Pak Tentara Itu Suamiku

Pak Tentara Itu Suamiku
Bab 30: Menyayangi lebih dari apapun


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Satu minggu kemudian, Noval dan Naura telah resmi menjadi sepasang suami istri sah dalam agama maupun hukum negara.


Kedua pasangan tersebut masing-masing sibuk dengan kerjaan mereka, bahkan sudah tidak memiliki waktu bersama lebih banyak setelah menikah, karena keesokan hari setelah menikah kedua kembali sibuk dengan kerjaan.


Naura fokus dengan kerjaan, banyak pasien yang harus di periksa, ia pun sibuk dengan jadwal operasi pasien yang sejak tadi keluarga pasien ia tangani terus mendesak dan bertanya, kapan dilakukan.


"Sabar Bu, secepatnya akan saya kabari. Kami belum bisa bertindak gegabah, semuanya ada aturan jadi tenanglah kita berdoa sama-sama setelah keadaan anak ibu lebih baik kami akan segera bertindak," ujar Naura mencoba menjelaskan pada keluarga pasien agar tenang tidak membuat nya merasa bersalah.


"Tidak! anak saya tidak akan baik-baik jika seperti itu. Dokter sebenarnya bertugas menyembuhkan pasien atau ingin membunuh pasien!? kenapa tidak bertindak tegas melakukan sesuatu?" marah seorang wanita keluarga dari pasien yang sedang ia tangani.


"Ibu tenanglah. Saya berjanji akan melakukan yang terbaik untuk anak Ibu, tapi saya mohon tenanglah jika Ibu terus seperti ini semua pasien akan terganggu dengan suara Ibu. Tolong mengerti ini rumah sakit," pinta Naura memohon pengertian dari wanita di depan nya agar bisa bersikap bijak.


Dia bukan tidak ingin membantu segera melakukan operasi pada pasien yang saat ini keluarga nya sedang protes, tapi keadaan nya sedang tidak memungkinkan untuk melakukan operasi.


Jika tetap di paksakan, maka nyawa pasien nya saat itu juga tidak akan tertolong dan Naura tidak ingin mengambil resiko besar tersebut.


"Pembohong! mana bukti nya? Dokter selalu berkata seperti itu, tapi mana? keadaan anak saya bukan membaik tapi semakin buruk di tangani Dokter," wanita tersebut terus marah dan berkata kasar hingga perkataan nya itu membuat Naura diam.


Hatinya terasa sakit mendengar perkataan kasar keluarga pasien padanya. Ia merasa telah gagal menjadi Dokter kini. Kata-kata sudah tak dapat ia keluarkan lagi menjelaskan pada wanita di depan nya.


Tanpa ia sadari pria bertubuh besar dengan wajah tampan, hidung mancung, bibir sedikit tebal dengan sorotan mata yang tajam memperhatikan keributan tersebut.

__ADS_1


Kedua tangan nya mengepal melihat wajah cantik wanita yang ia cintai di marahi dengan kata-kata kasar tersebut. Wajah Naura yang terdiam dengan penuh perasaan bersalah, membuat nya tak terima.


"Maaf Bu, saya tidak bermaksud memperburuk keadaan pasien, tap-"


"Tidak perlu di jelaskan lagi, untuk apa kamu meminta maaf padanya? kamu tidak salah kamu sudah melakukan yang terbaik tapi Ibu ini nya saja yang tidak mau terima. Jika Ibu meragukan Dokter Naura, kenapa tidak Ibu cari Dokter lain saja atau tidak cari rumah sakit lain? bukan kah rumah sakit di sini banyak? tidak hanya satu, kan?" tatapan pria tersebut begitu tajam dengan suara tegas dan siap melakukan hal kasar pada wanita di depannya meski itu seorang perempuan sekalipun.


"Val, apa kamu lakukan?" Naura kaget dengan kedatangan Noval yang mendadak memotong ucapannya dan malah memarahi keluarga pasien.


"Maaf Bu, jangan masukkan di hati dia tidak bermaksud benar seperti itu," Naura kembali menoleh pada wanita tersebut meminta maaf.


Kini Naura merasa bersalah berlipat-lipat, bagaimana tidak? kedatangan Noval malah membuat nya pusing, tidak seharusnya pria itu berbicara kasar. Ia dapat merasakan perasaan wanita di depan nya itu khawatir dan mencemaskan keadaan anaknya, hingga ia terus mendesak memohon cepat di lakukan operasi karena ingin keadaan anaknya kembali membaik seperti sediakala.


Tanpa berkata apapun lagi, wanita tersebut pergi meninggalkan mereka, tatapan padanya tadi penuh kebencian menatap Naura. Hal tersebut membuat Naura tidak tenang.


Pengalaman ini adalah pertama bagi nya mendapatkan perlakuan dan perkataan kasar dari keluarga pasien saat pindah kerja di rumah sakit TNI.


"Tidak seharusnya kamu berkata kasar seperti itu Val, itu tidak sopan," tegur Naura tidak terima.


"Kenapa kamu membelah nya Naura? aku disini membelah mu, aku tidak terima dengan tindakan nya yang kurang sopan itu. Jika dia merasa tidak puas silakan bawa anaknya pergi dari rumah sakit ini cari rumah sakit lain," sahut Noval merasa tidak salah dengan apa yang di perbuat.


Bahkan dia merasa yang di buat memang benar, wanita itu tidak boleh bersikap sesuka nya meski keadaan nya saat ini sedang cemas, tetap harus bisa jaga sikap dalam bertutur kata, karena itu hal yang paling penting.


"Noval tapi tidak seperti itu juga yang dikatakan Ibu itu ada benar nya , aku Dokter pembohong bukan ingin menyelamatkan nyawa pasien malah memperburuk keadaan nya, aku memang pantas di katai, aku tidak keberatan," ucap Naura wajahnya kini berubah sedih hatinya terasa sakit mengingat semua yang telah terjadi.


"Apa yang kau katakan Naura, hentikan omong kosong mu itu, aku tidak suka, lebih baik kita pergi dari sini," ajak Noval menarik lembut tangan Naura pergi.

__ADS_1


Tiba di dalam ruang kerja Naura, Noval membawa Naura duduk dan merangkul pinggangnya.


Wanita itu diam, ia merasa lebih baik seperti ini berada di dekat Noval selalu membuat nya nyaman dan sejenak melupakan kejadian tadi meski tidak semua.


"Istirahat lah aku akan menemani mu di sini," suara lembut Noval dengan tangan mengusap halus rambut Naura.


"Hmmm," Naura berdehem, mata nya tertutup dan melanjutkan bersandar di bahu suaminya.


"Aku tidak akan membiarkan seorang pun mengatai mu meski itu seorang perempuan sekalipun, kau sangat berarti dalam hidupku Naura, aku mencintaimu," ucap Naura dalam hati tidak mampu berkata melihat lemahnya keadaan istrinya seperti ini.


.


.


Sedangkan di sisi lain, Arjuna mencari keberadaan Naura sejak tadi tidak terlihat terus mencari mengelilingi area rumah sakit.


Langkah nya terhenti melihat pintu ruangan Naura sedikit terbuka, dan dengan pelan ia membuka kecil pintu dan mengintip.


"Apa yang terjadi? kenapa mereka seperti ini? kenapa aku merasa ada bau-bau yang tidak beres pada mereka," gumam Arjuna bingung melihat wajah Noval yang terlihat sedih menatap Naura.


"Sebaiknya aku pergi cari tau apa yang sebenarnya terjadi," Arjuna balik menutup pintu pergi meninggalkan ruangan Naura.


Dalam perjalanan Arjuna mendengar suara seseorang membicarakan nama seseorang yang ia kenali seketika kedua tangan nya di kepal, rahang mengeras wajah nya merah menahan amarah tidak terima dengan apa yang di dengar barusan.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2