Pak Tentara Itu Suamiku

Pak Tentara Itu Suamiku
Bab 27: Dia suamiku


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Naura kembali ke tenda bersama Noval, pria itu terus menggengam erat tangan nya, Ia bahkan tidak peduli lagi jika semua tau tentang hubungan mereka.


Lagipula besok acara pernikahan mereka akan di lakukan, kedua keluarga nya sudah mempersiapkan, tinggal menanti kedatangan mereka.


Kamal yang melihat kedua orang tersebut, mata nya lebih tertuju pada Naura. Wanita itu kini membuat nya ingin mendapatkan nya, merebut dari pria yang di benci.


Semua yang terjadi padanya, tidak di pedulikan, Ia merasa senang meski mendapat tinjuan dari Noval. Menurut nya terpenting adalah merasakan apa yang selama ini ia inginkan jauh dari segala nya.


"Aku akan memiliki mu Naura, dan kau Noval lihat saja saat wanita yang kau cinta berada di sisiku," gumam Kamal pandangan nya berpindah menatap Noval penuh kebencian.


Ririn melihat kedatangan sahabatnya bersama dengan Noval bergandengan melirik, ia penasaran dengan hubungan mereka, jelas-jelas kemarin kedua biasa saja, sekarang kenapa mendadak berubah.


Pertanyaan-pertanyaan mulai muncul satu persatu, ia yakin jika apa yang di lihat selama ini adalah setingan.


"Ra, loh dengan ka-"


"Nanti Naura jelasin, tapi bukan sekarang," potong nya cepat tau apa pertanyaan Ririn.


"Hmmm," Ririn mengangguk setuju.


"Kemasin barang mu, aku akan kembali menjemput mu," ucap Noval mengusap kepala Naura.


"Iya, Dokter Ririn tolong jaga Naura, jangan biarkan dia pergi kemana sampai saya kembali," lanjut nya lagi memberi pesan karena ia masih khawatir meninggalkan Naura meski sudah sahabatnya.


"Iya Kak, saya akan menjaga Naura," sahut Ririn.


"Terima kasih. Saya pergi dulu," pamit Noval beranjak pergi.


Sepeninggalan Noval, Ririn melirik Naura meminta segera menjelaskan apa hubungan kedua.


"Kak Noval suamiku," ucap Naura tanpa menoleh, kedua tangan nya sibuk mengemasi barang ke dalam koper.


"What! suami? sejak kapan kalian nikah? kenapa gue gak tau?" Ririn kaget dan menggencar Naura menjawab dan menjelaskan lebih detail.


"Maaf, Naura baru kasih tau sekarang. Ririn ingat saat Naura kirim pesan ada urusan mendadak?"


"Ya, gue ingat."

__ADS_1


"Hari itu kita menikah, dan sekarang akan kembali melakukan pernikahan secara sah di mata Negara dan agama."


"Jadi... "


"Kita nikah siri."


Ririn menatap Naura tidak percaya, wanita di depannya ternyata sangat bergerak cepat. Namun Ia masih bingung kenapa harus melakukan pernikahan siri? apa, Ia tidak ingin menyimpulkan semua lebih jauh lagi hingga bertanya kembali.


"Rin," panggil Naura sebelum wanita itu kembali bertanya.


"Kenapa?" sahut Ririn.


"Apa kamu mencintai Pak Kamal?" tanya Naura hati-hati, kini menatap serius ingin melihat kejujuran sahabatnya. Ia tidak ingin Ririn sakit hati karena pria brengsek itu.


"Entahlah Ra gue juga bingung sama perasaan gue sendiri, tapi kenapa mendadak loh tanya begini?"


"Apa Ririn bakal percaya dengan apa yang Naura katakan tentang Pak Kamal?"


"Maksud loh gimana? percaya apaan? emangnya ada sesuatu yang terjadi tidak gue ketahui?" Ririn menatap Naura dengan wajah bingung.


"Pak Kam-"


Naura bergeming menatap pria tersebut, rasa takut kembali hadir, perlakuan nya kembali hadir di benak.


Tubuh nya gemetar hebat, saat pria itu pindah di dekat nya.


"Sayang, ak-"


"Wajah kamu kenapa?" tanya Ririn cepat memotong perkataan Kamal melihat banyak memar pukulan di wajah tampan nya.


"Aku tidak apa-apa sayang ini hanya luka kecil, jangan khawatir kekasih mu ini pria yang hebat, tidak akan bisa yang terjadi padaku. Bukan seperti itu Dokter Naura?" Kamal menatap wanita di samping nya begitu cantik.


"Cih, aku jijik melihat nya," batin Naura.


"Ra, loh kenapa?" tanya Ririn melihat Naura terdiam, tatapan sahabatnya itu begitu tajam pada Kamal.


"Tidak, Naura hanya heran saja pada Pak Kamal, wajah nya sudah memar seperti ini, masih menganggap luka kecil. Apa pukulan bertubi-tubi tidak ada apa-apa dengan nya?" jawab Naura.


"Ah, Dokter Naura tidak perlu cemas. Pukulan apapun meski nyawa taruhannya saya tidak peduli. Asal apa yang ingin kan bisa menjadi milik saya," ucap Kamal dengan sedikit penekanan pada akhir kalimat.


Ririn mendengar kedua orang di depan nya berbicara sesuatu yang tidak Ia mengerti arah pembicaraan menggaruk kepala.

__ADS_1


Entah kenapa ia merasa perkataan mereka ini bukan murni kebetulan, tapi lebih ke suatu arah yang mana tidak ia tau apa dan kenapa.


"Pria ini benar-benar tidak punya rasa malu, di tempat seperti ini masih saja berkata seperti itu. Aku harus mengatakan yang sebenarnya pada Ririn, aku tidak mau pria ini memanfaat nya," batin Naura, lalu pandangan nya berpindah pada Ririn.


"Rin, ada sesuatu yang perlu loh tau tentang Pak Kamal," ucap Naura serius, ia tidak mau menyembunyikan apapun lagi, Ririn berhak tau kelakuan Pak Kamal di belakang nya.


"Dok, apa tidak sebaik nya bicara nya nanti saja? saya sangat memerlukan bantuan kekasih saya untuk mengobati memar saya ini," ucap Kamal mencoba menghalangi wanita tersebut agar tidak mengatakan yang aneh-aneh pada Ririn.


"Iya Ra, kita bicara sebentar saja. Gue pergi sebentar ambil perlengkapan obatnya, kalian tetap di sini, Mal jaga Naura jangan biarkan dia pergi dari sini oke," ujar Ririn menitip pesan seperti yang di katakan Noval padanya.


"Iya sayang, aku akan menjaga nya," sahut Kamal tersenyum.


"Tidak Rin, Naura ikut," Naura bangun ia tidak mau di tinggal berdua dengan pria brengsek itu.


"No! loh tetap di sini gue udah janji sama kak Noval tidak membiarkan loh meninggalkan tenda, jadi tetap di sini bersama Kamal, dia akan menjaga mu, bukan begitu?" Ririn menatap Kamal yang di balas senyum.


"Benar sayang, aku akan menjaga Dokter Naura."


"Tapi Rin."


"Sudah tenang aja di sini, gue cuman bentar doang ke tenda gak lama."


Ririn pergi meninggalkan mereka berdua. Naura tidak nyaman dan takut pria tersebut melakukan hal nekat bergegas pergi, namun tangan nya sudah lebih dulu di tahan.


"Mau kemana kita belum bicara apapun tapi Dokter sudah mau pergi," Kamal menggengam pergelangan tangan Naura dengan erat, berjalan lebih dekat melihat cantik nya.


"Lepaskan! jangan coba macam-macam ata-"


"Atau apa? teriak? silakan lakukan saja," ucap Kamal tidak takuti malah menantang Naura untuk melakukan semaunya.


Namun saat itu terjadi Kamal membekap mulut Naura hingga tidak bisa teriak.


"Tidak semuda itu sayang. Aku hanya ingin memperingati mu jangan sekali coba katakan pada Ririn apa yang terjadi, jika masih sayang sama Ririn," ancam Kamal dari perkataan nya terdengar serius, tangan nya masih menutup mulut Naura.


Naura diam tidak bisa melakukan apapun, namun seketika terlintas ide di benak nya. Ia mengigit tangan pria itu dengan kuat dan siku lengan nya di dorong kuat ke belakang memukul mengenai perut pria itu hingga meringis kesakitan.


"Auwh..."


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2