Pak Tentara Itu Suamiku

Pak Tentara Itu Suamiku
Bab 17: Mari menikah


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Di ruangan terdapat dua orang beda jenis kelamin begitu romantis yaitu 2N.


Noval mengobati lutut Naura yang luka akibat duduk di bawah batu kerikil.


"Auwh, sakit Kak," aduh Naura meringis kesakitan.


"Kalau tau sakit kenapa malah nyakitin diri sendiri?" tanya Noval menatap Naura sekilas.


"Bukan gitu maksud ku Kak."


"Lalu, maksud mu gimana?" menghentikan gerakan dan menatap Naura yang seketika diam, bingung harus menjawab apa.


"Katakan kenapa diam? gak tau kan, beri alasan apa lagi?"


"Kata siapa? aku gak sekedar alasan kok," protes Naura.


"Buktinya aku ingin mendengar jawaban wanita cantik di depan ku ini," Noval tersenyum menatap Naura.


"is, gak lucu Kak," kesal Naura melihat Noval sengaja menggoda nya.


Melihat wajah Naura merona benar-benar membuat nya tak menahan diri lagi.


"Kakak mau apa?" tanya Naura melihat pria tersebut mendekati wajah padanya.


"Memakan mu sayang," ucap Noval dan langsung membungkam bibir Naura saat ingin berbicara.


Mmmpt...


Bibir kedua saling bersentuhan, gerakan noval begitu cepat, hingga tidak bisa untuk di hindari.


Posisi Naura yang tadi duduk di bawah kasur seketika berubah dengan posisi tertidur.


Tangan nya menekan kuat tengkuk Naura. Bibir nya meng***ap rakut bibir.


Tubuh nya seketika menjadi panas, sesuatu milik Naura membuat nya tidak bisa mengontrol diri.


Tangan nya sudah berkeliaran di balik pakaian yang di kenakan Naura. Sentuhan tersebut membuat erangan keluar sempurna dari bibir.


"Ahhhk, Kak."


Suara indah Naura membuat Noval menjadi.


"Kak.. Ahhhk... " tangan Noval semakin liar, Naura terus mengerang.


Bibir nya meng***ap tengkuk Naura hingga meninggalkan banyak tanda merah keunguan.

__ADS_1


"Kak... ahhhk... "


"Sayang mari kita menikah," ucap Noval menghentikan gerakan nya dan menatap serius Naura.


"Apa yang kamu katakan Kak? kenapa mendadak?" kaget Naura bingung melihat wajah serius Noval.


"Aku takut tidak bisa menahan diri lagi, kamu seperti magnet yang terus menarik ku untuk terus berdekatan," ungkap Noval.


"Tapi aku belum siap untuk menikah Kak."


"Kenapa? apa ada yang kamu takuti?"


"Tidak, hanya saja aku belum siap, pernikahan bukan sekedar janji suci yang terucap di depan penghulu, wali kedua belah pihak atau lainnya. Pernikahan menurutku sebuah hubungan yang terjalin karena kedua benar-benar siap dan memiliki komitmen untuk maju kedepan, sedangkan sekarang kita belum memiliki komitmen apapun untuk maju kedepan," terang Naura.


"Kita bisa lakukan komitmen itu sekarang. Lebih cepat lebih baik aku takut tidak bisa menahan diri jika berada di dekat mu terus."


"Tapi Kak-"


Bibir nya langsung dibungkam, entah kenapa ia dapat merasa ciuman ini lebih panas dari sebelum nya.


Pria tersebut terus memainkan lidahnya di dalam rongga. Bahkan di sela permainan tersebut ia memberi gigitan kecil agar Naura membalas ciuman nya.


Panasnya ciuman tersebut, akhirnya Naura mengikuti yang di inginkan nya. Meski tak pandai, ini adalah pertama ia lakukan.


Tangan Noval mulai turun membuka kancing yang di kenakan Naura dan meremas gunung kembar yang berisi.


Milik Naura begitu empuk, hingga tangan nya menyukai dan terus mer**as.


"Kak... " panggil Naura, ia benar-benar bisa gila jika terus begini.


"Panggil nama ku sayang, aku ingin bibir manis mu menyebut namaku," ucap serak Noval yang sudah bergairah.


"Akkkh."


"Panggil namaku sayang."


"Noval... ahhhk... hentikan."


"Merdu terdengar dari bibir mu sayang. Mulai hari ini panggil lah namaku," bibir nya berpindah ke tengkuk menj***ti.


"Mari menikah," ajak Noval lagi. "Atau kita bisa khilaf nanti."


"Ahhhk, aku belum siap kak."


"Panggil namaku jangan kakak, aku tidak menyukai itu. Apa kamu siap hamil sekarang?"


Dengan dorongan kuat, tangan nya menjauhkan tubuh Noval, tapi tenaga nya tak sekuat yang dipikirkan. Malah tangan nya kini di pegang erat.


"Kamu gila? bagaimana siap hamil jika menikah belum siap?"

__ADS_1


"Lalu sampai kapan kita menjalin hubungan? apa hubungan kita tidak akan maju? diam di tempat? tidak mungkin bukan? maka dari itu aku ingin kita meresmikan hubungan kita."


"Beri aku waktu untuk memikirkan semua ini," kata Naura berharap pria di depan menyetujui permintaan nya.


"Lima menit," sahut Noval sedikit menjauhkan wajahnya tapi masih berada di atas Naura.


"Berpikir lah, aku akan menunggu," tangan nya mulai mengancing ulang baju Naura yang di buka dan tanpa sengaja tangan nya menyentuh kulit dalam nya.


"Kurangi minum susu atau tambah besar. Kamu seorang dokter pasti banyak yang memperhatikan mu, aku tidak mau mata mereka mele***hkan mu," mata nya beralih menatap kedua bola mata Noval, dengan tangan terus menggoda.


"Iya, aku akan kurangi. Sekarang ku mohon hentikan sejak kapan kamu jadi me**m seperti ini? sebelumnya tidak?" tanya Naura yang penasaran akan sikap Noval yang sekarang.


"Sejak aku tau dokter Senior mu terus berusaha mendekati mu. Aku tidak suka milik ku di rebut orang lain," batin Noval menatap wajah cantik Naura yang juga menatap nya.


"Apa kamu benar ingin tau?"


"Iya," mengangguk Naura mengiyakan.


"Baiklah akan ku beritahu. Me**m ku ini tidak sembarang orang, hanya pada orang yang di cintai yaitu kamu. Bahkan aku ingin ada hasil di sini," mengelus perut rata Naura yang mana membuat wanita tersebut kaget tidak percaya.


"Bagaimana ini, apa yang harus ku katakan sekarang? alasan apa yang harus ku berikan padanya? saat ini aku benar-benar belum siap menikah apa lagi punya anak," bingung Naura membatin pusing akan yang terjadi sekarang.


"Kak, usia ku baru 23 tahun masih sangat muda, aku ingin nikmati sebelum menjalin hubungan ke jenjang serius," ucap Naura memberanikan diri meski ia tau apa yang bisa terjadi setelah ungkapan nya ini.


"Kenapa? kamu takut nikah nanti a-"


"Bukan seperti itu jangan salah paham. Aku bukan bermaksud seperti itu," potong Naura cepat tau maksud arah pembicaraan nya kemana.


"Lalu apa? jelas kan."


"Jika terus berlangsung aku yakin tidak akan selesai, malah akan makin runyam nanti nya," batin Naura yakin, melihat Noval serius seperti itu membuatnya cemas.


"Aku siap menikah dengan mu," ucap Naura tersenyum kecil dan Noval mendengar itu langsung menghadiahkan ciuman bertubi-tubi di wajahnya.


"Setelah kembali nanti kita akan menikah, persiapkan diri mu, aku tidak ingin calon istriku kenapa-napa."


"Iya, sekarang bisakah kamu bangun? tubuh ku sangat sakit terus di tindih seperti ini," lirik Naura pada keadaan dimana Noval masih berada di atas.


"Maaf sayang, aku lupa. Apa harus ku panggilkan dokter untuk memeriksa mu?"


"Tidak perlu. Tolong ambilkan aku cermin di sana," tunjuk Naura pada kotak kecil di ujung sana.


"Untuk apa?" tanya Noval melihat pada arah tunjukkan tersebut.


"Aku ingin tau seberapa buruknya aku dengan tingkah me**m yang kamu perbuat barusan."


Mendengar itu Noval tersenyum. "Jangan mulai sayang, atau kita?"


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2