
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Setiba di kampus, Naura segera masuk.
Mobil Arjuna dan Noval pun pergi meninggalkan kampus. Beberapa hari kedepan kedua nya di bebaskan dari tugas karena dua minggu lagi akan ada misi penting yang di lakukan bersama rekan lainnya.
"Langsung ke rumah atau singgah ke resto nyokap gue dulu?" tanya Arjuna melalui panggilan telpon yang tersambung.
"Ngapain ke resto?" tanya Noval balik.
"Nyokap hari ini gak ke resto dan minta Naura handel, gue gak mau saja Naura kecapean," jawab Arjuna perhatian.
"Terserah loh gue ikut saja."
Lalu keduanya pun putar balik menuju resto, melewati jalan penuh kendaraan berlalu lalang kiri kanan kedua mengendarai mobil dengan pelan.
Menikmati angin kendaraan yang sejuk, sinar matahari pagi yang begitu terang di atas membuat dunia menjadi terang.
Kedua tidak berpikir untuk menambah kecepatan karena kedua memang ingin menikmati waktu libur dari hal kecil seperti mengemudi.
Di sisi lain, Naura mengisi waktu selama menunggu jam kuliah dengan membaca. banyak bacaan yang sering Naura baca di waktu luang dari itu tentang medis, maupun masakan.
Namun semua tidak berlangsung lama, aktivitas Naura terngangu dengan kedatangan ketiga wanita yang selalu mencari masalah dengan nya.
Naura tidak ingin meladeni mereka, membiarkan ketiga wanita tersebut menghina nya sesuka hati karena semua itu sudah sering terjadi padanya.
"Wah, wah, wah dia semakin berani sama loh ni Ay," aduh nya memanas-manasin Alya.
"Hey gadis kampung gue lagi ngomong sama loh, jadi lihat gue!" Alya merampas buku bacaan Naura dan membuang sembarang tempat.
"Apa masalah saya dengan kalian? kenapa terus mengusik saya?" Naura bangun berdiri menatap marah pada mereka yang tidak ada bosan nya mengusik hidupnya.
"Guys dia marah. Takut," ucapnya dan di sambut tawa kedua temannya.
"Hahaha... hahaha... loh tanya apa masalah loh sama kita?"
"Sudah Ay biar kita saja yang kasih tau," seru temannya menatap rendah Naura.
"Ya silakan."
__ADS_1
Naura terdiam dengan perlakuan kasar mereka padanya.
Di sisi lain Arjuna yang sedang mengemudi melihat samping kursi terdapat ponsel, dia yakin jika ponsel tersebut milik Naura yang tertinggal.
"Bro loh bisa gak putar balik ke kampus? gue harus ke resto sekarang?"
"Ngapain? kita baru saja dari sana tadi?" tanya Noval.
"Ponsel Naura ketinggalan, gue gak mau nanti Naura kebingungan carinya."
"Oke, gue putar balik, loh tungguin di resto setelah dari kampus gue langsung ke sana."
Mobil kedua berpencar, Noval putar balik sedangkan Arjuna tidak.
Tak lama kemudian. Noval tiba dan segera mencari Naura.
Dari kejauhan dia dapat melihat sosok wanita yang di serang, namun ia masih diam berdiri melihat semua itu.
Namun lebih lama di pandang, ia sadar akan wanita yang di serang oleh beberapa wanita tersebut.
Ternyata wanita tersebut adalah Naura, tapi hal yang membingungkan nya adalah Naura diam dengan perlakuan kasar tersebut tanpa membela diri.
"Kenapa dengan nya? kenapa tidak melakukan sesuatu untuk membalas?" gumam Noval bingung dengan sikap Naura.
"Lalu mau kau apa sekarang? kau pikir dengan berbicara seperti itu akan membuat saya takut dan tidak mengusik mu, begitu?" tanya Alya menatap Naura.
"Saya tidak meminta kalian takut pada saya, tapi stop mengusik hidup saya. Dan saya tegaskan sekali lagi saya dan kak saka tidak memiliki hubungan spesial apapun. Kita murni temanan, jangan salahkan saya atas hancurnya hubungan kalian karena saya tidak ada sangkut pautnya dengan itu," tegas Naura, tanpa gentar menatap lekat Alya yang terlihat tidak suka dan marah dengan perkataan nya barusan.
Merasa tidak ada yang harus di perjelas lagi, Naura berniat pergi meninggalkan ketiga wanita tersebut, tapi tangan nya sudah terlebih dahulu di tahan.
"Mau kemana? kau pikir setelah berkata seperti itu bisa pergi begitu saja? salah," Alya menggeleng kepala tersenyum manis pada Naura.
"Benar tu Ay, beri dia pelajaran jangan biarkan dia pergi begitu saja nanti jadi ngelunjak lagi," ucap sahabat Alya mengompori.
"Itu sudah pasti. Wanita seperti nya memang harus di beri pelajaran biar gak berani lagi," Alya menaikkan tangan dan saat ingin menampar tangan nya di tahan oleh seseorang di belakang nya.
"Siapa yang berani menghalangi gue!" marah Alya tidak terima dan berbalik.
Deg.
"Kenapa anda ingin protes? apa anda sadar dengan tindakan anda barusan itu sangat memalukan tidak mencerminkan seorang mahasiswa, tapi lebih mencerminkan orang yang tidak pernah menempuh pendidikan mau itu dari sekolah dasar atau lainnya," ejek Noval membungkam ketiga wanita di depan nya.
__ADS_1
Alya tidak merasa malu, malah di buat senyam-senyum tidak jelas memandang pangeran tampan di depan nya.
Dia merasa sangat beruntung hari ini di pertemukan dengan pria tampan, sekarang ia tidak akan permasalahkan lagi tentang Saka, karena sekarang ada pria yang lebih tampan berhasil mencuri hatinya dalam hitungan dalam sekali tatapan.
"Ow Tuhan betapa tampan nya dia, aku harus memiliki nya bagaimana pun caranya," optimis Alya bertekad dalam hati.
Berbeda dengan Naura ia malah kaget dengan hadirnya sosok dari sahabat abangnya di kampus. Mencari kiri kanan tidak menemukan sosok lain lagi, ia menjadi bingung dan penasaran hal apa yang membawa pria tersebut kemari.
"Kamu tidak apa-apa?" Noval beralih menatap Naura yang terdiam seperti orang kebingungan.
"Iya Kak Naura baik-baik saja," jawab Naura mengangguk.
"Kita pulang sekarang," ajak Noval mengandeng tangan Naura meninggalkan mereka.
"Kak, Naura ada kelas sebentar lagi."
"Sehari tidak masuk tidak membuat mu mendapatkan nilai C kan?" Noval menatap Naura hingga wanita tersebut tertunduk takut tidak berani berkata lagi.
"Katakan Password mu?" tanya Noval.
"Password?" ucap Naura bingung akan maksud pin yang di minta Noval.
"Password ponsel?" Noval menunjukkan ponsel di genggam tangan nya.
"Bagaimana bisa ada pada Kakak?" kaget Naura dan mengecek tas tidak menemukan ponsel nya.
"Tertinggal di mobil dan Ar meminta saya mengembalikan nya karena dia harus segera ke resto," terang Noval dan Naura mengangguk paham sekarang.
"Katakan sekarang?" ulang Noval kembali bertanya.
"Untuk apa?"
"Katakan saja tidak perlu banyak bertanya."
"080803."
Noval segera membuka password ponsel Naura dan benar saja ponsel Naura langsung terbuka.
Entah apa yang di lakukan Noval, Naura tidak tau, ia tidak berani menghentikan pria tersebut wajahnya yang dingin membuat Naura takut.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...