom, ini hampir selesai. Nanti kalau ade udah dapat tempat dan benar di luar kota Mommy gapapa ade tinggalin? Daddy dan abang sering bepergian apa Mommy gak kesepian? kalau Mommy mau ade di sini gapapa nanti ade cari tempat di sini biar gak harus tinggalin Mommy," ucap Naura khawatir meninggalkan Mommy sendiri dengan keluarga nya yang sering pergi karena urusan kerjaan hingga meninggalkan Mommy berhari-hari bahkan bisa berbulan-bulan.
"Tidak perlu mencemaskan Mommy, ade lakukan yang menurut ade baik. Mommy gapapa, lagian sebelum adanya ade Mommy sudah sering seperti ini jadi jangan cemas. Ini bukan pertama untuk Mommy?"
"Hufft," menghela nafas berat, Naura tidak tau harus berkata apa lagi.
Perkataan Mommy Yuna memang benar. Ia hanya bisa berdoa yang terbaik agar Mommy nya selalu di beri kesehatan dan perlindungan dimana pun berada.
"Naura mana sih? udah jam segini kok belum datang?" ngomel Coki terus memperhatikan jam di pergelangan tangan nya.
"Sabar dikit kenapa sih? loh dari tadi kerjaan nya ngomel mulu gak cape apa tuh mulut?" kesal Ririn yang lama-lama tidak tahan lagi mendengar ocehan Coki tidak berhenti sudah seperti emak-emak yang belum menerima bulanan dari anak kos.
"Loh ya kalau gue aja yang telat ngomel nya udah kayak gue korupsi, ngomel gak henti. Pas giliran Naura aja tenang-tenang, bilang sabar lah, apalah, inilah, ada saja pembelaan nya, dasar wanita maunya di ngertiin gak pernah mau mengerti orang," ujar Coki.
"Heh, kata siapa begitu?" Ririn tidak terima dengan perkataan Coki.
Dia merasa definisi mengenai cewek seperti itu tidaklah benar.
"Ck! udah ketebak pasti protes gak terima di kata seperti itu," gumam Coki menggeleng kepala, dan pergi sedikit menjauh dari temannya.
__ADS_1
"Gue dengar loh Cok," ucap Ririn dengan tatapan sinis menatap Coki ember berjalan.
Kedua terus berseteru, sampai Naura datang.
Belum juga mengatakan apapun, Coki sih ember berjalan sudah mengeluarkan protesnya.
Ririn lagi dan lagi mendengar ocehan sahabat nya itu mendengus kesal. Ia bingung kenapa harus memiliki sahabat seperti Coki cerewetnya minta ampun dan kepo nya tingkat dewa.
"Ra, loh kok bisa telat begini? ngapain aja sih? tau gak kita nunggu loh udah kayak nunggu penjabat penting!"
"Eh bambang, loh gak cape apa ngomel mulu? gue yang dengar aja cape, masa loh yang ngomel kagak?" timpal Ririn protes tidak terima dengan ocehan Coki tidak henti.
"Sudah-sudah. Naura minta maaf tadi jalanan macet, tapi sekarang sudah tiba gimana apa kita langsung pergi atau?" tanya Naura melerai kedua sahabat nya yang berdebat karena nya. Menatap bergantian mereka.
"Langsung berangkat saja, kita sudah dapat surat untuk magang, tinggal antar dan bertanya apa mereka dapat menerima kita atau tidak?" jawab Ririn cepat sebelum Coki menjawab nanti malah merembet sampai ke pulau tidak ada titik terangnya.
Karena tidak ada pembicaraan lain lagi, mereka memutuskan langsung berangkat dengan menggunakan mobil Coki.
Coki menyetir seperti seorang sopir yang sedang melayani majikan nya, sedangkan Naura dan Ririn duduk di kursi penumpang sambil ngobrol.
Kedua tidak mempedulikan Coki yang sejak tadi melihat mereka dari kaca dengan wajah kesal.
"Ra, loh sama Kak Noval gimana? hubungan kalian gue perhatikan makin lengket aja kayak perangko. Loh benaran hanya menganggap nya Kakak gak lebih? atau mungkin sekarang loh belum nyadar aja sama perasaan loh?" tanya Ririn penasaran yang merasa aneh dengan kedekatan sahabat nya itu.
"Apaan sih, mana ada seperti itu Rin. Naura menganggap Kak Noval sama seperti abang Ar dan abang Al gak lebih jadi gak usah berpikir aneh-aneh deh," ungkap Naura bingung kenapa sahabatnya bisa memiliki pemikiran seperti itu.
"Loh yakin Ra? bukan nya gue gak percaya sama loh atau apa gitu, tapi biasa nya saking nyaman kita pada seseorang hingga susah bedain mana nyaman akan perasaan cinta dan nyaman akan perasaan Kakak adik."
"Gak usah khawatir. Naura tau perasaan Naura, mending sekarang kita gak usah bahas ini lagi kita bahas magang, apakah mereka bisa menerima kita atau tidak? ingat hari ini deadline kita untuk melaporkan pada pihak kampus atau kita akan gagal dan harus menunda tahun depan lagi," ujar Naura mengingatkan temannya.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...